Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Coba Nasi Goreng Kebuli Pertama Kali di HOC Cafe Semarang, Rasanya Bikin Penasaran!

Sudah lama kami penasaran dengan HOC Cafe Semarang, tempat yang sering kami lewati tiap Kamis malam saat menuju lapangan futsal. Lokasinya strategis karena berada di kawasan Undip Pleburan. Bulan Agustus kemarin, akhirnya kami berkesempatan mampir ke sana.

Ada cerita menarik di balik kunjungan pertama ini. Beberapa hari sebelumnya, kami sudah merencanakan makan di sebuah tempat bernuansa Sunda bersama rekan-rekan. Namun, rencana tinggal rencana, di hari-H ternyata tempatnya sedang tutup.

Karena tidak mau gagal, kami langsung putar otak dan memutuskan pindah ke Hayam Wuruk Old Cafe atau HOC Cafe yang masih satu kawasan. Salah satu rekan kami pernah ke sana, jadi tanpa ragu kami langsung meluncur ke sana.

Atmosfer Tempo Dulu yang Bikin Betah

Dari luar, kami selalu penasaran dengan bentuk bangunan HOC Cafe. Terlihat seperti rumah biasa, bukan kafe yang selama ini kami bayangkan. Tapi begitu masuk, bayangan kami langsung terjawab. Sesuai namanya, kafe ini memang mengusung tema tempo dulu atau vintage dengan sentuhan modern.

Bagian dalamnya memiliki arsitektur yang menarik dan interior yang dipenuhi barang-barang kuno. Suasananya nyaman dan cocok sekali untuk bernostalgia. HOC Cafe menyediakan area indoor dan outdoor, jadi kami bisa memilih tempat duduk sesuai selera.

Bertemu Nasi Goreng Kebuli untuk Pertama Kali

Karena kunjungan ini tidak terencana, kami tidak banyak mengeksplorasi buku menu. Perut kami sudah lapar dan memasuki jam makan siang. Awalnya, kami ingin memesan Nasi Goreng Ikan Asin, tapi salah satu rekan menawarkan untuk coba Nasi Goreng Kebuli.

Kami pun penasaran. Jarang-jarang ada menu nasi kebuli digoreng. Kebuli yang identik dengan cita rasa Timur Tengah, tentu akan memberikan rasa berbeda. Rempah-rempah yang kuat seperti kapulaga, cengkeh, dan kayu manis, pasti akan membuat nasi goreng ini lain dari yang lain.

Saat hidangan tiba, kami mencicipinya dan langsung setuju kalau rasanya memang enak! Kami yang bukan ahli makanan ini pun hanya bisa tertawa dan mengangguk puas. Bumbunya terasa kaya dan aromanya lebih kuat, mirip nasi kebuli asli, tapi disajikan dalam bentuk nasi goreng yang lebih akrab di lidah orang Indonesia.

Nasi Goreng Kebuli di HOC Cafe ini dibanderol dengan harga Rp33.000. Untuk kami yang suka mencari makan hemat, harga ini lumayan mahal, tapi bagi para pecinta kuliner, harga ini cukup sebanding dengan rasa dan pengalaman yang ditawarkan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🎡 Dugderan Semarang 2026: Harmoni Tradisi di Tengah Riuhnya Sambut Imlek dan Ramadan

🏮 Daftar Acara Pasar Imlek Semawis 2026: Kuda Datang, Sukses Menjelang

🏛️ KOV Koffie Heritage: "Kopi Seperak" yang Mengguncang Sudut Kota Lama

AMOLI, Laptop Buatan Mana?