Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Berkenalan Dengan Lion Parcel, Apakah Ini?
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Satu lagi jasa pengiriman paket dan dokumen yang menyemarakkan pasar ekspedisi yang sudah kami kenal seperti Tiki, JNE, Pos Indonesia dan lain sebagainya. Kami sempat bingung dengan kehadirannya yang rupanya sudah hadir sejak tahun 2013.
Awal berkenelan kami dengan Lion Parcel adalah saat kami sedang berkunjung di Pameran Handphone yang sedang berlangsung di Matahari Simpang Lima awal April. Waktu itu kami mendapat semacam selebaran yang dibagi-bagikan.
Kami pikir mereka ini baru. Lion Parcel masih sangat asing ditelinga waktu mendapatkan selebaran ini. Karena ada embel-embel Lion, yang kami pikirkan pertama kali adalah punya grup Lion Air, maskapai penerbangan yang identik dengan warna merah.
Lion Parcel di Semarang
Kebingungan kami akhirnya terjawab secara langsung saat kami hadir di acara roadshow Kaskus di Semarang awal bulan April. Dalam roadshow tersebut, Kaskus menggandeng Lion Parcel sebagai mitra dan sponsor (koreksi kami bila salah).
Salah satu alasan kami hadir di acara yang berlangsung di Hotel Holiday Inn Express ini adalah ingin tahu seperti apa Lion Parcel mengembangkan sayapnya di Semarang.
Di Semarang, Lion Parcel sudah membuka beberapa cabangnya. Kantor pusat Lion Parcel berada di jalan Taman Borobudur Utara 3 No.8. Sedangkan salah satu cabang, mereka membuka di Plasa Simpang Lima.
Kelebihan Lion Parcel
Karena menggunakan armada sendiri, Lion Parcel yang bergerak di bidang jasa titipan yang melayani pengiriman domestik dan internasional, menurut kami, unggul dalam kecepatan pengiriman.
Sedangkan kekurangannya, mungkin lokasinya masih terbatas. Semisal kota atau daerah yang tidak memiliki bandara, tentu ini jadi masalah tersendiri.
Acara Kaskus di Semarang. Reviewnya bisa dilihat dibagian akhir postingan ini
Menggandeng UKM
Lion Parcel dalam kesempatan acara bareng Kaskus kemarin, lewat GM Sales yakni victory Ary, berbicara tentang penetrasi yang sudah dilakukan Lion Parcel dengan terus menggandeng UKM yang ada di Indonesia.
Salah satu bentuk terealisasinya adalah membuka gerai offline Lion atau Lion Shop bernama Window Of Indonesia (WOI) yang berada di Manado. Keberadaan WOI sekaligus untuk mewadahi besarnya animo pelaku usaha online yang ada di Indonesia.
Jadi kalau tidak salah kami mendengar, UKM yang digandeng nanti, produknya akan ditaruh di WOI. Gerai tersebut saat ini paling besar dan keberadaannya hadir di sana karena ada potensi wisatawan luar yang sangat besar, terutama turis dari Tiongkok.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Biasanya, pengalaman menikmati menu berbuka puasa yang mewah identik dengan undangan dari hotel-hotel berbintang di pusat kota. Namun, kali ini ceritanya berbeda. Cardea Semarang , yang baru saja meresmikan cabangnya di kawasan Jangli pada bulan Maret 2026 kemarin, menyuguhkan pengalaman kuliner yang tidak kalah berkelas. Bisa dibilang, menunya sebelas dua belas dengan hotel, lengkap dengan konsep all you can eat yang sangat terasa premiumnya. Kami sempat mengulas mengenai peresmian fasilitas kesehatan dan fisioterapi mereka sebelumnya. Namun, ada cerita di balik layar yang rasanya sayang jika dilewatkan, terutama mengenai bagaimana rencana besar terkadang harus berkompromi dengan alam. Ketika Langit Semarang Tak Merestui Agenda Lari Sejatinya, Cardea ingin menanamkan memori mendalam pada momen grand opening tersebut dengan mengadakan kegiatan lari. Secara konsep, misi ini sangat tepat sasaran mengingat lokasinya berada di jalur favorit para pegiat olahraga di Semarang. Namun sayang ...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Comments
Post a Comment