Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Cara Verve Bistro Mengenalkan Brand Grab & Go Lewat Tur Jelajah Semarang Tempo Dulu
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Membawa 20 bloger aktif, termasuk beberapa media, Verve Bistro yang menjadi salah satu tempat asyik buat nongkrong di Semarang yang berada satu bangunan dengan DP Mal ini, kali ini mencoba mengenalkan Grab & Go dengan cara walking tour. Dimana saja tempat yang dikunjungi dan apakah kamu sudah tahu tentang Grab & Go?
Sabtu sore (24/3), kami mengikuti kegiatan dari Verve yang beberapa kali acaranya pernah kami ikuti. Jadi kami tak begitu canggung saat diberi kesempatan bisa mengikuti kembali kegiatan yang kali ini berkolaborasi dengan Bersuka Ria Tour (@bersukariatour > Instagram).
Kamu yang baru mengetahui tentang Verve Bistro & Coffee Bar ini, dan penasaran bisa melihat beberapa postingan kami sebelumnya di akhir tulisan ini. Tempatnya kekinian dan karena berada dalam satu gedung dengan hotel- Rooms Inc, maka bila sedang berencana menginap, tempat ini bisa jadi alternatif tentunya.
Unlock The City & Heritage Explore
Kalimat di atas adalah tema yang diusung dari kegiatan ini. Verve lewat acara ini kami lihat benar-benar serius mempromosikan brandnya yang dapat dilihat dari bagaimana kehadiran bloger dari Jakarta turut berpartisipasi.
Setelah dirasa semua peserta sudah berkumpul semua, sebelum berangkat, peserta diberikan bekal yang sudah disediakan. Goodie bag yang terbuat dari karton dengan tali anyaman berwaran cokelat dan bertulis GRAB&GO berisi menu yang dapat disantap selama perjalanan.
Kami sendiri mendapatkan satu botol minuman teh Thailand dan beef wrapped. Melihat bagaimana kemasan Grab & Go yang sesuai namanya lebih berfokus menyediakan menu varian praktis dan healthy, kami sangat menyukainya. Jarang-jarang dapat bekal seperti ini untuk sebuah kegiatan. Apakah ini bisa dipesan untuk acara-acara lainnya?
Dipandu dari @Bersukariawalk (nama Instagram mereka)
Peserta mulai bergerak yang dipandu dua orang pria dari Bersuka Ria. Titik mulai tentunya berasal dari Verve Bistro atau DP Mall, kemudian perlahan-lahan dengan berjalan kaki bergerak dengan tujuan jalan Pemuda arah SMA 3, jembatan penyeberangan, Gris - lalu ke arah selatan masuk ke kampung Sekayu dan masjid tertua di Semarang.
Masuk ke perkampungan Sekayu, bagi kami ini rasanya pertama kali. Menyedihkan bukan. Kami yang biasa berbagi info seputar Semarang, masih banyak tempat-tempat yang belum terjamah oleh kami, dotsemarang. Tentu pengalaman ini luar biasa sekali.
Video slideshow
Dalam perjalanan yang melewati rumah-rumah warga, kami melihat bagaimana sebuah perkampungan berada di tengah kota dan ini ada di Semarang. Salah satu rumah yang kami temui ternyata adalah rumah yang pernah ditinggali penulis terkemuka NH Dini pada masa anak-anak.
Setelah menelusuri perkampungan dengan rumah-rumah yang masih banyak asli desain Semarang, perjalanan kami menuju Tempat kuliner Batan Selatan. Di sini peserta dijelaskan tentang rumah susun yang ada di Semarang yang biasanya kami tahu ada di Jakarta. Bahkan muasal nyanyian Semarang Kaline Banjir ada disekitar kawasan ini.
Sebelum mengakhiri perjalanan yang cukup panjang, ternyata sudah malam. Tempat terakhir yakni, Lawang Sewu, kami menaiki bus shuttle yang tersedia di kawasan kuliner. Lumayan sambil menikmati makanan dari Grab & Go yang rasanya perut sudah terasa lapar.
Menu praktis yang kami makan rupanya tidak sama dengan peserta lainnya. Grab & Go tersedia dari menu supremen sandwich, chicken wrapped, variasi donut, muffin dan menu kami, yaitu beef wrapped.
Akhirnya kendaraan yang membawa kami tiba juga di depan Lawang Sewu yang malam itu sungguh ramai. Makanan kami sudah habis dan destinasi terakhir ini sedikit tidak fokus saat mendengarkan pemaparan dari Bersukaria Tour.
Cara mendekatkan brand dengan generasi milenial
Acara jalan-jalan menelusuri Semarang Tempo dulu selesai sudah. Meninggalkan rasa lelah, kami kembali ke Verve Bistro. Ya, peserta masih berkumpul dengan ditemani pemandangan dari gedung Lawang Sewu.
Dalam keterangan rilis yang kami terima sebelum pergi sebelumnya, Lintang Kinansih selaku Creative Direcor Verve Bistro & Coffee Bar mengatakan bahwa acara ini selain untuk mendekatkan brand Grab & Go kepada generasi milenial kota Semarang, kegiatan kolaborasi ini juga bertujuan mengenalkan sudut tersembunyi yang ada di Semarang dan banyak anak muda yang masih belum mengetahuinya. *Menunjuk diri.
Dan juga, acara ini sebagai wujud rasa bangga dari Verve bersama Grab & Go yang telah menjadi bagian dari kota Semarang selama kurang lebih 6 bulan beroperasinya restoran yang berada di lobby floor dari hotel Rooms Inc.
Foto dari instagram @grabandgo_smg
Grab & Go selama kegiatan, selain varian milik kami yaitu Thai Tea, untuk minuman juga menyediakan Belgian Chocolate, Mathca Latte, Avocade Coffee, Caffe Latte, dan Red Valvet.
Untuk produk lainnya yang seluruhnya memang dikemas dengan konsep take away, sebenarnya kamu bisa intip di Instagram mereka yang bernama Grab&Go.
Buat pecinta gelato, Grab & Go menyediakan 7 varian yang dapat dinikmati seperti rhum, raisin, chocolate, strawberry, hazelnut, matcha, tiramisu and cookies and cream.
Tidak terbatas pada produk yang disebut di atas, Grab & Go yang masih terus mengembangkan produknya ini juga menyediakan pastry, salad, dan dessert.
...
Kami beruntung bisa mencicipi salah satu produk dari Grab & Go lewat acara ini. Mengkombinasikan konsep perkenalan brand dan produk dengan kegiatan tur, ini sangat jarang kami temui untuk di Semarang. Mungkin bisa dicontoh.
Generasi milenial yang terus diperhatikan brand
Bagaimana pendapatmu? Tertarik acaranya atau makanannya? Temukan mereka di Instagram (@vervebistro_smg) atau kamu yang tinggal di Semarang, datang aja langsung ke Verve Bistro yang berada di DP Mal Semarang.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Kawasan Jalan Jolotundo sepertinya memang dipersiapkan untuk menjadi pusat perhatian baru di pertengahan tahun 2026 ini. Setelah sebelumnya kami sempat menulis di blog Galeri foto mengenai sebuah bangunan modern dengan elemen bata ekspos yang estetik, spekulasi mengenai akan jadi apa gedung tersebut akhirnya menemui titik terang. Bukan kafe kekinian dengan mesin espresso, bukan pula coworking space minimalis. Sebuah spanduk kuning mencolok yang kami temukan saat melintas baru-baru ini memberikan jawaban yang cukup mengejutkan sekaligus melokal: Soto Ayam "Pak No" Ps Johar Atas . Plot Twist di Balik Fasad Modern Jujur saja, kami sempat mengira bangunan yang berada tepat di depan halte bus ini akan menjadi tempat nongkrong bergaya urban. Desain kacanya yang lebar dan pemilihan warna cokelat yang hangat sangat identik dengan tren coffee shop saat ini. Namun, kehadiran Soto Pak No di sini memberikan plot twist yang menarik bagi peta kuliner di Jolotundo. Penggunaan nama ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Comments
Post a Comment