Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Event Diskusi Eksplorasi Batik dan Desain di Impala Space Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ngobrolin tentang batik Semarang memang selalu menarik, termasuk di acara kali ini yang dibuat Impala Space, minggu malam (20/11/2016).
Ini bukan kelas Akademi Berbagi Semarang yang beberapa kali dotsemarang ikuti. Ini adalah salah satu program yang dibuat Impala Space yang cukup menarik untuk sebuah tempat yang dikenal dengan Coworking Space. Mereka sangat rutin membuat forum diskusi dengan tema-tema yang berbeda.
Membawa tema Eksplorasi Batik dan Desain, diskusi yang dimulai pukul 7 malam lebih ini tidak dihadiri peserta yang sebelumnya terdaftar berjumlah 20 orang lebih. Sangat disayangkan sebenarnya bila melihat tema soal batik Semarang yang jadi utama untuk dibicarakan.
Farisa (Impala)
Kiri kanan : Adam Muda (grafik designer), Ina Priyono (Fashion Designer) dan Eko Hariyanto (Pengembang Batik Semarang)
Acara dibuka dengan diskusi pertama yang sekaligus dimoderatori oleh mas Adam. Beberapa slide gambar motif batik ditampilkan di layar LCD yang menunjang cerita tentang perkembangan batik oleh mas Eko.
Semarang sebenarnya kaya batik, hanya saja yang diketahui hanya motif Lawang Sewu dan Tugu Muda. Sebelum motif-motif ini beredar, sebenarnya ada banyak. Namun seiring waktu, batik Semarang identik dengan ciri khas Semarangan.
Dari Ibu Ina yang kerap kali membawa batik ke luar negeri, beliau terkadang galau ketika tidak membawa batik dari Semarang. Tapi itu dulu, sekarang sudah banyak masyarakat yang mulai peduli dengan batik Semarangan.
Foto slideshow dari milik mas Adam Muda
...
Sebelum menutup diskusi, para pembicara berpesan kepada peserta yang hadir atau Anda yang sedang membaca postingan ini. Mari bantu mempromosikan batik Semarang dengan cara-cara seperti menggunakan batik dalam acara-acara, membuat komunitas, memviralkan lewat media yang sedang tren atau cara yang Anda sukai.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Mari kembangkan dan promosikan yang ada sekarang. Oh ya, sudah tahu kan di Semarang ada beberapa kampung batik? Mungkin bisa mengunjungi sekalian.
Hari ini, tanggal 3 Juni 2026, linimasa media sosial mendadak dipenuhi oleh unggahan tentang World Bicycle Day atau Hari Bersepeda Sedunia . Uniknya, informasi ini justru pertama kali kami temukan saat sedang asyik berselancar di Threads—platform yang belakangan ini terasa lebih acak, organik, tapi punya rasa lokal yang sangat kuat. Beda cerita dengan linimasa X (Twitter) kami yang sudah telanjur "terpolusi" secara positif oleh obrolan dunia bola, sehingga kabar-kabar seputar lifestyle dan hari peringatan global seperti ini sukses tenggelam tanpa jejak. Kemana Saja Kami Selama 14 Tahun Ini? Membaca riuhnya ucapan selamat di media sosial, jujur saja, ada rasa terkejut yang menggelitik. Bagaimana tidak? Kami sudah aktif mengayuh pedal menyusuri jalanan dan berbagai sudut kota selama 14 tahun terakhir. Bagi kami, sepeda bukan lagi sekadar alat olahraga atau rekreasi di akhir pekan, melainkan teman setia mobilitas harian dan saksi bisu perkembangan infrastruktur jalanan yang ka...
