Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Mal 23: Sekilas Wajah Baru Semarang Utara yang Masih Berdebu

Sabtu pagi (5/7) di kawasan Pearl of Java (POJ) City, Semarang Utara, suasananya masih santai. Kami baru saja selesai main bola di lapangan POJ, dan sekalian mampir lihat-lihat progres pembangunan Mal 23, yang katanya bakal jadi ikon baru di sini. 

Meski masih dalam tahap konstruksi, aura lokasinya udah bikin penasaran. Apalagi, letaknya yang pas di samping Binus School dan dekat kanal menuju Laut Jawa bikin kami membayangkan potensi tempat ini nanti.

Debu Konstruksi dan Harapan Besar

Jujur, kunjungan ini bukan agenda eksklusif. Kami cuma lewat sepulang main bola. Tapi, dari kejauhan, bangunan Mal 23 udah kelihatan bentuknya. Mirip seperti kerangka stadion bola, lebar dan besar, meski masih didominasi warna abu-abu semen. 

Debu konstruksi sih mulai terasa, apalagi kalau mendekat ke area proyek. Tapi, di sisi lain, pemandangan kanal dan laut di sekitar Marina ini bikin suasana tetap adem, beda dari mal-mal di tengah kota Semarang.

Di pinggir lokasi, ada papan baliho besar yang memajang info Mal 23. Mulai dari konsepnya, visualisasi desain, sampai akun media sosialnya. Bikin kami makin penasaran! Dari info yang kami gali, pembangunan ini dimulai dengan groundbreaking pada 23 Oktober 2023 dan ditargetkan rampung akhir 2025. Artinya, masih ada waktu buat kami bolak-balik pantau perkembangannya.

Konsep “Retail-Oasis” yang Bikin Semarang Bangga

Mal 23 ini bukan sembarang mal. Dibangun di lahan seluas 6 hektare, proyek ini mengusung konsep “Retail-Oasis” yang katanya bakal menggabungkan arsitektur modern dengan sentuhan alam. Bayangin: ruang terbuka hijau, vegetasi alami, kolam ikan, plus fasad bermotif batik yang bikin suasana sejuk meski di tepi laut. 

Ada dua akses utama, sisi barat dan timur, dengan Open Plaza yang menghadap kanal—spot yang sepertinya bakal hits buat nongkrong sambil lihat sunset.

Nantinya, mal ini akan punya flagship store, supermarket, dua atrium luas buat acara indoor, dan berbagai tenant nasional serta internasional. Kabarnya, beberapa tenant bakal debut pertama kali di Semarang! 

Wali Kota Semarang, Mbak Ita, bilang konsepnya mirip Pantai Indah Kapuk (PIK) di Jakarta. Strategis banget, kan, dekat bandara, pelabuhan, dan perumahan? Makanya, Pemkot Semarang dukung penuh proyek ini, karena diharapkan bisa mendongkrak ekonomi Semarang Utara, bikin lapangan kerja, dan jadi destinasi wisata belanja baru.

Semarang Utara Berubah Wajah

Kawasan Marina dulu lebih dikenal sebagai area pelabuhan atau perumahan. Sekarang, dengan hadirnya Binus School dan Mal 23, wajah Semarang Utara mulai bertransformasi jadi pusat gaya hidup. 

Buat warga lokal, ini kabar baik. Bayangin, nggak perlu lagi macet-macetan ke tengah kota buat ke mal. Tinggal mampir ke Marina, beres!

Tapi, di balik kemeriahan ini, ada juga pro dan kontra di kalangan warga. Kalau lihat di Instagram @semarangprojects, ada yang antusias, tapi ada juga yang khawatir soal kemacetan atau dampak lingkungan. 

Maklum, Semarang dalam beberapa tahun terakhir memang kebanjiran mal baru. Tantangan buat Mal 23 nanti bukan cuma soal bangunan megah, tapi juga gimana caranya bikin pengunjung betah dan beda dari mal lain. Strategi apa yang bakal mereka tawarkan? Kita tunggu saja.

Menanti Opening yang Megah

Meski masih penuh debu konstruksi, Mal 23 udah bikin kami penasaran. Dari kunjungan singkat ini, kami bisa lihat potensi kawasan Marina jadi destinasi baru yang kece. Apalagi, proyek ini katanya juga pakai prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), jadi ada harapan dampak lingkungannya bisa diminimalisir sambil tetap ngasih manfaat buat warga lokal.

Buat temen-temen yang suka pantau perkembangan kota, coba deh mampir ke POJ City. Siapa tahu, kalian juga bisa nemu spot foto kece di tengah debu konstruksi ini. Kami sendiri sih berharap bisa balik lagi pas opening resminya nanti. Kalian, apa ekspektasi kalian buat Mal 23? Ceritain di kolom komentar, dong!

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Berapa Tarif Parkir Inap di Bandara Ahmad Yani Semarang Tahun 2022?

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

🏍️ ATM Sepeda Motor Ahmad Yani Resmi Tutup, Kalah Praktis dengan Era QRIS?

💻 Menengok Kondisi Terbaru Pusat Laptop di Plasa Simpang Lima: Dari Lantai Atas, Kini Ramai-ramai "Turun Gunung"