Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Review Film Surat Untukmu


Rilis secara resmi di seluruh bioskop Indonesia, 25 Agustus 2016, film Surat Untukmu membawa durasi 97 menit. Film ini juga sebagal awal debut Prilly Latuconsina bermain di layar lebar. 

Mengapa saya harus menonton film yang disutradarai Harris Nizam ini? Jawabannya mudah, tidak ada pilihan. Satu-satunya film Indonesia yang baru tayang cuma film ini kamis kemarin di bioskop Semarang.

Cerita

Saya sangat suka dengan background yang ditampilin lewat film Surat Untukmu. Pemandangan, Candi, suasana pedesaan, alam, dan budaya. Aktor senior, Tio Pakusadewo turut bermain di film ini dengan menjadi ayah Prilly.




Ceritanya si Gendis (Prilly) ini ingin bertemu dengan ibunya yang meninggalkannya dari bayi. Rasa penasaran yang begitu besar membuatnya mengabaikan nasihat sang ayah yang berprofesi sebagai penari di kawasan Candi yang selalu melarangnya pergi ke Jakarta. Jakarta itu kejam, katanya.

Namanya juga remaja, Si Gendis menghiraukannya begitu saja. Apalagi beberapa rahasia ditemukan olehnya saat ia mau mengikuti lomba melukis dari Sekolahnya 

Akhirnya Gendis berhasil pergi ke Jakarta dengan program yang ia ikuti karena memenangkan lomba melukis. Di sana, ia banyak bertemu banyak teman. Meski begitu ia tidak lupa dengan tekadnya menemukan sang Ibu.

Penuh teka-teki

Meski dibalut dengan keindahan dan tradisional, 30 menit lebih film ini terasa hambar. Prilly memang sukses disulap menjadi gadis desa, sayangnya alur cerita masih membosankan.

Pindah ke Jakarta, cerita mulai agak terangkat. Saya pikir Gendis memiliki kekuatan yang dapat mengangkat cerita film ini karena beberapa kali ada animasi yang menunjukkan bagaimana Gendis punya bakat dalam hal menghitung rumus-rumus. Ternyata tidak.

Bersama teman-teman barunya, Gendis memulai petualangannya dengan memecahkan teka-teki yang didapatnya. Sekilas itu menarik dan sukses membuat mata saya kembali segar.


Pemain

Pemain utama film ini tentu Prilly Latuconsina. Kapan lagi melihat sosok yang terkenal bersama Aliando ini menjadi remaja wanita desa dalam sebuah akting.

Mungkin masih butuh waktu melihat karakter yang dibangun dalam layar lebar, tapi di film ini sudah lumayan baik. Pemain lainnya ada Om Tio, kalau ini jangan ditanya. 

...

Didominasi para pemain remaja, saya melihat film ini mencoba menarik antusias penonton generasi millenials (1990) yang saat ini pasarnya sangat bagus. 

Apa yang bisa kita petik dari film ini ? Sebuah keberanian dan tekad kuat tapi tidak juga harus nekat. Sisanya tentang persahabatan dan kejujuran orang tua yang terkadang baik tapi tidak ingin dikatakan. Untuk bagian akhirnya tidak ada kejutan yang diberi.

Rating film : 6.5 (6-10)

...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏢 Dari Hospitality ke Sport Center: Menelisik Ekspansi Seru Gets Group Lewat Gets Courts Semarang

🎬 Sinyal Kebangkitan Film Semarang: Ketika Kompetisi Mulai Punya Taring