Siapa sangka pengalaman mengecek saldo kartu e-money di Uptown Mall Semarang beberapa minggu lalu menjadi cerita seru yang menggelitik untuk diingat kembali. Ternyata, urusan digitalisasi di fasilitas umum seperti ini tidak selamanya langsung dipahami semua orang. Bukan kami saja yang sempat kebingungan, apakah kamu juga pernah merasakannya? Ceritanya, hari itu kami baru saja sampai di Uptown Mall Semarang yang berlokasi di kawasan BSB City dengan menumpang ojek online (ojol). Keputusan naik ojol ini diambil karena waktu yang sudah mepet dengan jadwal sebuah event yang ingin kami kejar. Rencananya, untuk perjalanan pulang nanti, kami ingin naik bus Trans Semarang saja biar lebih hemat. Alasan Mengapa Harus Cek Saldo di Mesin ATM Salah satu alasan terbesar mengapa kami harus melakukan cek kartu e-money secara manual sore itu adalah karena smartphone yang kami miliki saat ini belum mendukung fitur NFC ( Near Field Communication ). Bagi pemilik ponsel tanpa NFC, mengetahui sisa saldo...
Meninggalkan bulan Mei, kami teringat akan dua momen banjir di lokasi yang sama yang sempat kami alami. Menariknya, kedua momen ini seperti memiliki ikatan tersendiri karena terjadi pada tanggal yang sama-sama memiliki unsur angka 2. Momen pertama terjadi saat kami pulang meliput kemeriahan Semarang Night Carnival (SNC) , dan momen kedua ketika kami sedang menuju sebuah acara di Rumah Sakit Telogorejo (SMC). Jika tidak mengalaminya secara langsung, kami mungkin tidak akan pernah tahu kalau ruas Jalan Kartini—mulai dari tikungan Jalan MT Haryono hingga sebelum jembatan Kartini—termasuk wilayah yang rawan tergenang air apabila hujan deras mengguyur dalam durasi yang lumayan lama. Kejadian ini seolah kembali memperkuat branding "Semarang Kota Banjir", sebuah topik yang pada musim penghujan kemarin begitu santer dan ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial. Padahal, jika ditarik benang merahnya, Jalan Kartini dan genangan air merupakan cerita klasik yang terus ber...
Setiap kali melintas dan memotret megahnya bangunan SMC RS Telogorejo Semarang dari luar, terselip tanya dalam hati: kapan ya ada kesempatan untuk menengok bagian dalamnya? Maklum, jika tidak ada kepentingan medis yang mendesak, tentu rasanya canggung untuk sekadar berkunjung. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sebuah momentum menarik datang bersamaan dengan digelarnya sebuah acara yang materinya sangat bersinggungan dengan aktivitas olahraga yang rutin kami geluti. Semesta seakan merestui rasa penasaran kami. Pihak rumah sakit menggelar hajatan besar bertajuk The Spark of Healthy Life: 3 in 1 Mega Seminar & Talkshow 2026 . Begitu pendaftaran dibuka melalui akun Instagram resmi @rs.telogorejo, kami langsung mendaftarkan diri. Beruntung, nama kami lolos kurasi untuk hadir pada hari kedua, Jumat, 22 Mei 2026, yang bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung Cattleya. Namun, tantangan langsung menghadang tepat di hari H. Hujan deras mendadak mengguyur Kota Semarang, memaksa kami untuk menerjang...
Pertengahan tahun di Kota Semarang rasanya belum lengkap kalau belum membahas kompleks PRPP Jawa Tengah di kawasan Anjasmoro. Ya, gelaran pesta rakyat terbesar di Jawa Tengah, Jateng Fair 2026, sudah resmi masuk dalam radar agenda kota bulan ini. Bagi kamu yang sudah mulai mencari tahu kapan event ini dimulai, catat tanggalnya: Jateng Fair 2026 akan berlangsung selama 10 hari, mulai dari tanggal 26 Juni hingga 5 Juli 2026. Format durasi yang lebih padat ini tampaknya kembali dipertahankan oleh pihak penyelenggara, PT PRPP Jawa Tengah. Sama seperti tahun lalu, kebijakan tiket masuk gratis juga kembali diterapkan untuk menarik antusiasme masyarakat secara massal ke area pameran . Namun, perlu dicatat ya! Gratis di sini hanya berlaku untuk memasuki area kompleks pameran dan stan Jateng Fair saja. Bagi kamu yang mengincar keseruan panggung hiburan musiknya, tetap diwajibkan mengantongi tiket masuk berbayar. Dengan target yang dipatok hingga 300 ribu pengunjung, apakah Jateng Fair t...
Comments
Post a Comment