Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Promise
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Promise rilis di bioskop tanggal 5 Januari 2017 dan merupakan film perdana di tahun ini. Membawa durasi 110 menit dengan segmen remaja (13+) film ini dibintangi Dimas Anggara yang identik dengan film romantis dan kembali berkolaborasi dengan Asep Kusdinar sebagai sutradara.
Awal pembuka tahun yang manis dari Promise. Film bergenre drama asmara ini bukan saja menyuguhkan berbagai keindahan dari background yang dibawa, tapi cerita yang kuat dan akting para pemain yang benar-benar menghanyutkan suasana meski saya tak bisa menangis.
Cerita tidak mudah ketebak tapi selalu menembak
Di awal film, penonton sudah disuguhin pemandangan indah yang terus berlanjut hingga akhir film. Wow. Jogja dan kota Milan, Italia, benar-benar lokasi yang dibuat untuk cerita para pemainnya dengan berbagai kisah. Tentu kisah romantis yang paling dalam dihadirkan di sana.
Dua anak kecil (laki & perempuan) berucap janji tapi tak tahu apa yang dikatakan, dan tiba-tiba Dimas Anggara yang berperan sebagai Rahman sudah bergokil ria dengan Boy William yang memerankan Aji, kebalikan karakter Rahman yang polos sudah berseragam SMA.
Rahman berlatar belakang keluarga yang sangat religius dan tinggal di pesantren sudah membuat heboh seisi rumah karena godaan dari Aji. Ada kisah cinta yang ditahan antara Rahman dan perempuan cantik berhijab (Mawar de Jongh) diantara rentetan kisah yang akhirnya membuat Rahman disuruh menikah. Bukan, bukan dengan si perempuan tersebut.
Alur cerita terus maju dan tahu-tahu Rahman sudah di kota Milan bersama Moza yang diperankan Mikha Tambayong yang kali ini menurut saya sangat cantik dengan balutan pakaian yang fashion abis.
Saat sudah senang-senang dengan alur cerita yang terus bergerak maju dan kehadiran Aji yang membuat semakin ramai, plus datangnya satu wanita cantik lagi yang diperankan Amanda Rawles sebagai Kanya, para penonton diajak mundur kebelakang melihat masa lalu. Apakah ini jawaban dari pertemuan Rahman dan Kanya yang tadi berubah menjadi galau?
Saya benar-benar sudah jarang mengikuti film kisah asmara yang disukai remaja dan mengetahui kisah ini bahwa ada hubungan spesial antara Rahman dan Kanya, itu benar-benar keren. Luar biasa yang nulis film ini. Menarik!
Saya menoleh ke kanan dan kiri melihat bagaimana reaksi penonton menyaksikan film ini? Dan akhirnya saya tahu mengapa duet Dimas dan sutradara dapat membuat mereka terhanyut seketika.
Dan pada akhirnya, film ini memilih akhir cerita dengan bahagia. Saya sangat suka sekali dengan Kanya dan Rahman menyelesaikan bagian kisah mereka.
Kekuatan cerita
Sebagai pemuda yang polos dan tiba-tiba dinikahkan dengan seorang wanita yang berteman sejak kecil kemudian bertemu lagi dengan wajah yang sangat cantik, siapa yang ingin menolak.
Lugunya Rahman harus dihadapkan agresifnya Moza yang sudah sangat wah sebagai wanita menurut saya. Ternyata, Kanya jauh lebih berkelas ketimbang Moza. Rahman sangat beruntung rasanya.
Ketika saya berpikir ini akan selesai, ternyata tidak. Perjuangan Rahman yang akhirnya memutuskan menyerah dan pulang ke Jogja rupanya diikuti sebuah rahasia tentang Kanya.
Gadis cantik berhijab diawal film yang tertarik sama Rahman akhirnya kembali bermain dengan kecantikannya dibalut pakaian pernikahan. Yakin nih, mau nikah lagi?
Serius, ceritanya gak bakalan habis kalau saya tulis di sini. Kekuatan cerita film ini benar-benar sangat kuat dan the best lah menurut saya untuk awal tahun. Apalagi lawannya kali ini masih bertema komedi dan animasi.
Pemain film Promise
Ada Melly Guslow yang berperan dalam menyajikan alunan romantis yang dinyayikannya dalam film ini. Film ini benar-benar diharapkan sebagai pembuka yang manis untuk film Indonesia. Coba cari OST.Film Promise yang dinyanyikan teteh satu ini.
Semua pemain yang saya sebutkan di atas adalah pemain dengan tampang good looking semua. Meski di awal saya memuji Mika, ternyata hadirnya Amanda mengubah penilaian saya. Ya, Amanda punya wajah eksotis yang buat saya selalu mengenangnya lewat film ini.
