Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Event Diskusi Eksplorasi Batik dan Desain di Impala Space Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ngobrolin tentang batik Semarang memang selalu menarik, termasuk di acara kali ini yang dibuat Impala Space, minggu malam (20/11/2016).
Ini bukan kelas Akademi Berbagi Semarang yang beberapa kali dotsemarang ikuti. Ini adalah salah satu program yang dibuat Impala Space yang cukup menarik untuk sebuah tempat yang dikenal dengan Coworking Space. Mereka sangat rutin membuat forum diskusi dengan tema-tema yang berbeda.
Membawa tema Eksplorasi Batik dan Desain, diskusi yang dimulai pukul 7 malam lebih ini tidak dihadiri peserta yang sebelumnya terdaftar berjumlah 20 orang lebih. Sangat disayangkan sebenarnya bila melihat tema soal batik Semarang yang jadi utama untuk dibicarakan.
Farisa (Impala)
Kiri kanan : Adam Muda (grafik designer), Ina Priyono (Fashion Designer) dan Eko Hariyanto (Pengembang Batik Semarang)
Acara dibuka dengan diskusi pertama yang sekaligus dimoderatori oleh mas Adam. Beberapa slide gambar motif batik ditampilkan di layar LCD yang menunjang cerita tentang perkembangan batik oleh mas Eko.
Semarang sebenarnya kaya batik, hanya saja yang diketahui hanya motif Lawang Sewu dan Tugu Muda. Sebelum motif-motif ini beredar, sebenarnya ada banyak. Namun seiring waktu, batik Semarang identik dengan ciri khas Semarangan.
Dari Ibu Ina yang kerap kali membawa batik ke luar negeri, beliau terkadang galau ketika tidak membawa batik dari Semarang. Tapi itu dulu, sekarang sudah banyak masyarakat yang mulai peduli dengan batik Semarangan.
Foto slideshow dari milik mas Adam Muda
...
Sebelum menutup diskusi, para pembicara berpesan kepada peserta yang hadir atau Anda yang sedang membaca postingan ini. Mari bantu mempromosikan batik Semarang dengan cara-cara seperti menggunakan batik dalam acara-acara, membuat komunitas, memviralkan lewat media yang sedang tren atau cara yang Anda sukai.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Mari kembangkan dan promosikan yang ada sekarang. Oh ya, sudah tahu kan di Semarang ada beberapa kampung batik? Mungkin bisa mengunjungi sekalian.
Semua barang yang dibawa, seperti hape, tas dan lainnya dilarang dibawa masuk ke dalam. Ada loker yang disediakan, barang ditaruh di sana semuanya. Ini adalah peraturan yang diberitahukan kepada kami sebelum tur dimulai oleh tur guide saat kunjungan tempat kedua Jalur Rempah Tour 2023. Perjalanan kami dilanjutkan di sini usai kunjungan ke Pabrik Rokok Praoe Lajar . Rombongan peserta harus naik 2 bus mini untuk menuju Oema Herborist yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan. Tempat yang rasanya pernah kami kunjungi beberapa tahun silam, entah kenapa kami lupa dan tidak menuliskannya saat itu. Tur Pabrik Herborist Merek Herborist tentu bagi sebagian besar orang, khususnya perempuan mengenal produk perawatan kecantikan rasa lokal ini yang brandingnya kuat dengan natural dan herbal. Mungkin ini yang jadi alasan penyelenggara memasukkan Oemah Herborist dalam lawatannya untuk tur jalur rempah ini. Kami sebagai peserta sih, ya ikut-ikut saja karena pengalaman berkunjung pasti akan s...
