Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Bolang-Baling Termahal di Kota Semarang?

Sabtu malam lalu (20/9), kami kembali ke Bolang-baling Gang Lombok. Dulu, saat pertama kali mencicipinya di tahun 2019, harganya masih Rp7.000. Sekarang?

Jalan Pekojan, Semarang, belakangan ini memang jadi sorotan di media sosial karena mendadak ramai dikunjungi anak muda. Saking ramainya, beberapa pengguna medsos sampai menyebutnya 'Semarang fomo'

Kami mencoba melihat langsung fenomena ini dan memang benar adanya. Luar biasa, tapi kami akan bahas di lain waktu. Sekarang, kami mau fokus ke jajanan satu ini yang harganya bikin geleng-geleng kepala dan jualannya ada di sekitar Pekojan juga.

Bolang-Baling Gang Lombok

Lokasinya masih sama seperti dulu, yaitu di dekat jembatan arah Klenteng Tay Kak Sie. Gerobaknya tampak lebih rapi dan menarik dari sebelumnya. Yang bikin senang, mereka sudah menerima pembayaran non-tunai lewat QRIS.

Awalnya, kami tak ada niat membeli jajanan ini saat memantau Pekojan. Entah kenapa, ban sepeda kami tiba-tiba berhenti di depan gerobaknya. Kami pikir harganya masih di bawah Rp10.000, mengingat artikel yang pernah kami unggah di blog lama harganya masih Rp7.000. Eh, saat bertanya, harganya ternyata Rp13.000.

Rasanya nyesek. Harga segitu bisa buat beli lauk di warteg untuk makan seminggu. Tapi karena sudah terlanjur bertanya, kami tak bisa mundur meski dompet sudah menjerit. Akhirnya, mau tak mau, kami beli juga bolang-baling seharga Rp13.000 per buahnya.

Termahal di Semarang?

Sejauh ini, kami bisa bilang iya. Dibandingkan dengan bolang-baling legendaris lain di Peterongan, Gang Lombok ini tetap yang paling mahal.

Namun, harga Rp13.000 itu bukan tanpa alasan. Bolang-balingnya berukuran raksasa. Selain itu, jualannya sudah ada sejak tahun 1950-an. Entah ini sudah generasi ke berapa, yang jelas, bolang-baling ini punya sejarah panjang.

Meski harganya bikin kaget, ada hikmahnya. Kami jadi punya materi tulisan baru untuk dibandingkan dengan postingan lama kami. Dan yang paling penting, rasanya tetap enak kok.

Kalau kalian, sudah pernah coba belum?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

🛕 Menghadiri 'Perjalanan Napak Tilas' Puspaloka x Jagad Nusa di Pura Agung Giri Natha

🇮🇩 Melihat Sisi Lain Logo HUT RI ke-81 yang Lahir dari Sayembara dan Pilihan Netizen

💻 Lebih dari Sekadar Laptop Bisnis: Menilik Komitmen Green Tech ASUS Menuju Net Zero 2050

📱 Dilema HP Veteran: Cerita Oppo F1 Plus Kami yang "Pensiun Dini" dari WhatsApp Sebelum Waktunya