Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Gencarnya Pemasaran Film Indonesia Lewat Media Sosial


Harus diakui media sosial sangat ampuh menarik minat masyarakat pergi ke bioskop. Salah satu film yang berhasil memanfaatkannya bulan ini menurut saya adalah film Tarot. Bagaimana cara mereka melakukannya?

Film - film seperti Filosofi Kopi, Toba Dreams dan Tarot adalah film-film yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi film mereka. Saya yakin, admin-admin yang diserahi tugas sangat sibuk mencari antusias.

Menggandeng buzer

Kamis kemarin (7/5), baru saja saya menonton film Tarot. Selain berhasil menjual tiket langsung ludes jam pertama, saya juga tertarik dengan media partner mereka saat tayang di awal, akun ini muncul.

Wow, mereka menggandeng akun twitter @tweetramalan rupanya. Untuk diketahui, akun ini memiliki followers 10M (juta) lebih. Ini lebih mudah menarik penonton yang sekarang kebanyakan menggunakan media sosial juga ketimbang membangun media sosial baru yang setelah selesai film kadang nggak diurus.

Apakah ini salah satu efeknya? Mengingat film ini menurut saya berhasil menggaet pasar potensial untuk kategori film di kota Semarang.

Bila film Tarot menggunakan jasa buzer (sepertinya) dan dalam dunia pemasaran media sosial itu sudah sangat biasa, bagaimana dengan Toba Dreams maupun Filosofi Kopi? Selama tayang film mereka (Toba dan Filosofi) di bioskop, saya tak melihat cara yang dilakukan film Tarot yang menaruh media partner medsos mereka di awal film maupun akhir. Atau ada, dan saya tak melihat?

Retweet dan tidak sungkan membalas

Selain memiliki divisi khusus yang mengurusi tim media sosial, film-film ini sadar bahwa target mereka mendapatkan jumlah penonton yang banyak sangat sulit akhir-akhir ini. Bahkan tahun 2014, jumlah penonton Indonesia tidak banyak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Disadari ini bukan tanggung jawab tim film saja, para pemain yang aktif di media sosial pun tak sungkan-sungkan berinteraksi dengan pengguna twitter yang aktif ngetweet tentang film mereka.

Toba Dreams maupun Filosofi Kopi juga melakukan hal tersebut. Selain pemain mereka juga sering meretweet, tim medsos mereka juga sering aktif melakukan percakapan untuk menarik perhatian. Khususnya tweet-tweet positif.

...

Saya melihat ini adalah tren menarik tahun ini. Bagaimana perjuangan film-film ini menjual filmnya agar banyak masyarakat berbondong-bondong pergi ke bioskop.

Mereka saja melakukannya, apakah film lain tak mau mengikuti juga? Harus dicoba untuk ini. Karena saat ini, pasar potensial yang perlu disasar adalah remaja yang sudah melek teknologi.

@asmarie_

Comments

Popular posts from this blog

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

🚲 Evolusi Nyess di Semarang: Jajakan Sensasi Segar ala Gerobak Kekinian dengan Tagline "Segernya Sama, Serunya Beda"