Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Branding Gofood di Pusat Kuliner Batan Selatan Semarang

Lama tidak memperhatikan kawasan wisata kuliner di Batan Selatan, sekarang terlihat tampak seragam dengan balutan warna merah. Tulisan gofood paling menonjol di sana. Sebuah branding kala pandemi yang menarik hati kami. 

Rabu pagi, tanggal 7 Juli 2021, roda sepeda kami melewati jalan Batan Selatan. Terakhir kami menulis kawasan ini pada bulan Maret 2018. Hingga kini, hanya satu kuliner yang pernah dicicipi di sini. Bila kamu buka link sebelumnya, lebih dari 20 kuliner buka di kawasan ini.

Branding gofood

Sebagai bagian dari Gojek, apa yang dilakukan (branding) gofood tentu tidaklah asing di blog kami yang sering memperhatikan. Tentu itu adalah hal positif, apalagi disaat pandemi begini.

Kami sudah menguber-uber google tentang bagaimana branding gofood sudah ada di kawasan kuliner Batan Selatan. Tak ada satu pun informasi yang bisa kami tambahkan untuk melengkapi artikel di halaman blog kami.

Setidaknya, gambar yang kami jadikan cover halaman, mewakili informasi yang kami tulis di sini. Jadi setiap kedai atau tempat yang berada sepanjang jalanan, spanduk depannya berwarna merah dengan tulisan nama kedai, menu dan tentunya gofood itu sendiri.

Padang Basela Baru

Nanti kami akan tambahkan bila dapat info baru tentang branding gofood di sana. Selain itu, saat kami lebih dekat dengan tulisan di spanduk berwarna merah tersebut, kami melihat tulisan Padang Basela baru.

Ternyata, itu adalah sebuah paguyuban para pedagang kuliner di sini. Lagi-lagi informasinya terbatas tentang paguyuban ini di internet. 

Memadukan offline ke online

Gofood sebagai mitra memang memiliki peranan penting untuk mendistribusikan bisnis kuliner di masa pandemi sekarang. Semua terdampak, dan mau tidak mau harus bekerja lebih keras lagi.

Dengan kerja sama para pemilik kedai di sini dengan gofood tentu memberi angin segar kepada calon konsumen maupun pelanggan baru.

Strategi memadukan offline ke online seperti ini, setidaknya adalah sebuah solusi. Daripada membangun dari nol, kenapa tidak bermitra saja.

...

Kami tidak tahu bagaimana dengan kota-kota lain di Indonesia, apakah gojek melakukan hal yang sama dan seagresif ini. Kami pikir beberapa kota besar sudah pasti. Tinggal bagaimana membangun hubungan baik dari sisi pemerintah maupun komunitas (paguyuban) pemilik bisnis.

Jadi, apakah kamu tahu sejak kapan branding gofood itu ada di sini?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?