Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Hazotel Semarang, Hotel Syariah yang Berada di Kawasan Religius
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Kamu pasti penasaran dengan hotel berlabel syariah tapi nggak punya tempat shalat di dalam hotelnya. Pertanyaanmu ini akan kami jawab setelah kamu melanjutkan membaca postingan ini selanjutnya.
Hotel bintang 1 yang baru grand Opening bulan April 2017 ini terletak di daerah Banyumanik - Semarang. Paling menarik dari hotel ini adalah labelnya yang mengusung Syariah. Bicara soal Syariah, di Semarang sendiri sudah ada hotel yang lebih dulu mengusung konsep ini, yaitu Hotel Semesta.
Kami mendapat undangan menghadiri Grand Opening Hotel Hazotel hari Sabtu kemarin (15/4) di Hazelnut Resto & Koffie. Kami pikir tempatnya berbeda dengan hotelnya, ternyata satu bangunan. Menariknya dari tempat acara ini adalah konsepnya yang mengusung retro.
Selain diresmikan dengan pemotongan tumpeng, acara grand opening juga dimeriahkan beberapa acara seperti Workshop Travel Writer, Beauty Class, Fashion Show, Stand Up Comedy dan lainnya.
Owner dan management Hazotel
Budget Hotel dan Syariah
Perkembangan jenis Budget Hotel memang menarik, terutama di tengah maraknya pembangunan hotel yang terjadi saat ini di Semarang. Hazotel selain berkonsep syariah, hotel ini juga termasuk jajaran hotel budget alias harga lebih murah ketimbang hotel mewah, namun tentu dengan fasilitas dan layanan berkelas.
Pertanyaan kami tentang konsep syariah Hazotel dijawab langsung oleh pihak hotel, klik video di atas.
Masjid di dekat hotel
Alasan hotel ini tidak ada tempat shalatnya (meski kami pikir bisa di kamar) lebih karena letak hotel yang berdekatan dengan masjid At-Taufiq. Bila dihitung-hitung waktunya untuk menuju masjid dari hotel adalah kurang dari 2 menit. Tinggal nyeberang, dan sudah sampai di masjid yang terlihat kokoh dengan bentuknya yang indah.
Lokasi Hazotel
Hazotel berada di kawasan yang termasuk religius. Sebelah hotel adalah Masjid yang cukup megah, seperti sebelumnya kami tulis, dan di sini juga terdapat 2 Pesantren yang mengapit hotel. Alamat lengkapnya berada di jalan Durian Raya No.27, Banyumanik. Untuk alamat situsnya kamu bisa membuka hazotel.com.
Harga Hazotel sendiri seperti dikutip dari situsnya berkisar mulai dari 200 ribu rupiah hingga 300 ribu. Untuk jumlah kamar, Hazotel memiliki 21 kamar. Sayangnya kami belum bisa review Hazotel secara keseluruhan, terutama fasilitas lengkapnya. Kami berharap bisa mencobanya.
...
Kami pikir hotel ini bakal kesulitan untuk menjaring wisatawan untuk menginap karena letaknya tidak berada di tengah kota (Semarang atas). Namun letaknya yang dekat dengan tol, akses menuju kota bisa terbilang lebih cepat. Termasuk ke arah bandara, stasiun kereta api dan lokasi lainnya.
Kamu yang ingin mencoba menginap di hotel Hazotel bisa langsung menuju ke sini langsung dengan google map atau catat alamatnya yang ada di atas sebelumnya. Selain itu, kamu bisa cari tahu di akun media sosial (Instagram Hazotel_hazelnut) dan website resmi Hazotel.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment