Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Promise
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Promise rilis di bioskop tanggal 5 Januari 2017 dan merupakan film perdana di tahun ini. Membawa durasi 110 menit dengan segmen remaja (13+) film ini dibintangi Dimas Anggara yang identik dengan film romantis dan kembali berkolaborasi dengan Asep Kusdinar sebagai sutradara.
Awal pembuka tahun yang manis dari Promise. Film bergenre drama asmara ini bukan saja menyuguhkan berbagai keindahan dari background yang dibawa, tapi cerita yang kuat dan akting para pemain yang benar-benar menghanyutkan suasana meski saya tak bisa menangis.
Cerita tidak mudah ketebak tapi selalu menembak
Di awal film, penonton sudah disuguhin pemandangan indah yang terus berlanjut hingga akhir film. Wow. Jogja dan kota Milan, Italia, benar-benar lokasi yang dibuat untuk cerita para pemainnya dengan berbagai kisah. Tentu kisah romantis yang paling dalam dihadirkan di sana.
Dua anak kecil (laki & perempuan) berucap janji tapi tak tahu apa yang dikatakan, dan tiba-tiba Dimas Anggara yang berperan sebagai Rahman sudah bergokil ria dengan Boy William yang memerankan Aji, kebalikan karakter Rahman yang polos sudah berseragam SMA.
Rahman berlatar belakang keluarga yang sangat religius dan tinggal di pesantren sudah membuat heboh seisi rumah karena godaan dari Aji. Ada kisah cinta yang ditahan antara Rahman dan perempuan cantik berhijab (Mawar de Jongh) diantara rentetan kisah yang akhirnya membuat Rahman disuruh menikah. Bukan, bukan dengan si perempuan tersebut.
Alur cerita terus maju dan tahu-tahu Rahman sudah di kota Milan bersama Moza yang diperankan Mikha Tambayong yang kali ini menurut saya sangat cantik dengan balutan pakaian yang fashion abis.
Saat sudah senang-senang dengan alur cerita yang terus bergerak maju dan kehadiran Aji yang membuat semakin ramai, plus datangnya satu wanita cantik lagi yang diperankan Amanda Rawles sebagai Kanya, para penonton diajak mundur kebelakang melihat masa lalu. Apakah ini jawaban dari pertemuan Rahman dan Kanya yang tadi berubah menjadi galau?
Saya benar-benar sudah jarang mengikuti film kisah asmara yang disukai remaja dan mengetahui kisah ini bahwa ada hubungan spesial antara Rahman dan Kanya, itu benar-benar keren. Luar biasa yang nulis film ini. Menarik!
Saya menoleh ke kanan dan kiri melihat bagaimana reaksi penonton menyaksikan film ini? Dan akhirnya saya tahu mengapa duet Dimas dan sutradara dapat membuat mereka terhanyut seketika.
Dan pada akhirnya, film ini memilih akhir cerita dengan bahagia. Saya sangat suka sekali dengan Kanya dan Rahman menyelesaikan bagian kisah mereka.
Kekuatan cerita
Sebagai pemuda yang polos dan tiba-tiba dinikahkan dengan seorang wanita yang berteman sejak kecil kemudian bertemu lagi dengan wajah yang sangat cantik, siapa yang ingin menolak.
Lugunya Rahman harus dihadapkan agresifnya Moza yang sudah sangat wah sebagai wanita menurut saya. Ternyata, Kanya jauh lebih berkelas ketimbang Moza. Rahman sangat beruntung rasanya.
Ketika saya berpikir ini akan selesai, ternyata tidak. Perjuangan Rahman yang akhirnya memutuskan menyerah dan pulang ke Jogja rupanya diikuti sebuah rahasia tentang Kanya.
Gadis cantik berhijab diawal film yang tertarik sama Rahman akhirnya kembali bermain dengan kecantikannya dibalut pakaian pernikahan. Yakin nih, mau nikah lagi?
Serius, ceritanya gak bakalan habis kalau saya tulis di sini. Kekuatan cerita film ini benar-benar sangat kuat dan the best lah menurut saya untuk awal tahun. Apalagi lawannya kali ini masih bertema komedi dan animasi.
Pemain film Promise
Ada Melly Guslow yang berperan dalam menyajikan alunan romantis yang dinyayikannya dalam film ini. Film ini benar-benar diharapkan sebagai pembuka yang manis untuk film Indonesia. Coba cari OST.Film Promise yang dinyanyikan teteh satu ini.
Semua pemain yang saya sebutkan di atas adalah pemain dengan tampang good looking semua. Meski di awal saya memuji Mika, ternyata hadirnya Amanda mengubah penilaian saya. Ya, Amanda punya wajah eksotis yang buat saya selalu mengenangnya lewat film ini.
Soal Dimas Anggara, jangan ditanya lagi deh. Film-film sebelumnya juga semua bertema romantis dan ngehits. Dan seperti Iko Uwais yang digadang-gadang sebagai ikon aktor laga, maka Dimas Anggara sepertinya sudah bisa disebut sebagai ikon aktor romantis khusus remaja.
Berikut daftar lengkap pemain Promise : Mikha Tambayong, Dimas Anggara, Boy William, Amanda Rawles, Mawar Eva De Jongh, Ricky Cuaca, Ari Irham, Surya Saputra, Ira Wibowo, Doni Alamsyah, Annisa Hertami, Monica Oemardi, Thalita Yana, Elmy Syarif
..
Sangat manis menyuguhkan cerita yang meski tak membuat saya menangis. Ia, filmnya gak berlebihan yang buat orang begitu sedihnya. Porsi sedang, tapi tenang. Banyak yang indah-indah. Meski begitu, antusias tempat duduk tidak terisi penuh seperti film Hangout dan Cek Toko Sebelah di awal-awal tayang.
Menurut saya ini adalah cerita pria lugu yang mendapat berkah yakni seorang wanita cantik. Bukan 1 tapi 3. Namun keluguannya yang menghadirkan kesederhanaan dari arti pria sejati membuat kisahnya lebih berarti di sini.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Kawasan Jalan Jolotundo sepertinya memang dipersiapkan untuk menjadi pusat perhatian baru di pertengahan tahun 2026 ini. Setelah sebelumnya kami sempat menulis di blog Galeri foto mengenai sebuah bangunan modern dengan elemen bata ekspos yang estetik, spekulasi mengenai akan jadi apa gedung tersebut akhirnya menemui titik terang. Bukan kafe kekinian dengan mesin espresso, bukan pula coworking space minimalis. Sebuah spanduk kuning mencolok yang kami temukan saat melintas baru-baru ini memberikan jawaban yang cukup mengejutkan sekaligus melokal: Soto Ayam "Pak No" Ps Johar Atas . Plot Twist di Balik Fasad Modern Jujur saja, kami sempat mengira bangunan yang berada tepat di depan halte bus ini akan menjadi tempat nongkrong bergaya urban. Desain kacanya yang lebar dan pemilihan warna cokelat yang hangat sangat identik dengan tren coffee shop saat ini. Namun, kehadiran Soto Pak No di sini memberikan plot twist yang menarik bagi peta kuliner di Jolotundo. Penggunaan nama ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Terimakasih sudah mempermudah referensi skripsi saya tentang novel dan film promise ini🤗
ReplyDeleteSama-sama, senang bisa berguna
Delete