Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Berkenalan dengan Bhinaya, Marcom Agency Semarang Lewat Acara Bhinaya Bicara
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Mendengar istilah agensi bagi kami tidaklah begitu asing, mengingat selama ini banyak pekerjaan pernah melibatkan kami sebagai bloger. Pernah mendengar Bhinaya Laxita Kreativa Indonesia? Bila belum, maka silahkan lanjut membaca postingan ini.
Kami juga baru tahu setelah memastikan untuk hadir di acara yang diadakan Bhinaya, hari Selasa (10/4) di Seven Bistro & Cafe. Kami sangat penasaran tentang mereka.
Agensi? Dari Jakarta, ternyata bukan. Kepoin akun Twitter-nya yang memiliki nama id @bhinaya_id lokasinya ada di Semarang. Apakah agensi baru?
Ini menarik bila kami memikirkan rekan-rekan kami yang pekerjaannya mirip dengan mereka (agensi), yaitu Titik Tengah Partnership. Apakah ini berarti sebuah kompetisi? Apakah mereka agensi yang akan mengakomodir kami sebagai bloger untuk terlibat?
Acara Bhinaya Bicara
Menurut undangan yang kami terima, jam acara tertera pukul 3 sore. Seperti pada umumnya, acara melorot dari jam yang udah dijadwalkan sebelumnya. Tak masalah, kami hari itu punya banyak waktu.
Entah dengan undangan lain yang kebanyakan berasal dari awak media atau jurnalis. Beberapa jurnalis yang tak pernah kami lihat sebelumnya bisa kami temui di sini. Sepertinya pembicara utamanya kali ini adalah orang spesial.
Acara Bhinaya Bicara sendiri bukan kali pertama ini dibuat. Sepertinya sudah berjalan beberapa kali. Mungkin kali ini edisinya para media dan wartawan saat kami mengikuti.
Dari rilis yang kami terima, acara Bhinaya Bicara diselenggarakan oleh Bhinaya Laxita Kreativa Indonesia, salah satu Integrated Marketing Communication agency di Kota Semarang. Dan merupakan anak perusahaan Laxita Kayana Corporation yang bergerak dibidang komunikasi.
Up Close & Personal Guntur Raditya Wardhana with Media
Yang ditunggu akhirnya tiba juga, Guntur Raditya Wardhana, CEO Laxita Kayana Corporation, yang jadi pembicara acara Bhinaya Bicara.
Dalam kesempatannya ini, beliau memperkenalkan diri dan perusahaannya yang saat ini sedang mengerjakan proyek properti di daerah Ngaliyan.
Bagi sebagian kalangan yang hadir hari itu, beliau sangat dikenal. Beberapa wartawan senior yang wajahnya jarang kami lihat, terlibat pembicaraan dengan beliau sambil tertawa. Sebegitu dekatnya?
Dalam dunia pemasaran, namanya tak asing saat kami mengetikkan namanya lewat mesin pencari. Pengusaha muda, entrepreneur lokal yang menasional dengan 100 ribunya sebagai modal awal berbisnisnya. Ia, beliau sangat terkenal di dunianya.
Bagi kami, itu tidak. Mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kami bisa berjumpa dengan beliau. Bisa bertemu dengan orang-orang hebat, selalu menyenangkan. Apalagi di kota Semarang.
Mendengar CEO Laxita ini berbicara dengan kesuksesannya di Jakarta, tentu sedikit menggelitik kami mengapa mereka akhirnya memutuskan pulang ke Semarang. Apakah karna memang iklim bisnis di Ibu Kota Jawa Tengah ini sangat menarik akhir-akhir ini.
Bila melihat kesempatan dari acara yang dilakukan ini sebagai ajang perkenalan, tentu kami ini sangat baik dan kami ingin terus terlibat seperti ini.
Apalagi Laxita Kayana Corporation sebagai perusahaan yang terus berkembang, ingin membangun iklim berbisnis yang positif di Kota Semarang.
“Kami ingin merubah pola pikir tentang bisnis di Semarang itu tidak seberkembang di Jakarta atau Surabaya. Sehingga nantinya bisnis di Kota Semarang ini dapat berkembang. Dan harapannya teman-teman media bisa mendukung,” Guntur Raditya Wardhana, mengutip press rilis.
Bhinaya sekarang berkantor di Semarang
Memutuskan pindah ke Jakarta pada tahun 2010, lalu membranding Bhinaya dari nama sebelumnya, yaitu DIGE pada tahun 2014, Bisnis agensi marketing komunikasi mas Raditya Guntur ini bisa dibilang sukses.
Entah mengapa akhirnya mereka kini berada di Semarang dan memutuskan berkantor di Menara Suara Merdeka lantai 12 jalan Pandanaran Semarang. Tentu satu kantor dengan perusahaan induk mereka, Laxita Paramitha Group. Alamat situs Bhinaya bisa dibuka di bhinaya.co.id.
...
Sebelum menutup acara, kami sempat bertanya tentang Bhinaya yang ke depan, apakah akan menjadi agensi yang akan melibatkan kreator konten lokal (Semarang) atau tidak?
Mengingat selama ini kami banyak terlibat dengan agensi yang berasal dari Jakarta dan juga agensi banyak ragamnya. Tidak banyak agensi yang melibatkan kreator konten semacam influencer, seperti kami bloger di kota sendiri.
Titik Tengah Partnership mungkin baru memulainya dan kami harap mereka bisa terus sukses seperti agensi lainnya. Oh ya, bukan agensi periklanan yang membuat kampanye promosi dari diri mereka sendiri.
Jawaban Bhinaya yang cuma kami tahu dan undangan yang hadir, kami harap bisa melibatkan banyak influencer Semarang.
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Akun resmi Instagram @festivalkotalamasmg baru saja merilis poster resmi beserta Save the Date untuk perhelatan Festival Kota Lama Semarang 2026 . Sebagai salah satu event tahunan yang paling dinanti di kota ini, kabar ini tentu langsung mencuri perhatian, terutama bagi para pemburu kuliner nostalgia dan penikmat atmosfer cagar budaya. Tahun ini, festival mengusung tema yang cukup mendalam, yaitu "Unity in Diversity" (Kesatuan dalam Keberagaman). Sebuah tema yang sangat relevan untuk menggambarkan dinamika sejarah dan budaya yang melekat erat pada lanskap Kota Lama Semarang selama berabad-abad. Durasi Pelaksanaan yang Melar Jauh Lebih Panjang Ada satu hal yang langsung terasa mencolok begitu melihat detail tanggal pada poster tahun ini. Jika pada tahun 2025 lalu Festival Kota Lama hanya berlangsung selama 9 hari (6–14 September), maka pada tahun 2026 ini durasinya melar hampir dua kali lipat menjadi 17 hari , tepatnya mulai tanggal 4 hingga 20 September 2026 . Secara positi...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Comments
Post a Comment