Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Aplikasi Nada Kita
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Era 4G sekarang membuat aplikasi streaming tumbuh subur. Tak dipungkiri lagi, keberadaannya disatu sisi memberi keuntungan tersendiri buat penggunanya. dotsemarang kali ini mencoba mereview salah satu aplikasi streaming musik buatan Australia Tuned Global, yakni Nada Kita.
Ada yang sudah gunakan aplikasi ini? Atau malah baru tahu. Kalau belum tahu, mungkin Anda tertarik setelah membaca review dotsemarang ini. Aplikasi Nada Kita kapasitasnya lumayan besar, sekitar 10 Mb. Jadi sebelum menginstalnya, cek dulu kapasitas memori.
Full Indonesia
Sesuai namanya yang Indonesia banget, konten yang dihadirkan 100% Indonesia. Buat yang berharap mencari lagu luar, maaf dulu deh. Pinggir dulu.
Video singkat berikut ini menjelaskan sedikit bagaimana aplikasi ini saat dibuka.
Hanya ada 3 pilihan untuk mengeksplore isi aplikasi ini, Home, Stasiun dan Baru. Home sendiri berisi banyak lagu secara umum. Pindah ke statisun, pengguna akan melihat kategori Tren dan Browse. Terakhir Baru, di sini pengguna menemukan beberapa update lagu terbaru dari penyanyi maupun kumpulan lagu.
Hemat Kuota Internet
Paling dijual dari aplikasi ini agar pengguna tertarik adalah hematnya kuota pada saat digunakan. Maklum, aplikasi sejenis sudah begitu banyak dan menawarkan berbagai kelebihan yang tidak dapat diragukan lagi.
Jelas, Nada kita memilih strategi cerdas yang melihat masyarakat Indonesia menyukai sesuatu yang begini - hemat kuota. Seperti pernyataan berikut yang dotsemarang ambil dari situs internet.
Nada Kita dioptimalkan sedemikian rupa sehingga tidak memakan paket data secara berlebihan. Sebagai ilustrasi, menonton lima video di Youtube menghabiskan data sekira 60 MB yang setara dengan mendengarkan 83 judul lagu di Nada Kita,” Con Raso, managing director Tuned Global.
Gratis
Hingga tulisan ini dibuat, dotsemarang yang sudah mencoba memang melihat aplikasi ini gratis. Tidak seperti kompetitor yang memiliki cara agar penggunanya mau membayar. Siapa coba yang tidak ingin gratisan. Saat ini Nada Kita sudah tersedia buat OS Android & Apple. S
Kekurangan
Saat ini saya juga menggunakan aplikasi Joox. Untuk melihat perbedaannya, aplikasi Nada Kita tidak memiliki fitur yang saya suka seperti Tidak Ada Penghitung Waktu dan No Save Offline.
Tidak ada penghitung mundur dalam memainkan lagu bermanfaat saat Anda ingin beristirahat sambil ditemani musik. Fitur tersebut dapat diatur sesuai kebutuhan, semisal 30 menit atau 1 jam dan lebih lama lagi.
Meski digadang hemat kuota, ada saat-saat dimana pengguna kehilangan sinyal disebuah daerah. Saat tidak ada, fitur save offline sangat dibutuhkan tentunya. Tertarik menggunakan?
Informasi lainnya dapat langsung cek websitenya di sini.
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Saat pertama kali mengitari deretan menu yang siap dihidangkan, pandangan kami sempat terhenti pada sebuah stall sederhana. Namanya Nasi Glewo . Awalnya terlihat biasa saja, namun setelah mendapatkan penjelasan dari pihak hotel, kami langsung bergegas mengambil piring. Oh, jadi begini penampakannya. Pernahkah terpikir ada kuliner Semarang yang sekilas mirip dengan Nasi Gandul khas Pati? Jujur saja, dalam dunia perkulineran kami merasa masih cukup awam. Namun jika bicara soal rekomendasi kuliner di Semarang, mungkin beberapa arsip artikel yang sudah kami tulis bisa menjadi referensi. Menariknya, Nasi Glewo belum pernah sekalipun mampir dalam postingan blog kami. Perjumpaan di Hotel Horison Nindya Semarang ini resmi menambah daftar panjang kekayaan rasa lokal yang patut kami rekomendasikan, meski untuk saat ini, lokasi yang baru bisa kami temukan adalah di hotel ini saja. Kuliner Legendaris yang Kian Langka Rasa penasaran membawa kami menelusuri jejaknya di jagat maya. Berbeda dengan T...
