Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Review Film 7 Hari Menembus Waktu


Film ini sangat menarik karena mengajak penontonnya melihat jaman dimana tidak ada media sosial. Dengan membawa para pemain muda, film ini resmi tayang di bioskop Indonesia tanggal 28 Mei 2015.


Ada alasan mengapa film ini yang saya tonton akhir pekan ini. Selain geliat pasar yang didominasi kaum remaja saat ini, film ini memiliki cerita yang berbeda dari lainnya.


Saya sudah membayangkan tentang film drama Asia yang populer dengan judul 'Secret'. Dimana dalam film tersebut diceritakan tentang ruang waktu yang membawa seseorang kembali ke jaman dulu. Seperti inilah gambaran film ini.


Generasi emas


Generasi remaja sedang menjadi sasaran untuk film-film saat ini bila mau menaikkan jumlah penonton di akhir tahun. Nama-nama seperti Teuku Rassya dan Anjani Dina menjadi kekuatan sendiri dari film ini.


Untuk nama terakhir saya sangat suka sekali dengan parasnya. Maklum, wajah cantiknya mengingatkan saya dengan Shandy Aulia yang saat ini semakin serius dengan filmnya yang bergenre horor. Saya berharap, Anjani menjadi penerusnya dan memiliki kekuatan karakter seperti Shandy Aulia.


Tidak ada media sosial


Bila membayangkan dunia tanpa media sosial sepertinya film ini menjadi salah satu rekomendasinya. Tak terpikirkan bukan, bagaimana saat ini banyak masyarakat khususnya generasi remaja yang menggunakan media sosial.


Lewat film ini kita akan melihat lagi bagaimana generasi video game yang didominasi Mario Bross disukai. Ponsel yang tidak ada kameranya dan lain sebagainya.


Cerita yang menarik


Terimakasih sekali buat sutradara Nayato Fio Nuala dan penulisnya, Haqi Achmad, yang melihat sebuah film dengan kekuatan cerita yang menarik. Hingga pertengahan tahun ini, film dengan durasi 80 menit lebih ini paling menarik bagi saya untuk kategori remaja.


Diceritakan bila Anjani Dina yang berperan sebagai Marissa adalah gadis cantik dan populer di Sekolahnya. Hingga sebuah kejadian membawanya bertemu dengan Teuku Rassya yang berperan sebagai Wiliam di tahun 1994.


Wiliam sendiri adalah laki-laki yang cerdas namun pemalu dan memiliki persoalan khususnya keluarga. Disinilah tugas Marissa harus membantu Wiliam sebagai syarat bisa kembali ke tahun 2015.


...


Film ini bukan saja bercerita tentang masa dimana media sosial tidak ada, tapi bagaimana seseorang harus menyelesaikan sesuatu agar menjadi lebih baik selama 7 hari.


Dengan targated penonton remaja, film ini membawa dua nama pemain yang dari face sangat menarik. Durasinya tidak panjang namun cukup buat penonton terdengar histeris menyaksikan film ini di jam pertama, teater 3 bioskop Semarang.


by @asmarie_




Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotpromosi
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali