Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Tlogosari Semarang Hari Ini?

Minggu pagi, 27 Juli 2025, kami memilih jalan-jalan ke Tlogosari ketimbang ikutan ramainya Arak-arakan Cheng Ho. Entah kenapa, kaki ini kok ya ngajak ke sini. Mungkin karena kenangan lama yang tiba-tiba nendang, atau karena kami sadar belum pernah nulis khusus soal Tlogosari di blog. Semoga ini jadi pembuka kran buat cerita-cerita lain, deh!

Tlogosari, apa kabar? Sudah bertahun-tahun kami nggak mampir ke kawasan ini, yang dulu jadi bagian tak terpisahkan dari masa kuliah kami sebelum 2020. Dari nongkrong di warung kopi pinggir jalan, ngumpul di kosan temen sambil ngerumpi, sampai momen kepepet jual hape demi nutup pengeluaran dadakan—semuanya ada di Tlogosari.

Pas balik lagi, kami kira bakal ketemu suasana baru. Eh, ternyata Tlogosari Raya masih sama ramainya. Warung bakso legendaris di pojokan masih setia menyapa dengan kuah gurih yang bikin kangen. Bapak-bapak di gang juga masih asyik ngobrol, dari soal harga beras sampai prediksi bola. Kayak pulang ke rumah lama, deh, semua serasa familiar.

Tapi, apa bener nggak ada yang berubah? Kami jalan-jalan lebih jauh, dan ternyata ada cerita baru di balik wajah Tlogosari yang “gitu-gitu aja”. Di beberapa sudut, warung kopi kekinian mulai bermunculan, lengkap dengan wifi dan menu latte yang Instagramable. Katanya, UMKM di sini juga lagi naik daun. Dari makanan ringan kayak keripik tempe sampai kerajinan tangan, sekarang udah go online dan dikirim sampai luar kota. Keren, nggak?

Cuma, nggak semua cerita di Tlogosari seindah latte art. Warga bilang kawasan Tlogosari Kulon masih suka kebanjiran pas hujan deras, bahkan sempat bikin mobil kelelep awal 2025 ini. Sungai Tlogosari yang dangkal jadi biang keladinya. Terus, hawa di sini sekarang lebih gerah, mungkin karena pohon-pohon rindang yang dulu bikin adem udah banyak yang hilang. Nostalgia sih, tapi kami kangen Tlogosari yang dulu lebih hijau.

Buat kami, Tlogosari hari ini kayak sahabat lama yang setia sama karakternya: ramai, hangat, tapi nggak lepas dari drama khas Semarang. Kami berharap ke depan Tlogosari bisa lebih asri, sungainya nggak bikin deg-degan tiap hujan, dan UMKM-nya makin mendunia. Tapi jujur, yang bikin kami selalu pengen balik ya suasana “rumah” di sini—campuran bau sate, suara klakson, dan tawa warga yang bikin hati hangat.

Kalian, kapan terakhir mampir ke Tlogosari? Ceritain dong di kolom komentar, apa yang bikin kalian kangen sama kawasan ini!

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

👍 BYD Tech Culture Fest Semarang 2026, Mari Agendakan!

🧠 Mengenal Intel Core Ultra: Era Baru Laptop Berbasis AI untuk Kreator Mobile

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

🏗️ Realistis nan Futuristik: Menengok Kanopi Parkir Panel Surya Raksasa di Mal 23 Semarang

🤖 ASUS Bawa Arsitektur AI Hybrid ke Perangkat Kerja, Solusi Pintar Pangkas Biaya Operasional Perusahaan