Transformasi yang begitu cepat ini melahirkan pertanyaan yang beberapa waktu lalu sempat kami abaikan: “Kenapa di mesin pencarian Google sekarang ada tombol Mode AI, padahal Google sendiri sudah punya aplikasi Gemini yang berdiri sendiri? Bukankah mereka adalah barang yang sama?” Jujur saja, di awal kemunculannya, fitur baru ini sempat membuat kami bingung. Mengapa Google repot-repot membuat dua pintu untuk hal yang rasanya mirip? Setelah mencobanya berulang kali untuk menemani aktivitas harian dan hobi menulis, kami baru menyadari bahwa meski "otak" di baliknya sama, keduanya mengenakan seragam yang berbeda di lapangan. Aspek aksesibilitas juga memengaruhi cara pandang ini. Sebagai pengguna laptop Chromebook , tentu pilihan pertama kami jatuh pada Gemini karena fiturnya langsung disediakan oleh sistem. Apalagi saat menyalakan perangkat, pintasan Gemini sudah bertengger manis di system bar . Keberadaannya sangat memudahkan mata kami untuk mengaksesnya secara instan tanpa haru...
Sudah hampir setahun berlalu semenjak kami meminang iPhone 5S. Niat awal ingin konsisten mengikuti tren video pendek untuk konten media sosial, malah berujung pada dilema klasik yang kerap kami rasakan belakangan ini. Perangkat lawas rilisan tahun 2013 yang awalnya terbilang mumpuni untuk diajak bekerja ini, tampaknya harus segera masuk kotak dan dipensiunkan. Kami tidak menyangka akan kembali dihadapkan pada realitas pahit ini. Setelah sebelumnya ASUS Zenfone 5 yang lebih dulu dipensiunkan karena kendala teknis, kini kami harus mengambil keputusan berat yang sama untuk si mungil iPhone 5S. Alasannya cukup krusial: baterai mulai meledung alias kembung. Alhasil, panel layar depan terangkat dan menyisakan celah terbuka yang cukup membuat kami khawatir selama di lapangan. Menunjukkan Batas Kemampuan Ketika sebagian orang mengoleksi perangkat ini sekadar sebagai barang nostalgia atau klangenan jadul, kami justru menjadikannya sebagai device tempur harian. Hape ini selalu terselip di sak...
Semenjak kabar peralihan armada BRT Trans Semarang menuju bus listrik mulai berembus, kami selalu penasaran dengan kelanjutan informasinya. Beruntung, sebuah acara menarik hadir dan menjadi momen berharga bagi kami untuk menggali lebih dalam seputar perkembangan transportasi di Kota Atlas. Sebuah forum diskusi bermutu yang hampir saja kami lupakan ke dalam draf, padahal kami sempat hadir langsung di sana. Semua bermula di bulan Februari 2026. Saat pamflet acara bertajuk "Elektrifikasi Trans Semarang: Jalan Menuju BRT Ramah Lingkungan & Tangguh Iklim" lewat di beranda Instagram, kami tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri. Bersyukur, kami lolos kurasi dan berkesempatan menjadi salah satu peserta yang hadir pada Sabtu siang, 14 Februari 2026. Awalnya kening kami sempat berkerut melihat lokasi acaranya. Tempatnya terbilang baru dan belum pernah kami datangi sebelumnya. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Sayangnya, kali ini kami tidak memilih opsi bersepeda—yang...
Selamat datang di halaman khusus dokumentasi dotsemarang . Halaman ini didedikasikan sebagai ruang arsip digital, infopusat, sekaligus catatan pandangan mata mengenai salah satu megaproyek paling dinamis di pesisir Semarang Utara: Mal 23 Semarang. Akhirnya, Mal 23 Semarang resmi dibuka untuk umum pada tanggal 23 Mei 2026. Pihak manajemen benar-benar menepati janjinya sesuai waktu yang diumumkan, meski pembukaannya saat ini masih dalam tahap soft opening . Menariknya, pemilihan tanggal pembukaan sengaja disamakan dengan identitas nama malnya itu sendiri, yaitu angka 23. Jatuh tepat pada hari Sabtu yang merupakan prime time akhir pekan, strategi gimmick marketing berbalut "cocokologi" angka hoki ini terbukti sukses besar mengunci momentum dan memicu ledakan antusiasme warga sejak hari pertama. Untuk seremonial Grand Opening -nya sendiri, dari kabar burung yang kami dengar di lapangan, rencananya baru akan dilaksanakan bulan depan, Juni 2026. Di Balik Angka Megaproyek Pesisir ...
Comments
Post a Comment