Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Survei : Melihat Perilaku Menonton Film di Bioskop



Ternyata ditengah gempuran teknologi seperti streaming online, bioskop masih menjadi daya tarik masyarakat Indonesia untuk menonton film. Survei berikut setidaknya memberi informasi menarik bagi industri film tanah air.

Seperti yang termuat dalam halaman majalah Marketing edisi bulan Mei 2015, ada survei yang dilakukan oleh SurveyOne pada April 2015 tentang perilaku menonton film di bioskop. Berikut data statistiknya

Bioskop masih banyak dipilih responden untuk menonton film

  • Bioskop - 59.1%

  • DVD - 16.8%

  • Download - 10.1%

  • Televisi - 9.4%

  • Streaming online - 4.7%

Bioskop ternyata masih memiliki daya tarik yang cukup kuat

  • Sangat tidak tertarik - 0.7%

  • Tidak tertarik - 1.3%

  • Biasa saja - 20.8%

  • Tertarik - 47.7%

  • Sangat tertarik - 29.5%

Pada hari apa responden biasanya menonton film di bioskop?

  • Sabtu dan Minggu  - 66.2%

  • Senin sampai Kamis - 28.4%

  • Jumat - 5.4%

Waktu yang paling sering responden gunakan untuk menonton film di bioskop

  • Sore - 41.5%

  • Malam - 40.8%

  • Siang - 17.0%

  • Tengah malam - 0.7%

Film action paling banyak disukai

  • Action - 77.2%

  • Comedy - 59.1%

  • Adventure - 53.0%

  • Science Fiction - 47.7%

  • Animation - 41.6%

  • Romance - 38.9%

  • Family - 36.9%

  • Fantasy - 36.2%

  • Thriller - 30.2%

  • Horor - 20.1%

  • Mystery - 16.8%

  • Musical - 16.1%

Alasan responsen tertarik dan sangat tertarik menonton film di bioskop

  • Sound systemnya bagus/canggih  -  55.4%

  • Layar yang lebar/besar membuat menonton menjadi sangat berbeda dibanding dengan nonton DVD/komputer  -  33.0%

  • Suasananya lebih mendukung untuk menikmati film - 27.7%

  • Kualitas gambarnya jernih  -  18.8%

  • Kualitas filmnya bagus - 8.9%

  • Up to date filmnya  -  7.1%

  • Suasana menonton berbeda karena bersama banyak teman-teman  -  6.3%

  • Ceritanya seru  - 6.3%

  • Fokus, tidak terganggu aktivitas lainnya   -  3.6%

  • Fasilitas nyaman yang menunjang dari bioskop - 3.6%

Survei yang dilakukan secara online ini setidaknya memberitahukan kepada para pengusaha bioskop untuk mempertahankan pangsa pasar mereka di tengah persaingan dengan gadget dan teknologi yang semakin canggih.

Sedangkan dari sudut pandang Kofindo, meski ini secara umum bukan film Indonesia saja, produser dan sutradara bisa melihat data ini untuk membuat film yang lebih menarik lagi. Apalagi kaum remaja menjadi penonton paling banyak saat ini.

Sumber original : Majalah Marketing edisi Mei 2015
Survei dari SurveyOne pada April 2015 yang merupakan bagian dari Marketing Group.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

6 Alat Untuk Media Sosial

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?