Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Moon Cake Story
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film ini rilis di bioskop Indonesia tanggal 23 Maret 2017. Membawa Bunga Citra Lestari yang dipasangkan dengan Morgan, kisah film ini diceritakan dalam durasi 1 jam 34 menit. Berikut review filmnya
Tanpa diduga, kami bisa duduk kembali di dalam bioskop menyaksikan karya anak bangsa yang dikemas dalam bentuk film. Apakah ini artinya kami kembali akan menayangkan postingan review film Indonesia di blog dotsemarang? Tidak, ini kebenaran diajak dan dapat gratisan. Jadi mohon maaf untuk selanjutnya bila tidak menemukan postingan review.
Moon Cake atau Kue Bulan
Baca judulnya saja, kami tahu kalau Moon Cake merupakan nama makanan yang berasal dari China. Entah mengapa judul ini yang dikolaborasikan dengan Story. Adakah maksudnya agar penonton lebih mengenal kue ini dan kemudian membelinya. Kami sendiri pernah mencoba kue ini.
Film Moon Cake hingga tulisan ini dibuat masih bertahan dengan jumlah jam pemutaran yang masih lengkap. Film yang tayang berbarengan dengan Dear Nathan ini segitu menariknya?
Lewat film ini, kamu akan mengetahui bagaimana makanan ini dibuat. Seberapa lezatnya dan seberapa menariknya kue ini disajikan.
Morgan Oey berperan sebagai David, seorang pengusaha yang punya latar belakang dari keluarga sederhana dan kemudian sukses sebagai pengusaha. Telah sukses, ia dipertemukan dengan Bunga Citra Lestari yang berperan sebagai Asih.
Asih sendiri adalah wanita yang memiliki beberapa pekerjaan sekaligus. Kadang sebagai joki 3 in 1, laundry dan pembuat kue bulan. Statusnya, janda beranak satu dan hidup bersama adik perempuannya juga.
Meski keduanya berperan sangat baik lewat film yang disutradarai Garin Nugroho ini, peran BCL menurut kami kurang pas dilihat dari parasnya yang tidak bisa menutupi kecantikannya yang memainkan peran wanita sederhana yang tinggal dipinggiran ibukota.
Keduanya memulai film dengan sebuah konflik yang akhirnya saling menyukai. Seperti sudah ketebak, cerita selanjutnya akan lebih baik kamu tonton sendiri dengan pergi ke bioskop.
Kuatnya cerita film Moon Cake Story tak lepas dari rangkap jabatan sang sutradara yaitu om Garin yang juga sebagai penulis. Kami suka jalannya cerita yang dibangun. Sederhana namun sangat mengena.
David yang juga sebagai duda dan mengalami masalah kesehatan terus berupaya mencari kebahagiaannya. Salah satunya bertemu Asih. Keluarga yang menentang dan dukungan orang terdekat menjadi spesial bumbu alur ceritanya yang sering mundur ke belakang ini.
Beberapa aktor senior turut juga ambil bagian di film produksi Tahir Foundation, seperti Deddy Sutomo dan Jaja Mihardja. Khusus buat Om Deddy, melihat beliau masih aktif bermain, kami sangat bersyukur. Ini artinya beliau masih diberi kesehatan dan tetap produktif.
Berkenalan dengan Mayapada Group
Salah satu bentuk pemasaran yang sudah lazim saat ini kami lihat adalah film. Tidak heran mengapa dalam film ini kami menemukan berbagai hal yang berhubungan dengan Tahir Foundation.
Mulai dari bank, rumah sakit dan sebagainya memiliki hubungan erat dengan Mayapada Group yang didirikan oleh Tahir pada tahun 1986, konglomerat berbasis di Indonesia.
..
Secara ringkas, film ini mengajak penonton melihat sisi positif yang dibangun para pemainnya dengan balutan cerita yang mengharukan. Sederhana sebenarnya. Namun perjuangan Asih dan David, meski berbeda latar belakang, pada akhirnya saling menguatkan. Sebagai manusia, kita memang harus saling tolong menolong.
Dengan rating penonton remaja atau 13 tahun, kamu bisa mengajak keluargamu menonton hari ini. Terutama orang tuamu dan kakak-kakamu. Ketika kamu tidak tahu bagaimana mendukung mereka, film ini coba memberitahumu.
*Terima kasih buat teman kami yang memberi fasilitas nonton ini.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Comments
Post a Comment