Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Tlogosari Semarang Hari Ini?

Minggu pagi, 27 Juli 2025, kami memilih jalan-jalan ke Tlogosari ketimbang ikutan ramainya Arak-arakan Cheng Ho. Entah kenapa, kaki ini kok ya ngajak ke sini. Mungkin karena kenangan lama yang tiba-tiba nendang, atau karena kami sadar belum pernah nulis khusus soal Tlogosari di blog. Semoga ini jadi pembuka kran buat cerita-cerita lain, deh!

Tlogosari, apa kabar? Sudah bertahun-tahun kami nggak mampir ke kawasan ini, yang dulu jadi bagian tak terpisahkan dari masa kuliah kami sebelum 2020. Dari nongkrong di warung kopi pinggir jalan, ngumpul di kosan temen sambil ngerumpi, sampai momen kepepet jual hape demi nutup pengeluaran dadakan—semuanya ada di Tlogosari.

Pas balik lagi, kami kira bakal ketemu suasana baru. Eh, ternyata Tlogosari Raya masih sama ramainya. Warung bakso legendaris di pojokan masih setia menyapa dengan kuah gurih yang bikin kangen. Bapak-bapak di gang juga masih asyik ngobrol, dari soal harga beras sampai prediksi bola. Kayak pulang ke rumah lama, deh, semua serasa familiar.

Tapi, apa bener nggak ada yang berubah? Kami jalan-jalan lebih jauh, dan ternyata ada cerita baru di balik wajah Tlogosari yang “gitu-gitu aja”. Di beberapa sudut, warung kopi kekinian mulai bermunculan, lengkap dengan wifi dan menu latte yang Instagramable. Katanya, UMKM di sini juga lagi naik daun. Dari makanan ringan kayak keripik tempe sampai kerajinan tangan, sekarang udah go online dan dikirim sampai luar kota. Keren, nggak?

Cuma, nggak semua cerita di Tlogosari seindah latte art. Warga bilang kawasan Tlogosari Kulon masih suka kebanjiran pas hujan deras, bahkan sempat bikin mobil kelelep awal 2025 ini. Sungai Tlogosari yang dangkal jadi biang keladinya. Terus, hawa di sini sekarang lebih gerah, mungkin karena pohon-pohon rindang yang dulu bikin adem udah banyak yang hilang. Nostalgia sih, tapi kami kangen Tlogosari yang dulu lebih hijau.

Buat kami, Tlogosari hari ini kayak sahabat lama yang setia sama karakternya: ramai, hangat, tapi nggak lepas dari drama khas Semarang. Kami berharap ke depan Tlogosari bisa lebih asri, sungainya nggak bikin deg-degan tiap hujan, dan UMKM-nya makin mendunia. Tapi jujur, yang bikin kami selalu pengen balik ya suasana “rumah” di sini—campuran bau sate, suara klakson, dan tawa warga yang bikin hati hangat.

Kalian, kapan terakhir mampir ke Tlogosari? Ceritain dong di kolom komentar, apa yang bikin kalian kangen sama kawasan ini!

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🥣 Menghidupkan Kembali Nasi Glewo, Kuliner Langka Semarang di Pasar Ambyar Horison Nindya

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

🚲 Car Free Day Semarang Libur Selama Ramadan 2026, Kapan Aktif Lagi?

📌 Dugderan Semarang 2026: Menikmati "Gong" Terakhir di Pelataran MAJT

AMOLI, Laptop Buatan Mana?