Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Winter in Tokyo
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film berdurasi 103 menit ini rilis tanggal 11 Agustus 2016. Dibintangi Dion Wiyoko, Morgan, Pamela Bowie dan Kimberly Rider berikut review filmnya.
Minggu kedua bulan Agustus, sebenarnya ada 3 film Indonesia yang tayang di Indonesia. Tapi hanya 1 film yang tayang di bioskop Semarang dan film ini yang sedang Anda baca sekarang.
Cerita menarik
Diangkat dari sebuah novel, cerita film yang disutradarai Fajar Bustomi ini sangat menarik. Terutama buat remaja. Tayang perdana kemarin, film ini mendapat antusias cukup baik untuk jumlah penonton di jam pertama.
Mengambil setting kota Tokyo - Jepang, Pamela yang berperan sebagai Keiko bertemu dengan pria baru yang pindah ke apartemennya. Ya, pria itu adalah Dion yang berperan sebagai Nishimura Kazuto. Keduanya menjadi inti cerita dari film ini.
Sepanjang cerita, keduanya terlibat kisah asmara yang malu-malu tapi pura-pura mau. Dimasukkannya Morgan sebagai Akira, sahabat dari Dion dan cinta pertama Keiko, alur ceritanya mulai berubah. Saya pikir mereka akan terlibat cinta segitiga.
Bakalan mudah ketebak nih benang merahnya. Saya malah membayangkan film ini adalah film drama Jepang versi Indonesia. Para pemain sangat fasih menggunakan bahasa Jepang, plus dibalut suasana pemandangan kota Tokyo yang indah-indah. Termasuk ramainya masyarakat di sana.
Tapi tebakan saya meleset. Cinta segitiga yang saya anggap akan terjadi konflik malah berbeda dengan alur cerita. Malah jadi kisah cinta berempat. Hadirnya Kimberly membuat suasana lebih sedikit panas. Plus hilangnya ingatan Kazuto setelah dipukuli beberapa orang.
Pamela yang ceria, manja dan gemesin berubah menjadi wanita tegar dan membiarkan semua terjadi begitu saja. Untunglah tidak begitu banyak mendramatisir cerita.
Karakter pemain
Sebelum film ini, saya sangat suka dengan akting Morgan di film Jilbab Traveler. Ada karakter di sana, plus wajah ganteng. Sayang di sini malah tidak begitu terlihat, Morgan yang menjadi dokter dan pria baik seakan menjadi bintang tamu saja.
Paling kuat karakternya di film ini malah Pamela yang punya wajah khas Jepang sekali. Wanita periang, tapi takut akan gelap. Malu-malu tapi berani mengungkapkan sesuatu. Terlihat manja tapi tidak lebay. Saya suka sekali.
Untuk karakter Kazuto, saya melihatnya adalah karakter cool, cuek dan sedikit romantis dengan agak nekat. Dion yang memainkannya buat saya agak kurang untuk aktingnya. Entah mengapa saya berpikir demikian, andai bisa memilih, saya malah inginnya Reza. Mungkin karena yang dicari wajah oriental, memang pilihannya Dion yang terbaik.
Yang lain, seperti Morgan, Brigytha Cynthia, Brandon Salim dan Kimberly Rider sudah cukup melengkapi cerita. Brandon ternyata main satu film bareng ayahnya, Ferry Salim. Semua karakter benar-benar seperti pemain Jepang.
Gambar yang kurang
Beberapa review film Indonesia yang kofindo review sepertinya masalah gambar tidak akan bermasalah. Karena saya yakin, gambar merupakan element penting dan semua sudah belajar dari masa lalu.
Sayangnya tidak demikian di film yang diproduksi Unlimited Production, Maxima Pictures, ada beberapa bagian yang kurang baik atau terdapat noise. Disayangkan sekali, padahal saya suka ceritanya.
Terlepas dari kekurangan tersebut, menonton film ini membuat kesenangan sendiri. Terutama Suasana yang dibangun.
...
Film yang diangkat dari buku memang memiliki basis penonton sendiri. Jadi tak heran saat mengetahui jumlah penontonnya lebih banyak ketimbang film Bangkit di hari pertama tayang dan jam pertama.
Ceritanya ringan dan sederhana, dibalut dengan keindahan suasana Jepang membuat saya sangat menikmati. Anggap saja nonton film drama Jepang ala Indonesia dengan teks dibagian bawahnya, karena para pemain sering banget menggunakan bahasa Jepang.
Ada yang bertanya mengapa judulnya Winter in Tokyo (bukan artinya)? Kalau melihat secara keseluruhan filmnya, kenangan saat menunggu seseorang diwaktu hujan sepertinya itu intinya. Suka, jatuh cinta, penasaran, dan patah hati.
