Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Event Diskusi Eksplorasi Batik dan Desain di Impala Space Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ngobrolin tentang batik Semarang memang selalu menarik, termasuk di acara kali ini yang dibuat Impala Space, minggu malam (20/11/2016).
Ini bukan kelas Akademi Berbagi Semarang yang beberapa kali dotsemarang ikuti. Ini adalah salah satu program yang dibuat Impala Space yang cukup menarik untuk sebuah tempat yang dikenal dengan Coworking Space. Mereka sangat rutin membuat forum diskusi dengan tema-tema yang berbeda.
Membawa tema Eksplorasi Batik dan Desain, diskusi yang dimulai pukul 7 malam lebih ini tidak dihadiri peserta yang sebelumnya terdaftar berjumlah 20 orang lebih. Sangat disayangkan sebenarnya bila melihat tema soal batik Semarang yang jadi utama untuk dibicarakan.
Farisa (Impala)
Kiri kanan : Adam Muda (grafik designer), Ina Priyono (Fashion Designer) dan Eko Hariyanto (Pengembang Batik Semarang)
Acara dibuka dengan diskusi pertama yang sekaligus dimoderatori oleh mas Adam. Beberapa slide gambar motif batik ditampilkan di layar LCD yang menunjang cerita tentang perkembangan batik oleh mas Eko.
Semarang sebenarnya kaya batik, hanya saja yang diketahui hanya motif Lawang Sewu dan Tugu Muda. Sebelum motif-motif ini beredar, sebenarnya ada banyak. Namun seiring waktu, batik Semarang identik dengan ciri khas Semarangan.
Dari Ibu Ina yang kerap kali membawa batik ke luar negeri, beliau terkadang galau ketika tidak membawa batik dari Semarang. Tapi itu dulu, sekarang sudah banyak masyarakat yang mulai peduli dengan batik Semarangan.
Foto slideshow dari milik mas Adam Muda
...
Sebelum menutup diskusi, para pembicara berpesan kepada peserta yang hadir atau Anda yang sedang membaca postingan ini. Mari bantu mempromosikan batik Semarang dengan cara-cara seperti menggunakan batik dalam acara-acara, membuat komunitas, memviralkan lewat media yang sedang tren atau cara yang Anda sukai.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Mari kembangkan dan promosikan yang ada sekarang. Oh ya, sudah tahu kan di Semarang ada beberapa kampung batik? Mungkin bisa mengunjungi sekalian.
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Salah satu tempat kunjungan wisata di Semarang yang menarik selain wisata religi dan beberapa lainnya disini adalah kebun binatang atau juga dikenal dengan nama Bonbin Mangkang dan Taman Marga Satwa Semarang. Letaknya berada di Jl. Raya Mangkang km 17 Semarang. Lebih mudahnya, depan terminal Mangkang. Bonbin Mangkang ini dulunya adalah tempat relokasi dari Bonbin lama Semarang di daerah Tinjomoyo yang kini menjadi arena perang – perangan Paint Ball. Taman Margasatwa Semarang merupakan tempat konservasi satwa yang memadukan konsep edukasi dengan konsep rekreasi. Sehingga para pengunjung yang datang kesini bisa mendapatkan pengetahuan yang lebih luas mengenai kekayaan flora dan fauna. Selain itu, pengujung juga bisa sekaligus berekreasi melepas kepenatan dari rutinitas kegiatan mereka sehari-harinya bersama keluarga, teman atau kerabat terdekatnya. Taman Margadatwa Semarang hingga tahun 2012 ini telah memiliki 40 jenis satwa dan setiap periodenya akan selalu ditambah dengan...
Sepertinya kami akan kehilangan akun rekening di Bank Mandiri karena kurangnya pemasukan, mengingat akun rekening kami masih yang lama. Di mana potongan adminnya masih di atas 10 ribu tiap bulan. ShopeePay bisa jadi alternatif rasanya meski tiap ngambil tunai akan dikenakan biaya. Sebelum benar-benar rekening Mandiri kami akan terblokir karena beban potongan admin yang tiap bulan kepotong, kami mencoba alternatif dengan menggunakan ShopeePay. Terutama kebutuhan uang tunai, mengingat tidak semua toko atau pembayaran ada yang menerima non tunai. Indomaret Kami sendiri baru mengetahuinya bahwa ShopeePay bisa tarik tunai beberapa bulan lalu. Saat itu ada notifikasi yang mengarahkan untuk kami buka. Minimarket yang dipilih adalah Indomaret yang tertera di aplikasi ShopeePay. Sebenarnya kami akan memilih tidak melakukannya andai saldo rekening kami di Bank Mandiri baik-baik saja. Namun yasudahlah, ini alternatif dan juga ketimbang kepotong mulu di Mandiri, mending sementara pakai cara...
Gara-gara unggahan akun @kuyentertainment sekitar 5 hari lalu yang berseliweran di Threads, kami akhirnya terinspirasi untuk ikut mengangkat kabar tentang logo HUT RI ke-81. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, identitas visual peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia kali ini lahir dari sebuah proses kompetisi yang hasilnya ditentukan langsung oleh masyarakat melalui voting terbuka. Sebuah langkah awal yang sangat menarik. Bulan Agustus memang masih sebulan lagi, namun atmosfer kemeriahannya sudah mulai terasa dari sekarang. Logo tahun ini hadir dalam bentuk angka 81 dengan impresi visual yang terasa berani dan dinamis. Jauh dari kesan formal yang kaku atau membosankan, lekukan angkanya diolah sedemikian rupa sehingga memberikan kesan segar dan optimis sejak pertama kali dilihat. Pertama Kali dalam Sejarah: Publik Ikut Memilih Langsung Sebagai blog yang cukup konsisten mengisi kategori logo—khususnya saat momen HUT Kota Semarang—kami merasa topik logo nasional ini sangat sayang untuk dil...
Bagi sebagian pengguna laptop, keheningan dini hari adalah waktu emas. Saat kota sedang lelap-lelapnya, suasana tenang seperti ini biasanya menjadi momen paling pas untuk mencari inspirasi, kontemplasi, atau sekadar menyelesaikan coretan tulisan yang tertunda. Namun, dini hari kali ini menyuguhkan cerita yang sedikit berbeda: sebuah drama troubleshooting teknologi yang berujung pada hilangnya file-file berharga. Semua bermula dari layar Chromebook yang mendadak menampilkan visual sebuah satelit yang sedang tertidur, lengkap dengan pesan yang cukup menjebak: "Autentikasi diperlukan. Anda harus login ke Akun Google." Berharap "Sembuh Sendiri" yang Berujung Buntu Sebenarnya, gejala aneh pada Google Play Store ini sudah muncul sejak beberapa hari yang lalu. Pada awalnya, kami pikir ini hanyalah glitch ringan atau sinkronisasi latar belakang yang sedang tersendat. Mengingat profil utama Google di browser Chrome berjalan sangat normal tanpa kendala login sama sekali, ka...
Comments
Post a Comment