Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Selama PPKM Darurat Semarang, Lampu Penerangan Jalan Utama Malam Hari Dimatikan

Pernah nonton film Zombie yang latarnya mengambil perkotaan. Dan suasananya malam hari tanpa lampu penerangan jalan dan sangat sepi. Tidak ada orang terlihat sama sekali. Serem? Seperti itu gambaran di pikiran kami malam ini.

Kami baru saja melewati kawasan jalan Pahlawan, lamput penerangan jalan yang menjadikan Kota Semarang terlihat indah, sama sekali tidak terlihat. Ya, itu sangat gelap. Yang terlihat hanya beberapa lampu yang lewat oleh kendaraan.

Setelah Magrib

Suasana gelap yang terjadi kali ini adalah strategi Pemerintah Kota Semarang dalam rangka menekan mobilitas masyarakat saat PPKM Darurat. Program ini akan berakhir beberapa hari lagi (3-20 Juli). Semoga tidak diperpanjang.

Lampu Penerangan Jalan Umum (PJPU) memang menyasar jalan-jalan di kawasan utama yang biasanya padat. Seperti Pahlawan hingga Simpang Lima, dan ruas-ruas jalan lainnya.  Suasana gelap akan mulai terasa setelah Magrib atau pukul 18.30 wib.

Menekan mobilitas masyarkat

Setidaknya, tujuannya seperti itu (mobilitas). Kota Semarang memang jadi salah satu kota dengan tingkat penyebaran kasus Covid-19 tertinggi akhir-akhir ini. Itu zona merah.

Tidak heran, strategi ini dilakukan. Dan ternyata bukan hanya Kota Semarang saja yang menerapkan 'Kota Gelap' untuk menekan penyebaran Corona. Ada Medan yang juga melakukannya.

Sebagai salah satu Kota Besar, memang Semarang masyarakatnya sangat aktif. Terutama malam hari. Apalagi jantung kota yang berada di kawasan Simpang Lima adalah favorit orang-orang yang baru tiba di Kota Semarang.

Meski begitu, pemadaman lampu penerangan jalan terasa tidak berarti kala berada di jalan yang masih padat rumah-rumah dan penjual kaki lima. 

Dan ketika tidak berada di jalan utama yang lampunya dimatikan, suasana masih terasa ramai. Memang butuh kesadaran masing-masing dan kerja keras semua pihak untuk  membuat Kota Semarang segera keluar dari zona merah.

...

Saat kami bagikan foto yang jadi cover halaman ini, dan juga ada di Instagram, dimatikan lampu penerangan jalan juga menuai kritik. Tentu saja, setiap kebijakan selalu ada pro dan kontra. Mari menunggu hasilnya setelah PPKM Darurat selesai.

Bagaimana pendapatmu? Apakah kamu membayangkan seperti cerita kami di awal? Tetap hati-hati, terutama kamu yang pulang malam sehabis bekerja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🔵 Surprize! Akun Trakteer dotsemarang Akhirnya Bercentang Biru

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

🚀 ASUS ROG Flow Z13-KJP: Tablet "Sultan" 128GB RAM yang Siap Diajak Gowes Keliling Semarang

Event Cosplay di Kota Semarang