Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
ASUS Vivobook S14 (S3407CA) 2025, Laptop Bertenaga Intel AI Canggih
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Dari tiga varian ASUS Vivobook S14 Series yang diperkenalkan, salah satunya sudah kami posting lebih dulu, kini giliran varian keduanya dengan model S3407CA. Kamu bisa cari tahu informasinya di halaman ini.
Jika saja kami tidak menghadiri launching ASUS Vivobook kemarin yang digelar di Jogja (13/8), mungkin kami tidak akan menulis varian keduanya dari Vivobook S14 ini. Yang pertama dengan varian S3407QA sudah kami posting pada bulan Juni malah. Kalau penasaran, kamu bisa lihat linknya di bawah nanti. Tidak usah berlama-lama, mari kita bahas secara sederhana.
Performa Bertenaga dengan AI Canggih
Vivobook S14 (S3407CA) ditenagai prosesor Intel® Core™ Ultra 5 atau Ultra 7 (Series 2), dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) hingga 45+ TOPS.
Kombinasi ini membuat laptop ini lincah menjalankan aplikasi AI, seperti Microsoft Copilot+ PC 2.0, tanpa perlu koneksi internet. Ideal untuk kebutuhan editing konten, multitasking, atau pekerjaan sehari-hari yang menuntut kecepatan.
Desain Premium, Siap Dibawa ke Mana Saja
Dengan ketebalan hanya 15,9 mm dan bobot 1,35 kg, laptop ini sangat portabel untuk kerja mobile. Bodinya menggunakan material dual-metal chassis dengan finishing metalik dan logo CNC yang menambah kesan elegan.
Layar 14 inci IPS hadir dengan opsi resolusi 2K (WUXGA) atau 2,5K (WQXGA), rasio 16:10, dan bezel tipis, menghadirkan visual tajam untuk menonton maupun mengedit.
Performa dan Daya Tahan Baterai
Vivobook S14 (S3407CA) dibekali 16 GB LPDDR5X RAM (dapat diupgrade) dan SSD hingga 1 TB, menjamin performa cepat untuk multitasking.
Baterainya tahan hingga 16-18 jam (tergantung penggunaan), cocok untuk menemani aktivitas seharian tanpa charger. Sistem pendingin canggihnya memastikan laptop tetap adem meski digunakan untuk pekerjaan berat.
Fitur AI dan Konektivitas Modern
NPU bertenaga mendukung fitur AI seperti Super Resolution, Studio Effects, dan akses Copilot offline. Untuk konektivitas, laptop ini menawarkan USB4®, HDMI® 2.1 TMDS, WiFi 6E, serta USB-C® Easy Charge. Semua ini memastikan laptop siap memenuhi kebutuhan modern, dari video call hingga transfer data super cepat.
Harga dan Pilihan Varian
Vivobook S14 (S3407CA) dibanderol mulai dari Rp 13,7 juta (Intel Core Ultra 5) hingga Rp 15,7 juta (Intel Core Ultra 7). Harga ini sedikit lebih tinggi dibandingkan varian Snapdragon X (Rp 12,9 juta) atau AMD Ryzen 7 (Rp 14,09 juta), namun sepadan dengan performa Intel terbaru dan fitur AI canggih.
Spesifikasi lengkap
Berikut kami tampilin spesifikasi lengkap Vivobook S14 (S3407CA). Lalu, beberapa gambar pendukung dan bonus video juga agar lebih mengesankan matamu.
Tertarik? Cek ketersediaan di toko resmi ASUS atau partner terpercaya untuk mendapatkan Vivobook S14 (S3407CA).
Di tengah era banjir informasi seperti sekarang, kampanye melawan hoaks murni mungkin sudah sering kita dengar . Namun, belakangan muncul bentuk penyesatan informasi yang jauh lebih halus dan berbahaya: misleading content (konten menyesatkan). Jika hoaks murni umumnya berisi 100% berita bohong atau fabrikasi tanpa dasar, misleading content justru berdiri di area abu-abu . Ia hadir dengan formula 50% fakta asli + 50% manipulasi framing . Karena membawa potongan fakta atau kenyataan di awalnya, pagar kewaspadaan publik lebih mudah jebol dan menganggap narasi tersebut sebagai kebenaran utuh. Mengapa Misleading Content Sangat Efektif Menjebak? Ada alasan mengapa konten menyesatkan menyebar sangat cepat di media sosial . Penyebarannya memanfaatkan tiga kombinasi utama: Algoritma Platform + Reaksi Emosional + Kecenderungan Psikologis 1. Algoritma Pengincar Engagement : Platform media sosial dirancang untuk memprioritaskan konten yang memicu interaksi tinggi tanpa mempedulikan akurasi rea...