Soal Dimas Anggara, jangan ditanya lagi deh. Film-film sebelumnya juga semua bertema romantis dan ngehits. Dan seperti Iko Uwais yang digadang-gadang sebagai ikon aktor laga, maka Dimas Anggara sepertinya sudah bisa disebut sebagai ikon aktor romantis khusus remaja.
Berikut daftar lengkap pemain Promise : Mikha Tambayong, Dimas Anggara, Boy William, Amanda Rawles, Mawar Eva De Jongh, Ricky Cuaca, Ari Irham, Surya Saputra, Ira Wibowo, Doni Alamsyah, Annisa Hertami, Monica Oemardi, Thalita Yana, Elmy Syarif
..
Sangat manis menyuguhkan cerita yang meski tak membuat saya menangis. Ia, filmnya gak berlebihan yang buat orang begitu sedihnya. Porsi sedang, tapi tenang. Banyak yang indah-indah. Meski begitu, antusias tempat duduk tidak terisi penuh seperti film Hangout dan Cek Toko Sebelah di awal-awal tayang.
Menurut saya ini adalah cerita pria lugu yang mendapat berkah yakni seorang wanita cantik. Bukan 1 tapi 3. Namun keluguannya yang menghadirkan kesederhanaan dari arti pria sejati membuat kisahnya lebih berarti di sini.
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Ada kalanya semesta punya cara sendiri untuk merencanakan sesuatu. Awalnya, kami sama sekali tidak punya rencana untuk meremajakan smartphone tahun ini. Ponsel andalan yang lama terpaksa harus "pensiun" karena menemui ajalnya, sementara biaya perbaikannya terasa tidak masuk akal jika harus dikeluarkan. Sempat dipinjami ponsel cadangan oleh teman, tapi rasanya kurang leluasa karena perangkatnya sudah terlalu uzur. Singkat cerita, keputusan berat diambil untuk meminang perangkat baru. Pilihannya jatuh pada sebuah smartphone 5G terjangkau yang kebetulan mendarat di tangan: Motorola Moto G45 5G . Tentu saja ada alasan tersembunyi di balik pembelian yang agak dipaksakan ini. Apalagi kalau bukan rasa penasaran tingkat tinggi untuk menjajal langsung seberapa ngebut jaringan 5G di Kota Semarang, setelah operator seluler seperti XL Axiata resmi memperluas jaringannya. Maka, agenda uji coba pun dirancang. Lokasinya dipilih yang paling ikonik sekaligus paling padat di jantung Kota Se...
Awal bulan November, kami membuka tulisan tentang Chromebook yang sudah dirilis ASUS secara global tahun 2023. Memang sih perangkatnya sudah lawas, apalagi ketersediaannya bakal sulit dicari. Meski begitu, alasan kami membawanya ke blog karena salah satu fiturnya mirip dengan ExpertBook Ultra . Membayangkan laptop ini dari sisi harga tentu bak langit dan bumi. Pagi ini (3/11), sebelum menulis blog, kami membuka kotak masuk email seperti biasanya. Terakhir kali kami mengulas perangkat Chromebook adalah pada awal Februari lalu, dan setelah itu tidak banyak perangkat sejenis yang kami bawa ke blog. Kebetulan semangat kami lagi bagus pagi ini, hasilnya kami memutuskan untuk berkenalan dengan ASUS Chromebook CR11 Flip (CR1104F). Ini adalah perangkat konvertibel 2-in-1 yang dirancang khusus oleh ASUS untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi sekolah. Setelah kami telusuri lebih dalam lewat penelusuran di internet, kami baru menyadari bahwa Chromebook tangguh ini ternyata memiliki nasib yang sam...
Menutup bulan Oktober, perhelatan GIIAS 2026 rupanya masih bergulir. Usai menyapa Kota Semarang beberapa waktu lalu, rangkaian roadshow pameran otomotif berskala nasional ini melanjutkan perjalanannya hingga singgah di Kota Makassar. Informasi tersebut kami ketahui dari rilis pers yang rutin mendarat di kotak masuk surel kami. Dari sekian banyak catatan yang dibagikan, ada satu hal menarik yang menggelitik untuk diulas di blog menjelang akhir bulan ini: statistik jumlah pengunjung GIIAS Semarang yang ternyata masih betah bertahan di bawah angka 30 ribu. Jika ditarik sedikit ke belakang, pada penyelenggaraan tahun 2024 silam, total kunjungannya sempat menyentuh angka 30.070 orang. Namun, capaian tahun 2026 ini justru mengulang pola tahun sebelumnya. Rasanya seperti mengalami deja vu, di mana angkanya kembali tertahan di kisaran 28 ribuan. Konsisten di Angka 28 Ribuan Berdasarkan data resmi penyelenggara, GIIAS Semarang mencatatkan angka kunjungan sebanyak 28.876 orang selama lima hari p...
Terimakasih sudah mempermudah referensi skripsi saya tentang novel dan film promise ini🤗
ReplyDeleteSama-sama, senang bisa berguna
Delete