Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Event Cap Go Meh di Semarang 2017
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Satu lagi event yang bakal mengisi buku agenda kota Semarang untuk menarik kunjungan wisatawan. Menurut kami, acara Cap Go Meh yang berlangsung di Balaikota ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Semarang. Seperti apa panitia mengemas acara ini.
Perayaan cap Go Meh di Semarang digelar minggu malam atau tanggal 19 Februari 2017. Rencana awal lokasi yang digunakan adalah halaman Masjid Agung Jawa Tengah, karena banyak pertimbangan, lokasi pun dipindah ke sini - Balaikota.
Agak lambat memang kami menuliskannya di blog dotsemarang, namun buat yang mantau media sosial kami, khususnya Twitter @Livedotsemarang, kami hadir secara langsung dan mengabarkannya pada waktu acara sebelum dimulai sampai berakhir. Lihat di sini yang sudah kami rangkum dalam bentuk momen.
Suasana
Setiap pengunjung yang datang, mereka dipersilahkan mengambil bingkisan yang terdiri dari makanan dan minuman, plus kaos. Untuk makanan, disediakan Lontong Cap Go Meh yang nantinya akan disaksikan tim Museum MURI yang bakal menghitung untuk mendapatkan rekor. Panitia sudah memiliki persiapan baik tentunya.
Langit malam selama acara rupanya kurang bersahabat. Beberapa kali turun gerimis, tapi itu tidak menyurutkan peserta yang sudah hadir. Baik di dalam tenda maupun yang berkerumunan di luar tenda.
Sambil menunggu undangan yang terdiri dari Walikota dan tokoh-tokoh hadir, panggung besar yang sudah dipersiapkan, memainkan perannya menghibur masyarakat. Ada hiburan musik, tarian, dan atraksi Barongsai yang mencuri perhatian.
Berhasil Pecahkan Rekor MURI
Pada akhirnya, sesi yang paling ditunggu tiba juga. Acara ini berhasil memecahkan rekor MURI kategori menyajikan lontong Cap Go Meh dengan jumlah porsi sebanyak 11.760
Dengan pencapaian ini, Semarang berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Kabupaten Berau, Kalimantan Tengah dengan jumlah penyajian 11.000.
Seperti ini penampakan Lontong Cap Go Meh yang disajikan pada saat acara yang terdiri dari ayam, sayur lodeh, bubuk koya dan beberapa menu lainnya yang kami lupa namanya.
Dari MURI diwakilkan oleh Sri Widayati selaku Eksekutive Manager yang menyerahkan piagam penghargaan kepada beberapa pihak, sebelah Walikota Semarang.
Acara Cap Go Meh Semarang ini sendiri dilaksanakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jateng.
"Bukan soal 10 ribu, 11 ribu, atau 12 ribunya (orang yang hadir, red.), tetapi kami ingin mewartakan betapa indahnya harmoni yang ada di Semarang ini. Bagaimana kebersamaan dalam kebhinnekaan dalam keindahan budaya Semarang," Ketua PSMTI Jateng Dewi Susilo Budiharjo.
...
Acara Semarang Cap Go Meh di Semarang ini sendiri mengusung tema 'Pelangi Budaya Merajut Nusantara'. Rangkaian acaranya berupa penampilan tari-tarian, musik, Barongsai dan yang utama, makan lontong Cap Go Meh.
Tahun depan, acara ini diharapkan menjadi salah satu agenda kota di Semarang. Kami harap begitu, dan perlu menambah beberapa acara agar lebih menarik lagi.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Akhirnya kami merilis tulisan ini di blog meski agendanya sendiri sudah lewat beberapa waktu. Kami memang sempat hadir langsung menikmati kemeriahannya di lapangan. Namun, tentu saja seperti biasa, kehadiran kami ini murni atas inisiatif pribadi untuk memantau dinamika kota, bukan karena undangan resmi apalagi bagian dari kerja sama dengan penyelenggara MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Ketika Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional XXXI, gaungnya memang tidak hanya berhenti pada arena utama atau lomba tilawah di dalam gedung. Ada denyut kemeriahan yang sengaja dihidupkan ke ruang-ruang publik, salah satunya lewat kehadiran Karnaval Nostalgia Dugderan yang digelar pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Menariknya, kehadiran karnaval ini sempat memantik tanya di kalangan pengamat jalanan. Pasalnya, belum lama berselang, warga Semarang sudah disuguhi kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ. Praktis, dalam hitungan satu bulan yang sama, ada dua arak-arakan budaya besar yang...
Masih ingat dengan tulisan kami yang mengulas soal bonus Google AI Plus selama 6 bulan dari XL Axiata ? Promo itu didapat setelah kami membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah pada bulan Juli kemarin. Nah, ada kejadian unik di bulan Oktober ini. Pas kami memutuskan untuk tidak mengaktifkan paket internet seluler XL, fitur Google AI Plus-nya malah ikut-ikutan nonaktif 😆 Kami tentu tak menduganya dan ini menjadi pengalaman menarik yang ingin kami bagikan di blog. Kan siapa tahu ada pembaca yang mengalami nasib serupa. Alasan kami tidak mengaktifkan paket internet apa pun dari XL Axiata kali ini sebenarnya sederhana: karena harga yang ditawarkan sering berubah-ubah. Sebelumnya, kami sempat mendapat harga yang pas di kantong. Namun, pada bulan berikutnya harga sudah berganti, dan bukannya konsisten, malah cenderung naik. Dari situlah, kami mencoba rehat sejenak dari langganan data. Tak disangka, ada "kejutan" kecil di balik keputusan kecil tersebut. Realita Ekosi...
Comments
Post a Comment