Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Bolang-Baling Termahal di Kota Semarang?

Sabtu malam lalu (20/9), kami kembali ke Bolang-baling Gang Lombok. Dulu, saat pertama kali mencicipinya di tahun 2019, harganya masih Rp7.000. Sekarang?

Jalan Pekojan, Semarang, belakangan ini memang jadi sorotan di media sosial karena mendadak ramai dikunjungi anak muda. Saking ramainya, beberapa pengguna medsos sampai menyebutnya 'Semarang fomo'

Kami mencoba melihat langsung fenomena ini dan memang benar adanya. Luar biasa, tapi kami akan bahas di lain waktu. Sekarang, kami mau fokus ke jajanan satu ini yang harganya bikin geleng-geleng kepala dan jualannya ada di sekitar Pekojan juga.

Bolang-Baling Gang Lombok

Lokasinya masih sama seperti dulu, yaitu di dekat jembatan arah Klenteng Tay Kak Sie. Gerobaknya tampak lebih rapi dan menarik dari sebelumnya. Yang bikin senang, mereka sudah menerima pembayaran non-tunai lewat QRIS.

Awalnya, kami tak ada niat membeli jajanan ini saat memantau Pekojan. Entah kenapa, ban sepeda kami tiba-tiba berhenti di depan gerobaknya. Kami pikir harganya masih di bawah Rp10.000, mengingat artikel yang pernah kami unggah di blog lama harganya masih Rp7.000. Eh, saat bertanya, harganya ternyata Rp13.000.

Rasanya nyesek. Harga segitu bisa buat beli lauk di warteg untuk makan seminggu. Tapi karena sudah terlanjur bertanya, kami tak bisa mundur meski dompet sudah menjerit. Akhirnya, mau tak mau, kami beli juga bolang-baling seharga Rp13.000 per buahnya.

Termahal di Semarang?

Sejauh ini, kami bisa bilang iya. Dibandingkan dengan bolang-baling legendaris lain di Peterongan, Gang Lombok ini tetap yang paling mahal.

Namun, harga Rp13.000 itu bukan tanpa alasan. Bolang-balingnya berukuran raksasa. Selain itu, jualannya sudah ada sejak tahun 1950-an. Entah ini sudah generasi ke berapa, yang jelas, bolang-baling ini punya sejarah panjang.

Meski harganya bikin kaget, ada hikmahnya. Kami jadi punya materi tulisan baru untuk dibandingkan dengan postingan lama kami. Dan yang paling penting, rasanya tetap enak kok.

Kalau kalian, sudah pernah coba belum?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🎡 Dugderan Semarang 2026: Harmoni Tradisi di Tengah Riuhnya Sambut Imlek dan Ramadan

🏮 Daftar Acara Pasar Imlek Semawis 2026: Kuda Datang, Sukses Menjelang

🏛️ KOV Koffie Heritage: "Kopi Seperak" yang Mengguncang Sudut Kota Lama

AMOLI, Laptop Buatan Mana?