Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Semarang Speedway Go Kart Indoor
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Menyebut nama Marina, tentu paling kami ingat adalah pantainya. Kawasan ini kini benar-benar lebih menarik lagi dengan hadirnya arena Go Kart yang pertama kali hadir di Semarang. Seperti apa suasananya?
Februari 2017, kami berkesempatan hadir melihat secara langsung lokasi dan suasananya. Kebenaran waktu kami hadir sedang berlangsung kejuaraan National Cup 2017. Nanti kami review dipost berikutnya tentang kejuaraan yang diikuti bule-bule ini.
Berlokasi di jalan Marina Raya Boulevard kav.88, Semarang Speedway memiliki lokasi yang lumayan luas untuk spot dan halaman parkir, baik roda dua maupun roda empat.
Saat masuk bangunan utama, ruangan sudah dipenuhi pernak-pernik dan 2 buah komputer serta ruangan utama yang sepertinya sebagai ruang kantor. Tapi kami tidak ke sana, kami langsung menuju ke lantai atas.
Di atas, ruangan disetting dengan konsep outdoor kafe maupun ruangan indoor. Ternyata mereka berkolaborasi dengan salah satu brand teh terkenal yang selalu menyediakan konsep tea house. Bisa ketebak harga yang bisa dirogoh dari kocek atau dompet.
Apakah cuma hanya minuman spesial ala teh dan teman-temannya? Tidak. Minuman yang lain juga ada, termasuk menu yang berat-berat. Pada saat kami melihat balapan Go Kart dari atas, bule-bule malah asyik ngobrol sambil minum bir.
Arena indoor
Semarang Speedway ini pertama kali buka sejak Oktober 2016. Lumayan lama juga kami baru datang ke sini. Untuk mencobanya, kamu harus mengeluarkan biaya yang termasuk lumayan buat kami. Sekitar 150 ribu rupiah, mendapatkan lisensi dan main selama 5 menit. Jika penasaran dengan harga, langsung saja hubungi nomor di bawah nanti setelah kamu selesai membaca. Atau datang langsung saja.
Untuk arenanya, dipastikan kamu akan terhindar dari hujan dan panas. Ya, karena arenanya berada di dalam ruangan. Seperti ruangan futsal bila kamu penyuka olahraga.
Untuk jam bukanya, Semarang Speedway tidaklah selalu sama antara hari biasa dan akhir pekan. Untuk hari Selasa hingga kamis, jam bukanya dari jam 3 sore sampai jam 10 malam. Sedangkan hari Sabtu, buka jam 12 siang sampai 12 malam. Terkahir hari minggu yang buka dari jam 8 pagi sampai 8 malam.
Bagaimana, tertarik melepas adrenalin sambil nongkrong di sini?
Info Semarang Speedway Go Kart
Tempatnya sudah tutup. Gambar yang kami taruh ini baru kami tambahkan pada tanggal 17 April 2024. Kebenaran sedang menulis Go Kart yang ada di The Park Mall Semarang.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Masuknya bayar gak nih min? Bisa dibuat alternative tongkrongan nih.
ReplyDeleteSepertinya nggak bayar kalau nongkrong.
DeleteCoba aja. Kalau salah, ntar kasih tahu kami di sini
*hihi