Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Moon Cake Story
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film ini rilis di bioskop Indonesia tanggal 23 Maret 2017. Membawa Bunga Citra Lestari yang dipasangkan dengan Morgan, kisah film ini diceritakan dalam durasi 1 jam 34 menit. Berikut review filmnya
Tanpa diduga, kami bisa duduk kembali di dalam bioskop menyaksikan karya anak bangsa yang dikemas dalam bentuk film. Apakah ini artinya kami kembali akan menayangkan postingan review film Indonesia di blog dotsemarang? Tidak, ini kebenaran diajak dan dapat gratisan. Jadi mohon maaf untuk selanjutnya bila tidak menemukan postingan review.
Moon Cake atau Kue Bulan
Baca judulnya saja, kami tahu kalau Moon Cake merupakan nama makanan yang berasal dari China. Entah mengapa judul ini yang dikolaborasikan dengan Story. Adakah maksudnya agar penonton lebih mengenal kue ini dan kemudian membelinya. Kami sendiri pernah mencoba kue ini.
Film Moon Cake hingga tulisan ini dibuat masih bertahan dengan jumlah jam pemutaran yang masih lengkap. Film yang tayang berbarengan dengan Dear Nathan ini segitu menariknya?
Lewat film ini, kamu akan mengetahui bagaimana makanan ini dibuat. Seberapa lezatnya dan seberapa menariknya kue ini disajikan.
Morgan Oey berperan sebagai David, seorang pengusaha yang punya latar belakang dari keluarga sederhana dan kemudian sukses sebagai pengusaha. Telah sukses, ia dipertemukan dengan Bunga Citra Lestari yang berperan sebagai Asih.
Asih sendiri adalah wanita yang memiliki beberapa pekerjaan sekaligus. Kadang sebagai joki 3 in 1, laundry dan pembuat kue bulan. Statusnya, janda beranak satu dan hidup bersama adik perempuannya juga.
Meski keduanya berperan sangat baik lewat film yang disutradarai Garin Nugroho ini, peran BCL menurut kami kurang pas dilihat dari parasnya yang tidak bisa menutupi kecantikannya yang memainkan peran wanita sederhana yang tinggal dipinggiran ibukota.
Keduanya memulai film dengan sebuah konflik yang akhirnya saling menyukai. Seperti sudah ketebak, cerita selanjutnya akan lebih baik kamu tonton sendiri dengan pergi ke bioskop.
Kuatnya cerita film Moon Cake Story tak lepas dari rangkap jabatan sang sutradara yaitu om Garin yang juga sebagai penulis. Kami suka jalannya cerita yang dibangun. Sederhana namun sangat mengena.
David yang juga sebagai duda dan mengalami masalah kesehatan terus berupaya mencari kebahagiaannya. Salah satunya bertemu Asih. Keluarga yang menentang dan dukungan orang terdekat menjadi spesial bumbu alur ceritanya yang sering mundur ke belakang ini.
Beberapa aktor senior turut juga ambil bagian di film produksi Tahir Foundation, seperti Deddy Sutomo dan Jaja Mihardja. Khusus buat Om Deddy, melihat beliau masih aktif bermain, kami sangat bersyukur. Ini artinya beliau masih diberi kesehatan dan tetap produktif.
Berkenalan dengan Mayapada Group
Salah satu bentuk pemasaran yang sudah lazim saat ini kami lihat adalah film. Tidak heran mengapa dalam film ini kami menemukan berbagai hal yang berhubungan dengan Tahir Foundation.
Mulai dari bank, rumah sakit dan sebagainya memiliki hubungan erat dengan Mayapada Group yang didirikan oleh Tahir pada tahun 1986, konglomerat berbasis di Indonesia.
..
Secara ringkas, film ini mengajak penonton melihat sisi positif yang dibangun para pemainnya dengan balutan cerita yang mengharukan. Sederhana sebenarnya. Namun perjuangan Asih dan David, meski berbeda latar belakang, pada akhirnya saling menguatkan. Sebagai manusia, kita memang harus saling tolong menolong.
Dengan rating penonton remaja atau 13 tahun, kamu bisa mengajak keluargamu menonton hari ini. Terutama orang tuamu dan kakak-kakamu. Ketika kamu tidak tahu bagaimana mendukung mereka, film ini coba memberitahumu.
*Terima kasih buat teman kami yang memberi fasilitas nonton ini.
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Piala Dunia 2026 tinggal hitungan jam saat kami menulis halaman ini. Benar-benar sebuah ketidaksengajaan yang berujung jadi konten. Gara-gara sedang berselancar di Instagram dan menemukan unggahan dari akun resmi TVRI Jawa Tengah yang membagikan daftar lokasi nonton bareng (nobar) resmi, kami langsung tergerak untuk membawanya ke blog. Lagi-lagi ini menjadi ide dadakan. Entah kenapa ingatan kami langsung terlempar pada bulan Februari kemarin, saat kami sedang bersepeda santai menuju Car Free Day (CFD) Simpang Lima. Waktu itu, kami sempat berpapasan dengan kampanye promosi berbau Piala Dunia 2026 . Aktor di balik layarnya ternyata masih sama: TVRI Jawa Tengah, sang pemegang hak siar resmi lewat program global mereka yang bertajuk "Bola Gembira" . Karena gelaran sepak bola terakbar ini hanya datang empat tahun sekali, kami pikir tidak ada salahnya ikut memeriahkan euforianya lewat coretan di blog. Apalagi aturan hak siar dan izin nobar sekarang semakin ketat. Membagikan tempat...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment