Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Parade HUT Jateng: Antara Hujan, Rezeki, dan Mobil Hias Kendal

Malam itu, Kamis (21/8), seakan-akan langit tak merestui niat kami untuk menyaksikan Parade Seni dan Budaya dalam rangka memeriahkan HUT Provinsi Jawa Tengah. Acara yang sedianya bakal membanjiri Jalan Pahlawan, tepat di depan kantor Gubernuran, mendadak buyar dihantam hujan deras.

Demi Parade Seni yang Bikin Penasaran

Jujur, kami sudah tak sabar menanti momen ini. Terutama, arak-arakan keseniannya yang selalu sukses bikin warga Semarang penasaran. Mumpung jadwal futsal lagi kosong, kami langsung tancap gas menuju Jalan Pahlawan. Selain parade, di sana juga ada festival jamu dan kuliner yang siap memanjakan lidah.

Kami tiba dan melihat sebuah panggung megah sudah berdiri gagah. Di sana, para seniman dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah akan menampilkan kebolehannya. Ada barongan dari Kudus, tari kebo dari Cilacap, tari rebana dari Demak, Tari Gladen Prawiratama dari Kendal, sampai tari "Mina Laut" dari Batang.

Sayangnya, kami tak bisa merapat ke area utama karena bukan undangan. Kami memilih mencari posisi strategis yang agak jauh, biar dapat pemandangan yang lebih luas. Namun, setelah puluhan menit menunggu, yang datang bukan parade, melainkan hujan yang mengguyur tanpa ampun.

Hujan Jadi Cerita Tersendiri

Melihat kerumunan yang bubar jalan, kami sempat pesimis. Tapi, di tengah kekacauan itu, para seniman tetap tampil penuh semangat di bawah rintik hujan yang terus membasahi. Kami bersyukur, jas hujan yang sudah kami siapkan di tas akhirnya terpakai juga.

Pemandangan paling menarik justru datang dari para pedagang dadakan yang tiba-tiba muncul. Mereka ramai-ramai mengeluarkan jas hujan plastik sekali pakai dengan harga "murah meriah" dan laku keras. Benar-benar rezeki nomplok! Aksi jual-beli dadakan ini jadi bumbu pelengkap yang bikin malam itu tak terlupakan.

Hujan memang membuat cerita berbeda. Sayangnya, waktu yang molor membuat kami tak bisa berlama-lama mengambil foto dan video. Kami khawatir ponsel kami rusak karena kelamaan merekam di bawah guyuran hujan. Jadi, kami hanya mengambil beberapa momen singkat lalu pulang.


Secara keseluruhan, Parade Seni dan Budaya kali ini bukan hanya soal keindahan seni, tapi juga tentang semangat para seniman dan masyarakat yang tak gentar diterjang hujan. Selamat untuk Kabupaten Kendal yang berhasil mencuri perhatian dan menjadi juara pertama kategori mobil hias terbaik.

...

Beberapa video nanti akan kami unggah di YouTube dotsemarang dan dibagiin di blog galeri foto. Ditunggu saja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🔵 Surprize! Akun Trakteer dotsemarang Akhirnya Bercentang Biru

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

🚀 ASUS ROG Flow Z13-KJP: Tablet "Sultan" 128GB RAM yang Siap Diajak Gowes Keliling Semarang

Event Cosplay di Kota Semarang