Kami tidak menyangka bisa masuk ke dalam tempatnya juga setelah bulan April lalu hanya bisa mendokumentasikan bagian luarnya lewat tulisan di blog. Seperti apa pengalaman kami di PlayFix dan iFixied Semarang ini? Rasa penasaran tersebut akhirnya terjawab saat berkunjung langsung ke dalam untuk memperbaiki perangkat seperti tablet Samsung dan iPhone 5S di bulan Juli kemarin. Pengalaman langsung ini memberikan gambaran utuh mengenai kualitas layanan yang ditawarkan. Suasana Ruang Tunggu dan Alur Layanan Begitu melangkah melewati pintu kaca, interior yang disuguhkan jauh dari kesan sumpek seperti tempat servis konvensional. Ruangan didominasi warna hitam dan putih minimalis dengan hiasan dinding bertema sirkuit elektronik. Sistem antrean menggunakan nomor tiket fisik yang terintegrasi dengan layar monitor informasi, didukung kursi tunggu panjang yang empuk. Suasana tersebut terasa mirip dengan ruang tunggu diler mobil resmi atau perusahaan operator telekomunikasi. Catatan Kejujuran Serv...
Sebelum meninggalkan Agustus, kami ingin membawa sebuah tren menarik yang sempat meramaikan linimasa warga lokal pertengahan bulan kemarin. Koridor Jalan Madukoro mendadak riuh di media sosial, khususnya Threads, gara-gara deretan foto dan video bunga Tabebuya yang sedang mekar sempurna. Kelopak warna merah muda dan keunguan yang bermekaran lebat sukses menyedot perhatian netizen. Narasi yang beredar pun seragam dan cukup puitis: "Semarang rasa Jepang." Pemandangan ini seolah menjadi penyejuk visual di tengah identitas kota yang biasanya akrab dengan cuaca panas. Namun, jika dicermati lebih dalam, fenomena ini bukan sekadar urusan pohon berbunga di pinggir jalan. Ada cerita menarik tentang bagaimana persepsi publik, pilihan warna, dan algoritma media sosial saling berkelindan menciptakan tren di ruang publik. Kuning yang Warm-Up, Pink-Ungu yang Viral Sejatinya, atraksi bunga mekar ini sudah dimulai sejak bulan Juli lalu di sepanjang Jalan Barito. Kala itu, Tabebuya juga be...
Kami baru sadar jika Minggu pagi ini (16/8) tidak ada Car Free Day. Terakhir kali mencatat kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima libur adalah saat memasuki bulan Ramadan di bulan Februari lalu. Ada apa kira-kira di Simpang Lima? Oalah, kami baru ngeh kalau Senin besoknya ada peringatan 17-an yang akan diadakan di seluruh negeri. Lapangan Pancasila di Simpang Lima rupanya akan digunakan untuk upacara besar. Tidak heran, Minggu pagi ini tidak ada pembatas jalan seperti minggu-minggu pagi sebelumnya. Pemandangan Kontras di Lapangan Pancasila Meski tidak ada pembatas jalan resmi maupun penjagaan ketat petugas di titik-titik masuk Simpang Lima, sebagian warga Semarang terlihat tetap santai memadati kawasan pusat kota ini. Suasana Minggu pagi warga yang biasa gowes , jalan santai, atau sekadar cari angin segar seolah tak surut begitu saja. Hanya saja, pemandangan di Lapangan Pancasila kali ini tampak beda total. Di tengah lalu-lalang warga, deretan aparat TNI dan Kepolisian sudah bersiap m...
Momen 17 Agustus 2026 kemarin menjadi kesempatan bagi kami untuk kembali menginjakkan kaki di lapangan sepak bola Kick Off POJ Semarang. Setelah ulasan pertama kami publikasikan pada April 2025 lalu, pengalaman kali ini menghadirkan sudut pandang yang berbeda dari biasanya: menjajal lapangan full size ini pada malam hari. Sebenarnya, kami sudah berniat berangkat naik sepeda dari kawasan Gajah Raya menuju POJ. Rute yang lumayan jauh itu ingin kami manfaatkan untuk berburu dokumentasi perjalanan malam, termasuk mengabadikan suasana di depan Mal 23 Semarang. Namun, rencana gowes tersebut batal karena ada rekan senior yang mengajak berangkat bareng naik mobil. Karena tidak enak menolak ajakannya, kami memutuskan mengalah. Sisi positifnya, fisik kami jadi lebih hemat energi sebelum bertanding di lapangan besar. Penerangan Maksimal dan Visual Malam yang Lega Sesampainya di lokasi, lampu penerangan lapangan langsung mencuri perhatian. Cahaya lampu sorotnya sangat terang dan merata di setiap ...
Comments
Post a Comment