Kami benar-benar dibuat kaget saat mendengar kabar Hotel Harris Semarang resmi berganti baju menjadi Horison Ultima . Perubahan ini ternyata sudah terjadi sejak awal tahun 2026. Padahal, setiap menuju Simpang Lima saat Car Free Day (CFD), kami sering melewati jalan utama menuju hotel ini tanpa menyadari ada transisi besar di baliknya. Apa yang sebenarnya terjadi? Kabar ini baru kami ketahui secara tidak sengaja saat bertemu rekan hotel yang dulunya merupakan tim pemasar Harris Hotel Semarang. Beliau yang kini bertugas di Grand Candi Hotel, mengundang kami dalam sebuah acara buka puasa (19/2). Mengingat beliau sudah sangat identik dengan Harris, perpindahan ini tentu mengejutkan bagi kami. Momentum Rebranding di Awal Tahun Karena penasaran, beberapa hari kemudian kami langsung meluncur ke lokasi. Kebetulan waktunya berbarengan dengan aktivitas Pasar Tumpah atau Pasar Minggu di sepanjang Jalan Ki Mangunsarkoro. Ini jadi alasan tepat bagi kami untuk memotret langsung perubahan yang terj...
Tahun ini, kami memutuskan untuk mengambil sudut pandang yang berbeda. Jika biasanya ciri khas Dugderan yang kami incar adalah keriuhan arak-arakan di jalanan , kali ini fokus kami beralih ke titik akhir prosesi: Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) . Siapa sangka, suasananya ternyata tidak kalah ramai dan punya magnet tersendiri. Senin sore (16/2), ruas Jalan Gajah Raya tampak lebih padat dari biasanya. Kemacetan mulai mengular, terutama di akses masuk lingkungan MAJT. Semua mata tertuju pada kedatangan rombongan Wali Kota Semarang yang akan menutup tradisi Dugderan sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadan. Ganti Suasana: Antara Nyaman dan Penasaran Sebenarnya, kami jarang memilih menunggu di MAJT. Bagi kami, momentum paling menarik biasanya tetaplah arak-arakan yang menempuh rute dari Balai Kota menuju Masjid Agung Semarang (Kauman). Namun, ada kalanya kami ingin ganti suasana. Selain alasan mencari perspektif baru, jujur saja, kami lagi malas harus ikut berdesak-desakan di pinggir ja...
Seperti tahun-tahun sebelumnya, langkah kaki kami kembali tertuju ke sini setiap bulan Ramadan. Menyesap suasana bangunan bersejarah, mendengarkan ceramah yang meneduhkan, dan tentu saja, menanti semangkuk Bubur India dengan resep legendaris yang sudah bertahan ratusan tahun . Namun, ada satu pemandangan yang sempat luput dari ingatan kami. Penasaran? Geliat UMKM di Depan Masjid Sabtu malam (21/2), kami sedikit dibuat kaget dengan deretan tenda yang terpasang rapi di depan Masjid Jami Pekojan. Apakah ada bazar atau pasar Ramadan dadakan? Maklum, selama ini setiap berkunjung ke sini, jarang sekali ada aktivitas "ekstra" seperti ini di area depan. Setelah memarkirkan sepeda dan berbincang dengan penyelenggara, barulah kami tahu kalau tenda-tenda tersebut bukan agenda internal pihak masjid. Melainkan inisiatif warga kampung sekitar yang berkolaborasi dengan para pelaku UMKM. Sebuah pemandangan yang segar, melihat ekonomi lokal ikut berdenyut di pelataran cagar budaya. Digitali...
Baru tau aplikasi ini thanks kak infonya
ReplyDeleteNonton film horror
Download film horror