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Hari ini, tanggal 3 Juni 2026, linimasa media sosial mendadak dipenuhi oleh unggahan tentang World Bicycle Day atau Hari Bersepeda Sedunia . Uniknya, informasi ini justru pertama kali kami temukan saat sedang asyik berselancar di Threads—platform yang belakangan ini terasa lebih acak, organik, tapi punya rasa lokal yang sangat kuat. Beda cerita dengan linimasa X (Twitter) kami yang sudah telanjur "terpolusi" secara positif oleh obrolan dunia bola, sehingga kabar-kabar seputar lifestyle dan hari peringatan global seperti ini sukses tenggelam tanpa jejak. Kemana Saja Kami Selama 14 Tahun Ini? Membaca riuhnya ucapan selamat di media sosial, jujur saja, ada rasa terkejut yang menggelitik. Bagaimana tidak? Kami sudah aktif mengayuh pedal menyusuri jalanan dan berbagai sudut kota selama 14 tahun terakhir. Bagi kami, sepeda bukan lagi sekadar alat olahraga atau rekreasi di akhir pekan, melainkan teman setia mobilitas harian dan saksi bisu perkembangan infrastruktur jalanan yang ka...
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI berjalan begitu cepat. Sadar akan kebutuhan dunia kerja yang makin dinamis, ASUS Indonesia resmi mengumumkan integrasi arsitektur AI hybrid ke seluruh lini perangkat komersial mereka. Langkah ini mempertegas komitmen mereka dalam menghadirkan ekosistem PC AI yang solutif untuk skala bisnis. Kabar ini disampaikan melalui rilis resmi bertajuk Press Release 'ASUS Integrasikan Arsitektur AI Hybrid di Seluruh Perangkat Komersial' yang kami terima akhir bulan Mei kemarin (29/5). Mulai sekarang, teknologi cerdas tersebut sudah bisa dinikmati di laptop ASUS ExpertBook, desktop ASUS ExpertCenter, hingga PC mini ASUS NUC. Langkah ini semacam jadi jawaban ASUS untuk membantu perusahaan menyeimbangkan antara performa kerja yang tinggi dan efisiensi biaya saat menerapkan aplikasi AI generatif. Kenapa Harus AI Hybrid? Selama ini, banyak perusahaan mengandalkan sistem berbasis cloud murni untuk menjalankan program AI ...
Meninggalkan bulan Mei, kami teringat akan dua momen banjir di lokasi yang sama yang sempat kami alami. Menariknya, kedua momen ini seperti memiliki ikatan tersendiri karena terjadi pada tanggal yang sama-sama memiliki unsur angka 2. Momen pertama terjadi saat kami pulang meliput kemeriahan Semarang Night Carnival (SNC) , dan momen kedua ketika kami sedang menuju sebuah acara di Rumah Sakit Telogorejo (SMC). Jika tidak mengalaminya secara langsung, kami mungkin tidak akan pernah tahu kalau ruas Jalan Kartini—mulai dari tikungan Jalan MT Haryono hingga sebelum jembatan Kartini—termasuk wilayah yang rawan tergenang air apabila hujan deras mengguyur dalam durasi yang lumayan lama. Kejadian ini seolah kembali memperkuat branding "Semarang Kota Banjir", sebuah topik yang pada musim penghujan kemarin begitu santer dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Padahal, jika ditarik benang merahnya, Jalan Kartini dan genangan air merupakan cerita klasik yang terus ber...
Siapa sangka pengalaman mengecek saldo kartu e-money di Uptown Mall Semarang beberapa minggu lalu menjadi cerita seru yang menggelitik untuk diingat kembali. Ternyata, urusan digitalisasi di fasilitas umum seperti ini tidak selamanya langsung dipahami semua orang. Bukan kami saja yang sempat kebingungan, apakah kamu juga pernah merasakannya? Ceritanya, hari itu kami baru saja sampai di Uptown Mall Semarang yang berlokasi di kawasan BSB City dengan menumpang ojek online (ojol). Keputusan naik ojol ini diambil karena waktu yang sudah mepet dengan jadwal sebuah event yang ingin kami kejar. Rencananya, untuk perjalanan pulang nanti, kami ingin naik bus Trans Semarang saja biar lebih hemat. Alasan Mengapa Harus Cek Saldo di Mesin ATM Salah satu alasan terbesar mengapa kami harus melakukan cek kartu e-money secara manual sore itu adalah karena smartphone yang kami miliki saat ini belum mendukung fitur NFC ( Near Field Communication ). Bagi pemilik ponsel tanpa NFC, mengetahui sisa saldo...
Thanks untuk sinopsis yang lengkap tentang film ini.
ReplyDeleteregards,
Review Film Hollywood
http://reviewfilmhollywood.blogspot.com