Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

[Event] Diskusi Cagar Budaya di Gereja Blenduk


Menurut Professor Endang dari Universitas Atmajaya Yogyakarta, meski status belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya, sebuah bangunan atau sesuatu yang dianggap berpotensi masuk Cagar Budaya, perlakuannya tetap sama dengan yang sudah ditetapkan.

Ini adalah bagian dari acara #KamiTetapTangguh yang diselenggarakan hari Pertama atau Jumat (3/5) di dalam Gereja Blenduk, Semarang.

Tema yang diusung sebenarnya sangat menarik, yakni Tanggung jawab masyarakat di Kawasan Cagar Budaya. Acara ini dibuat oleh forum komunitas warga Kota Lama yang disebut AMBO (Asosiasi Masyarakat Mbangun Oudestradt).

Salah kaprah tentang Cagar Budaya

Prof. Dr. MG. Endang Surniarni, M.Hum,

Untuk bicara lebih dalam tentang Cagar Budaya (CB), kami bukanlah orangnya. Informasi yang kami sampaikan di sini, banyak diambil dari pembicara dan slide yang ditampilkan.

Beberapa informasi menarik untuk orang awam seperti kami memang sangat menarik. Seperti tentang salah kaprah pengembangan CB. Padahal seharusnya pengembangan CB adalah untuk peningkatan potensi.

Kita boleh melakukan penambahan pada bangunan CB, seperti Gereja Blenduk dengan menambahkan toilet, itu tidak masalah. Asal didampingi orang yang ahli tentang CB yang bisa merekomendasikan.

Bagi yang suka selfie atau mengabadikan momen, sebenarnya dalam Undang-Undang CB, mendokumentasikan seperti foto dan video itu dilarang. Harus izin dulu kepada pemiliknya atau yang bertanggung jawab.

Live tweet (moment)


Sebagian informasinya sudah kami bagikan di atas. Namun untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap, kamu bisa melihat konten yang kami buat via Twitter Moment. Ikuti kami di Twitter untuk mendapatkan informasi langsung setiap kami datang ke acara.



...

Keterbatasan waktu, karena mengambil hari Jumat, membuat acara selesai sebelum Salat Jumat. Meski sesi diskusi menjadi bagian paling menarik untuk melihat sejauh mana perkembangan Kawasan Kota Lama, mau tidak mau, tidak dapat dilanjutkan.

Pendeta Helen dari Gereja Blenduk dan juga ketua Komunitas AMBO Semarang

Semoga selanjutnya, kami mendapatkan acara lagi seperti ini.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?