Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Parade HUT Jateng: Antara Hujan, Rezeki, dan Mobil Hias Kendal

Malam itu, Kamis (21/8), seakan-akan langit tak merestui niat kami untuk menyaksikan Parade Seni dan Budaya dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Jawa Tengah. Acara yang sedianya bakal membanjiri Jalan Pahlawan, tepat di depan kantor Gubernuran, mendadak buyar dihantam hujan deras.

Demi Parade Seni yang Bikin Penasaran

Jujur, kami sudah tak sabar menanti momen ini. Terutama, arak-arakan keseniannya yang selalu sukses bikin warga Semarang penasaran. Mumpung jadwal futsal lagi kosong, kami langsung tancap gas menuju Jalan Pahlawan. Selain parade, di sana juga ada festival jamu dan kuliner yang siap memanjakan lidah.

Kami tiba dan melihat sebuah panggung megah sudah berdiri gagah. Di sana, para seniman dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan menampilkan kebolehannya. Ada barongan dari Kudus, tari kebo dari Cilacap, tari rebana dari Demak, Tari Gladen Prawiratama dari Kendal, sampai tari "Mina Laut" dari Batang.

Sayangnya, kami tak bisa merapat ke area utama karena bukan undangan. Kami memilih mencari posisi strategis yang agak jauh, biar dapat pemandangan yang lebih luas. Namun, setelah puluhan menit menunggu, yang datang bukan parade, melainkan hujan yang mengguyur tanpa ampun.

Hujan Jadi Cerita Tersendiri

Melihat kerumunan yang bubar jalan, kami sempat pesimis. Tapi, di tengah kekacauan itu, para seniman tetap tampil penuh semangat di bawah rintik hujan yang terus membasahi. Kami bersyukur, jas hujan yang sudah kami siapkan di tas akhirnya terpakai juga.

Pemandangan paling menarik justru datang dari para pedagang dadakan yang tiba-tiba muncul. Mereka ramai-ramai mengeluarkan jas hujan plastik sekali pakai dengan harga "murah meriah" dan laku keras. Benar-benar rezeki nomplok! Aksi jual-beli dadakan ini jadi bumbu pelengkap yang bikin malam itu tak terlupakan.

Hujan memang membuat cerita berbeda. Sayangnya, waktu yang molor membuat kami tak bisa berlama-lama mengambil foto dan video. Kami khawatir ponsel kami rusak karena kelamaan merekam di bawah guyuran hujan. Jadi, kami hanya mengambil beberapa momen singkat lalu pulang.


Secara keseluruhan, Parade Seni dan Budaya kali ini bukan hanya soal keindahan seni, tapi juga tentang semangat para seniman dan masyarakat yang tak gentar diterjang hujan. Selamat untuk Kabupaten Kendal yang berhasil mencuri perhatian dan menjadi juara pertama kategori mobil hias terbaik.

...

Beberapa video nanti akan kami unggah di YouTube dotsemarang dan dibagiin di blog galeri foto. Ditunggu saja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🪁 Apa Kabar Festival Layang-Layang Internasional Semarang? Menanti di Awann Costa, Temu Asyiknya di BKT