Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

Masa Depan Instagram, Video?

Ketika datang email dari Sophie (Buffer) minggu pertama bulan Juli yang menuliskan pandangan Adam Mosseri tentang masa depan Instagram adalah video, wah kami jadi lebih bersemangat menciptakan konten video. Apakah benar, video lebih menarik sekarang? Khususnya video pendek.

Semenjak Reels datang bulan Juni, Instagram kami lebih banyak video yang kami bagikan. Itu luar biasa pengaruhnya. Bahkan bulan ini, jumlah pengikut kami kembali ke angka 23,8 ribu

Masa depan Instagram

Adam Mosseri yang menjabat sebagai Head of Instagram memang mengatakan dalam Twitter-nya fokus mereka kepada konten video. Instagram tidak lagi ingin dianggap sebagai aplikasi berbagi foto persegi saja.

Ada 4 bidang utama yang difokuskan pada Instagram menurut Adam, yaitu 

  1. Creators
  2. Video
  3. Shopping
  4. Messaging.

Salah satu fokus Instagram memang adalah video. Keberhasilan TikTok seolah jadi inspirasi mengapa Reels datang dengan konsep yang hampir sama.

Tentu, sebagian pengguna tidak ingin melihat Instagram berubah seperti TikTok. Namun kita kembali ke belakang lagi bagaimana Instagram membuat stories yang mengambil konsepnya dari Snapchat. 

Mungkin ada dari pengguna yang menolak tentang ini (video). Hanya saja saat Reels kami coba, pengaruhnya memang luar biasa. Mari melihat video adalah strategi yang patut dicoba sebelum menolaknya sebagai masa depan atau konsep yang tidak disukai.

Apakah konten video benar-benar lebih baik?

Kami membaca tentang video dari situs breadnbeyond.com, bagaimana diperkirakan trafik video akan mencapai 70% dari seluruh trafik internet pada akhir tahun ini. 

Semua itu terkait dengan meningkatnya popularitas perangkat seluler di mana lebih mudah untuk melihat gambar dan video daripada membaca konten (menulis). Duh, jadi berhenti menulis saja? 

Dan waktu yang sama, semakin banyak orang membuat konten berkualitas di YouTube. Kita tahu juga YouTube pun memiliki fitur video pendek yang dinamakan Shorts.

Dengan semakin berkualitasnya konten yang dibuat dengan format video, semakin banyak orang menyukai dan membagikannya. Membuatnya sering muncul di beranda dan menjadikannya viral. 

Video untuk jenis format konten memang bekerja paling baik.

...

Setelah membaca ini, kita dihadapkan dengan sebuah perubahan. Di mana, mau tidak mau harus bisa beradaptasi. Video format pendek dan dengan layar penuh terasa lebih menarik. Menontonnya terasa puas hanya dengan menggulungnya ke atas untuk berpindah ke video lainnya.

Bila belum tertarik, pelajari saja dahulu. Lakukan percobaan bila ingin membuktikan dengan mengirimkan konten berformat video. Terasa berat ? Tenang, Reels adalah alat editor yang memiliki kemampuan merekam, menyatukan dan menambahkan musik layaknya TikTok.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🪁 Apa Kabar Festival Layang-Layang Internasional Semarang? Menanti di Awann Costa, Temu Asyiknya di BKT