Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film 3 Dara
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film dengan durasi 86 menit ini bukan saja memberi tontonan segar kepada penontonnya, tapi juga ngajarin kaum laki-laki untuk lebih menghargai seorang wanita. Sudah lebih dari 1 bulan film ini bertahan di bioskop Semarang, mungkin ini alasannya?
Film 3 Dara resmi diluncurkan di bioskop tanah air tanggal 23 September 2015. Saya sendiri malah baru nonton per 23 Oktober. Benar-benar terlambat untuk pamer di sini. Menariknya, jadwal pemutaran film ini selalu full di Cinema XXI Semarang.
Cerita yang berbeda
Salah satu yang digaris bawahi tentang film ini adalah cerita yang unik, menarik dan jarang ditemui. Dan mungkin alasan terbaik menggambarkan film yang dibintangi Tora Sudiro, Adipati Dolken, dan Tanta Ginting ini adalah jalan ceritanya yang berbeda diantara sekian film yang pernah saya tonton untuk film Indonesia.
Bila film-film selanjutnya seperti ini, saya yakin deh kedepan film Indonesia akan diburu penonton. Pada saat saya menonton, meski sudah 1 bulan, antusias film ini di Semarang masih sangat ramai.
Perpaduan Karakter
3 Dara berhasil mengkombinasikan 3 aktor yang punya penggemarnya sendiri dibelantika perfilman tanah air. Pamor Tora Sudiro yang pada jamannya selalu hits, saya adalah salah satu penggemarnya, identik dengan peran komedinya.
Adipati Dolken bukan sekedar aktor muda yang namanya terus berkibar tahun ini, basis penonton muda terutama remaja adalah target empuk untuk menjangkau jumlah penonton agar tertarik ke bioskop.
Nama terakhir, Tanta Ginting adalah aktor baru yang namanya semakin melejit. Tahun ini, entah sudah berapa banyak kesuksesan yang berhasil ia perankan menjadi modal utama bagi pihak film untuk menggunakan jasanya sebagai pendobrak baru pemain yang masih segar.
Ya, tanpa sadar ketiganya mampu melejitkan film 3 Dara bertahan hingga sekarang. Saya apresiasi untuk film ini yang mampu mencoba ketiga karakter tersebut.
Kekuatan cerita
Film ini tidak memasukkan unsur komedi berlebihan dan tidak ada pemain dengan karakter khusus yang spesialis membuat penonton tertawa. Cukup Tora Sudiro yang dikenal penonton Indonesia punya personal branding sebagai aktor komedi.
Saya menikmati film ini dengan sangat baik. Bahkan tertawa bareng dengan penonton. Dari awal hingga akhir, ceritanya sangat kuat. Seperti film petualangan yang tidak melewatkan bagian-bagian penting dari cerita sebenarnya.
Film modern
Latar belakang film ini tentang kehidupan pria-pria masa kini yang lebih modern. Dan Jakarta menjadi pilihannya. Yang terjadi adalah realita yang sebenarnya ada disekitar kita. Mungkin ini juga yang membuat banyak remaja dari pelajar hingga pekerja yang ada di dalam bioskop bersama saya tertarik untuk menyaksikan film ini.
Desain Poster dan trailer yang memikat
Sebelum memutuskan menonton film ini, saya selalu menyempatkan untuk menonton trailernya. Dan mereka mengemasnya dengan sangat baik. Ditambah poster yang menaruh ketiga aktor sebagai covernya. Keren pokoknya.
Unsur edukasi & sisi komedi
Rasa penghormatan tinggi terhadap kaum wanita adalah garis besar kesimpulan film ini. Jangan meremehkan mereka atau mempermainkan, karena bila posisinya dibalik, kejadiannya bakalan Anda temukan di sini. Alhasil penonton dibuat terpingkal-pingkal oleh ketiga pemain film ini.
...
Ketika saya menulis film 3 (Alief Lam Mim), bahkan tanggal tayangnya bersamaan, dengan antusias tinggi tanpa sadar di bioskop Semarang film ini malah tidak bertahan lama. Menyedihkan juga rasanya. Apalagi film ini memanfaatkan teknologi dan kamera yang diatas rata-rata.
Toh, itu percuma bila film yang dibuat harus turun lebih cepat juga pada akhirnya. Ternyata selera penonton saat ini begitu tinggi kualifikasinya. Film 3 Dara bukan sekedar berhasil menarik minat penonton tapi juga berhasil mengemasnya menjadi tontonan segar dan berkualitas.
Mungkin bisa sebagai masukan bagus saat ini kepada pembuat film, untuk memahami selera pasar (penonton). Sudah nonton film 3 Dara? Berikut trailernya ;
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Tren olahraga padel di Kota Semarang tampaknya masih belum terbendung. Kehadiran Gets Courts yang baru saja beroperasi di kawasan Jalan Soekarno Hatta menjadi babak baru yang sangat menarik. Pasalnya, dalang di balik berdirinya fasilitas olahraga ini adalah Gets Group—sebuah nama yang sudah sangat familier di telinga masyarakat melalui jaringan hotelnya di Kota Atlas. Kami sendiri baru menyadari jika pusat olahraga padel teranyar ini berada di bawah payung grup hotel tersebut setelah kami memperbarui konten portofolio visual kami baru-baru ini. Kebetulan, lokasinya juga tidak terlampau jauh dari Lapangan Mini Soccer Barito Semarang , kawasan yang beberapa kali sempat kami ulas di blog. Tepat pada tanggal 18 Juli kemarin, Gets Courts rupanya baru saja menggelar momen soft opening . Sayang sekali, kali ini kami tidak mendapatkan undangan resmi, sehingga tidak bisa mengintip langsung kemeriahan suasananya dari dalam area lapangan secara langsung. Melebarkan Sayap Bisnis ke Dunia Sport ...
Sulit berpaling ketika melihat nama Joko Anwar terpampang nyata di poster feed Instagram salah satu akun kompetisi film kampus di Semarang. Sayangnya, karena antusiasme yang luar biasa, kami gagal mengamankan kursi free entry yang disediakan panitia. Kehabisan tiket memang menyisakan sedikit penyesalan, namun energi dari gelaran tersebut justru menginspirasi kami untuk menuliskan catatan ini. Sebuah pertanyaan besar pun muncul ke permukaan: Apakah tahun 2026 ini akan menjadi tahun emas bagi kebangkitan sineas film di Kota Semarang? Kawah Candradimuka di Kampus Udinus Gairah sinema lokal ini ditiupkan oleh Parade Film Udinus #3 . Mengingat tanda tagar di belakang namanya, kompetisi film tahunan ini jelas bukan lagi sekadar acara kemarin sore. Karena kami tidak mendapatkan slot kursi penonton, tulisan ini tentu tidak akan mengulas secara teknis jalannya festival atau siapa saja daftar pemenangnya. Namun, magnet seorang Joko Anwar tidak bisa bohong. Kami bisa membayangkan betapa riu...
Trailernya udah bikin pengin nonton sih. Kayaknya untuk penonton Indonesia, aktor yg terkenal dan film yg kocak masih cukup menjual? :)
ReplyDeleteYup betul. Sekarang memang seperti ini pasarnya
Delete