Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Event Cap Go Meh di Semarang 2017
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Satu lagi event yang bakal mengisi buku agenda kota Semarang untuk menarik kunjungan wisatawan. Menurut kami, acara Cap Go Meh yang berlangsung di Balaikota ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Semarang. Seperti apa panitia mengemas acara ini.
Perayaan cap Go Meh di Semarang digelar minggu malam atau tanggal 19 Februari 2017. Rencana awal lokasi yang digunakan adalah halaman Masjid Agung Jawa Tengah, karena banyak pertimbangan, lokasi pun dipindah ke sini - Balaikota.
Agak lambat memang kami menuliskannya di blog dotsemarang, namun buat yang mantau media sosial kami, khususnya Twitter @Livedotsemarang, kami hadir secara langsung dan mengabarkannya pada waktu acara sebelum dimulai sampai berakhir. Lihat di sini yang sudah kami rangkum dalam bentuk momen.
Suasana
Setiap pengunjung yang datang, mereka dipersilahkan mengambil bingkisan yang terdiri dari makanan dan minuman, plus kaos. Untuk makanan, disediakan Lontong Cap Go Meh yang nantinya akan disaksikan tim Museum MURI yang bakal menghitung untuk mendapatkan rekor. Panitia sudah memiliki persiapan baik tentunya.
Langit malam selama acara rupanya kurang bersahabat. Beberapa kali turun gerimis, tapi itu tidak menyurutkan peserta yang sudah hadir. Baik di dalam tenda maupun yang berkerumunan di luar tenda.
Sambil menunggu undangan yang terdiri dari Walikota dan tokoh-tokoh hadir, panggung besar yang sudah dipersiapkan, memainkan perannya menghibur masyarakat. Ada hiburan musik, tarian, dan atraksi Barongsai yang mencuri perhatian.
Berhasil Pecahkan Rekor MURI
Pada akhirnya, sesi yang paling ditunggu tiba juga. Acara ini berhasil memecahkan rekor MURI kategori menyajikan lontong Cap Go Meh dengan jumlah porsi sebanyak 11.760
Dengan pencapaian ini, Semarang berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Berau, Kalimantan Tengah dengan jumlah penyajian 11.000.
Seperti ini penampakan Lontong Cap Go Meh yang disajikan pada saat acara yang terdiri dari ayam, sayur lodeh, bubuk koya dan beberapa menu lainnya yang kami lupa namanya.
Dari MURI diwakilkan oleh Sri Widayati selaku Eksekutive Manager yang menyerahkan piagam penghargaan kepada beberapa pihak, sebelah Walikota Semarang.
Acara Cap Go Meh Semarang ini sendiri dilaksanakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng.
"Bukan soal 10 ribu, 11 ribu, atau 12 ribunya (orang yang hadir, red.), tetapi kami ingin mewartakan betapa indahnya harmoni yang ada di Semarang ini. Bagaimana kebersamaan dalam kebhinnekaan dalam keindahan budaya Semarang," Ketua PSMTI Jateng Dewi Susilo Budiharjo.
...
Acara Semarang Cap Go Meh di Semarang ini sendiri mengusung tema 'Pelangi Budaya Merajut Nusantara'. Rangkaian acaranya berupa penampilan tari-tarian, musik, Barongsai dan yang utama, makan lontong Cap Go Meh.
Tahun depan, acara ini diharapkan menjadi salah satu agenda kota di Semarang. Kami harap begitu, dan perlu menambah beberapa acara agar lebih menarik lagi.
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Entah kenapa kali ini kami memberi perhatian lebih pada pembaruan Kebijakan Layanan ( Terms of Service ) dan Privasi dari X (Twitter) yang dirilis September 2026 kemarin. Biasanya, urusan pembaruan seperti ini sering kali diabaikan begitu saja dan kita langsung reflek menekan tombol setuju. Namun saat coba kami pelajari lebih dalam, ada banyak hal menarik yang sangat relevan untuk dicermati, terutama bagi pengelola blog, akun komunitas, maupun pengguna aktif media sosial sehari-hari. Pembaruan aturan platform digital selalu membawa dampak pada cara kita berinteraksi di linimasa. Mari kita bedah secara santai tapi realistis apa saja poin pentingnya dan bagaimana dampaknya untuk aktivitas digital kita. 1. Pelatihan AI dan Penggunaan Data Konten Publik Salah satu poin paling krusial dalam pembaruan kebijakan privasi kali ini adalah kejelasan aturan mengenai penggunaan konten publik untuk pelatihan model kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ). Apa artinya? Cuitan, foto, hingga...
Kami tak menyangka melihat kembali merek minuman serbuk kesehatan produksi PT Erela (perusahaan farmasi yang berbasis di Semarang) saat sedang bersepeda di sekitaran Simpang Lima. Yang menarik, cara menjualnya kini memanfaatkan gerobak dengan konsep street marketing yang segar. Pertama kali kami berkenalan dengan merek ini pada pertengahan tahun 2025 lalu. Saat itu kami terlibat dalam aktivitas pemasaran yang dibalut lewat keseruan mini soccer—sebuah pengalaman berkesan yang menjadi alasan kuat kami menuliskannya di blog. Nah, pada akhir bulan Agustus kemarin, merek ini terlihat kembali menyapa warga di dekat Taman Indonesia Kaya. Sebuah gerobak dengan sepeda listrik berpayung besar, lengkap dengan kotak pendingin dan kursi lipat di sisinya, akhirnya sukses menghentikan pedal sepeda kami. Dalam pikiran kami, pemandangan ini tentu sangat menarik untuk diangkat kembali ke blog. Ya, tentu kami juga tak melewatkan kesempatan untuk langsung membeli salah satu variannya demi merasakan lang...
Comments
Post a Comment