Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Berani Berkebaya di Kota Lama: Merayakan Hari Kebaya Nasional di Kresem Art Street #5

Kota Lama Semarang kembali jadi pusat perhatian saat merayakan Hari Kebaya Nasional pada 12 Juli 2025. Kalau tahun lalu perayaannya digelar di bawah langit terang, kali ini suasana malam hari di Kresem Art Street #5 bikin acara ini terasa lebih magis. 

Dengan tema nasional “Tradisi Butuh Nyali” dan kampanye digital #BeraniBerkebaya, malam itu Kota Lama bertransformasi jadi panggung budaya yang penuh pesona, memamerkan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia yang nggak pernah kehilangan daya tarik.

Kresem Art Street: Panggung Seni dan Budaya Semarang

Sejak rutin digelar di kawasan Kota Lama, Kresem Art Street jadi ajang favorit buat pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif lokal untuk unjuk gigi. Nggak cuma soal pertunjukan, acara ini juga punya misi besar: memperkuat Kota Lama sebagai destinasi wisata bersejarah yang hidup dan relevan. 

Dengan latar bangunan-bangunan kolonial ikonik seperti Gereja Blenduk dan Taman Srigunting, suasana Kresem Art Street selalu bikin siapa pun betah berlama-lama. 

Edisi kelima ini spesial karena dirangkai untuk memperingati Hari Kebaya Nasional, yang resmi jatuh pada 24 Juli. Tahun lalu, kami sempat kelewatan momen ini, jadi kali ini kami putuskan wajib datang! 

Meski acara dimulai dari pukul 16.00 WIB, kami sengaja datang setelah Magrib karena tahu puncaknya—parade 300 penari berkebaya—baru digelar sekitar pukul 21.30 WIB. 

Iya, pulangnya naik sepeda di malam hari memang agak bikin deg-degan, tapi demi menyaksikan kebaya memenuhi Kota Lama, worth it banget!

300 Penari dan Kebaya yang Mencuri Hati

Puncak acara malam itu adalah fashion show dan parade 300 penari berkebaya, yang bikin kami (dan mungkin semua pengunjung) terpana. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu, semua kompak memamerkan kebaya yang dipadukan dengan batik—ada yang klasik, ada pula yang modern dengan sentuhan kekinian. 

Sorotan lampu di Taman Srigunting dan arsitektur kolonial Kota Lama bikin setiap penampilan terasa seperti lukisan hidup. Cantik, anggun, dan penuh nyali—sesuai tema “Tradisi Butuh Nyali”!

Selain parade, acara ini juga diramaikan oleh:

  • Peragaan Busana Kebaya: Menampilkan karya puluhan desainer lokal, diikuti model dari berbagai komunitas lintas generasi.  
  • Pameran Komunitas: Ada Diajeng Semarang, IPEMI Semarang, Sanggar Tari Suswo Budoyo, Keroncong Svarama, Talenta Management, dan Semarang IKM Fashion yang unjuk kebolehan.  
  • Stand UMKM: Dari kuliner khas Semarang sampai kriya seperti aksesori dan kerajinan tangan, bikin pengunjung nggak cuma menikmati pertunjukan, tapi juga bisa belanja.

#BeraniBerkebaya: Semangat Melestarikan Budaya

Hari Kebaya Nasional 2025 nggak cuma soal perayaan, tapi juga ajakan buat kita semua, terutama anak muda, untuk bangga pakai kebaya. Lewat kampanye #BeraniBerkebaya, pemerintah dan komunitas mendorong kebaya jadi bagian gaya hidup, nggak cuma buat acara formal. 

Di Kresem Art Street #5, semangat ini terasa banget. Melihat ratusan perempuan berkebaya berjalan di selasar Kota Lama, ditemani alunan keroncong dari Svarama, rasanya seperti nyanyi bareng lagu nostalgia di tengah gemerlap malam.

Buat kami, momen ini nggak cuma soal kebaya, tapi juga tentang bagaimana Semarang terus menjaga warisan budayanya dengan cara yang hidup dan kekinian. Kapan lagi lihat Kota Lama begitu meriah, penuh warna, dan dipenuhi perempuan-perempuan berkebaya yang memancarkan keberanian?

...

Malam itu, Kota Lama bukan cuma soal bangunan tua atau sejarah. Kresem Art Street #5 membawa energi baru, menggabungkan budaya, seni, dan komunitas dalam satu panggung terbuka. 

Dari aroma kuliner UMKM yang menggoda sampai detail kebaya yang bikin takjub, acara ini bikin kami pengen balik lagi ke edisi berikutnya. Kalau kamu datang, apa yang paling bikin penasaran dari Kresem Art Street? Atau ada kebaya favorit yang pengen kamu coba? Ceritain di kolom komentar, ya!

Pssst… Penasaran sama momen-momen candid dari parade kebaya? Dukung kami di Trakteer untuk lihat foto eksklusif dan cerita spesial dari Kresem Art Street #5!

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

📱 Berburu Kuota Murah Tri di Awal Tahun 2026: 15 GB Hanya Rp30.000!

🏃‍♂️ 23 Semarang BTS Run: Strategi Jenius Memasarkan "Debu Proyek" Menjadi Gaya Hidup

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026