Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Masa Depan Instagram, Video?

Ketika datang email dari Sophie (Buffer) minggu pertama bulan Juli yang menuliskan pandangan Adam Mosseri tentang masa depan Instagram adalah video, wah kami jadi lebih bersemangat menciptakan konten video. Apakah benar, video lebih menarik sekarang? Khususnya video pendek.

Semenjak Reels datang bulan Juni, Instagram kami lebih banyak video yang kami bagikan. Itu luar biasa pengaruhnya. Bahkan bulan ini, jumlah pengikut kami kembali ke angka 23,8 ribu. 

Masa depan Instagram

Adam Mosseri yang menjabat sebagai Head of Instagram memang mengatakan dalam Twitter-nya fokus mereka kepada konten video. Instagram tidak lagi ingin dianggap sebagai aplikasi berbagi foto persegi saja.

Ada 4 bidang utama yang difokuskan pada Instagram menurut Adam, yaitu 

  1. Creators
  2. Video
  3. Shopping
  4. Messaging.

Salah satu fokus Instagram memang adalah video. Keberhasilan TikTok seolah jadi inspirasi mengapa Reels datang dengan konsep yang hampir sama.

Tentu, sebagian pengguna tidak ingin melihat Instagram berubah seperti TikTok. Namun kita kembali ke belakang lagi bagaimana Instagram membuat stories yang mengambil konsepnya dari Snapchat. 

Mungkin ada dari pengguna yang menolak tentang ini (video). Hanya saja saat Reels kami coba, pengaruhnya memang luar biasa. Mari melihat video adalah strategi yang patut dicoba sebelum menolaknya sebagai masa depan atau konsep yang tidak disukai.

Apakah konten video benar-benar lebih baik?

Kami membaca tentang video dari situs breadnbeyond.com, bagaimana diperkirakan trafik video akan mencapai 70% dari seluruh trafik internet pada akhir tahun ini. 

Semua itu terkait dengan meningkatnya popularitas perangkat seluler di mana lebih mudah untuk melihat gambar dan video daripada membaca konten (menulis). Duh, jadi berhenti menulis saja? 

Dan waktu yang sama, semakin banyak orang membuat konten berkualitas di YouTube. Kita tahu juga YouTube pun memiliki fitur video pendek yang dinamakan Shorts.

Dengan semakin berkualitasnya konten yang dibuat dengan format video, semakin banyak orang menyukai dan membagikannya. Membuatnya sering muncul di beranda dan menjadikannya viral. 

Video untuk jenis format konten memang bekerja paling baik.

...

Setelah membaca ini, kita dihadapkan dengan sebuah perubahan. Di mana, mau tidak mau harus bisa beradaptasi. Video format pendek dan dengan layar penuh terasa lebih menarik. Menontonnya terasa puas hanya dengan menggulungnya ke atas untuk berpindah ke video lainnya.

Bila belum tertarik, pelajari saja dahulu. Lakukan percobaan bila ingin membuktikan dengan mengirimkan konten berformat video. Terasa berat ? Tenang, Reels adalah alat editor yang memiliki kemampuan merekam, menyatukan dan menambahkan musik layaknya TikTok.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?