Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Event Diskusi Eksplorasi Batik dan Desain di Impala Space Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ngobrolin tentang batik Semarang memang selalu menarik, termasuk di acara kali ini yang dibuat Impala Space, minggu malam (20/11/2016).
Ini bukan kelas Akademi Berbagi Semarang yang beberapa kali dotsemarang ikuti. Ini adalah salah satu program yang dibuat Impala Space yang cukup menarik untuk sebuah tempat yang dikenal dengan Coworking Space. Mereka sangat rutin membuat forum diskusi dengan tema-tema yang berbeda.
Membawa tema Eksplorasi Batik dan Desain, diskusi yang dimulai pukul 7 malam lebih ini tidak dihadiri peserta yang sebelumnya terdaftar berjumlah 20 orang lebih. Sangat disayangkan sebenarnya bila melihat tema soal batik Semarang yang jadi utama untuk dibicarakan.
Farisa (Impala)
Kiri kanan : Adam Muda (grafik designer), Ina Priyono (Fashion Designer) dan Eko Hariyanto (Pengembang Batik Semarang)
Acara dibuka dengan diskusi pertama yang sekaligus dimoderatori oleh mas Adam. Beberapa slide gambar motif batik ditampilkan di layar LCD yang menunjang cerita tentang perkembangan batik oleh mas Eko.
Semarang sebenarnya kaya batik, hanya saja yang diketahui hanya motif Lawang Sewu dan Tugu Muda. Sebelum motif-motif ini beredar, sebenarnya ada banyak. Namun seiring waktu, batik Semarang identik dengan ciri khas Semarangan.
Dari Ibu Ina yang kerap kali membawa batik ke luar negeri, beliau terkadang galau ketika tidak membawa batik dari Semarang. Tapi itu dulu, sekarang sudah banyak masyarakat yang mulai peduli dengan batik Semarangan.
Foto slideshow dari milik mas Adam Muda
...
Sebelum menutup diskusi, para pembicara berpesan kepada peserta yang hadir atau Anda yang sedang membaca postingan ini. Mari bantu mempromosikan batik Semarang dengan cara-cara seperti menggunakan batik dalam acara-acara, membuat komunitas, memviralkan lewat media yang sedang tren atau cara yang Anda sukai.
Kalau bukan kita, siapa lagi? Mari kembangkan dan promosikan yang ada sekarang. Oh ya, sudah tahu kan di Semarang ada beberapa kampung batik? Mungkin bisa mengunjungi sekalian.
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Kami tidak menyangka tren short drama dari Tiongkok yang pernah kami bahas di pertengahan Juli 2025 di blog ini kini semakin mendapat ruang luas. Uniknya, kali ini fenomena tersebut hadir langsung di dalam platform belanja raksasa, Shopee. Pergeseran ini makin menegaskan bahwa orang-orang buka aplikasi e-commerce sekarang sudah tidak lagi sekadar mencari barang atau checkout belanjaan, tapi juga bisa menikmati tayangan short drama secara cuma-cuma. Langkah yang diambil Shopee lewat fitur Shopee Drama di tab Shopee Video ini jelas bukan sekadar pemanis atau proyek iseng. Begitu membuka aplikasi, pop-up berlayar penuh bertuliskan "Shopee Drama — 100+ Drama Gratis, Nonton, Ketuk, Cari Produk" langsung menyambut pengguna. Bagi kami, ini adalah eksekusi strategi shoppertainment yang sangat terukur dan cerdik. Memboyong Tren Micro-Drama Tiongkok Langsung ke Aplikasi Fenomena short-form drama atau micro-drama —serial bertema konflik cepat dengan format vertikal berdurasi 1–2...
Comments
Post a Comment