Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Rumah Malaikat
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Rumah Malaikat rilis secara resmi di bioskop tanah air tanggal 24 November 2016. Film berdurasi 93 menit ini membawa genre horor dan thriler. Penasaran seperti apa cerita yang ditawarkan?
Kamis ini, saya dihadapkan dengan 2 genre film yang paling banyak ditonton, komedi dan horor. Mewakili horor, film Malaikat tayang bersamaan film Maju Kena Mundur Kena Returns yang mengadopsi film lawas dari Warkop. Namun pada akhirnya pilihan jatuh pada genre horor.
Menawarkan ketegangan dari awal
Sangat jarang menaruh banyak anak-anak lewat film bertema horor. Bahkan, keberadaan mereka memberi nuansa serem yang dipadukan musik seperti ciri khas horor Indonesia.
Rasa penasaran film Rumah Malaikat sendiri akhirnya mampu terjawab setelah menontonnya. Jangan berharap bahwa embel-embel Malaikat akan membuat film ini penuh motivasi atau kepahlawan.
Rumah Malaikat merupakan panti asuhan yang menjadi fokus utama dari film ini dan menjadi background secara keseluruhan.
Sejak awal diputar, film ini sudah menawarkan ketegangan yang tidak disangka-sangka. Meski bisa sedikit bernapas saat jeda, film ini terus saja membuat penasaran dengan apa yang terjadi?
Dalam hati saya bilang, saya tidak salah nonton sepertinya. Adrenalin saya naik turun ditengah keriuhan suara penonton yang kali ini cukup ramai. Banyak perempuan generasi Y yang ikut menonton.
Cerita
Datang dengan tugas akhir yang sedang mewancarai anak panti, seorang mahasiswi yang diperankan Mentari De Marelle sebagai Alexandra harus dihadapkan dengan berbagai penampakan.
Bukan hanya 1 atau 2 penampakan, lebih dari itu, suasana yang terbangun memang lebih serem dari yang dibayangkan bahwa mereka adalah anak-anak.
Perlahan - lahan, penonton digiring pada sebuah cerita yang terjadi pada masa lalu dan yang sedang terjadi saat ini merupakan buah dari kejadian yang menimpa penghuni panti.
Alexandra yang berusaha memecahkan, malah tersandera dengan tujuan utamanya yang ternyata bukan sekedar mengerjakan tugas akhir. Ia sedang mencari seseorang yang lama menghilang.
Dalam rumah panti yang bangunannya sangat lama ini, Alex harus berhadapan dengan pemilik panti dan karyawannya. Aktris senior, Roweina Umboh yang berperan sebagai ibu panti rupanya sangat berperan penting untuk semua kejadian.
Disaat sedang berupaya menahan rasa takut dengan suara-suara penonton di belakang tempat duduk saya, cerita tentang anak-anak panti yang tinggal di sana tidak ketinggalan memberi cerita lain yang menarik.
Satu anak laki-laki memiliki kemampuan melihat apa yang tidak terlihat. Konfliknya dengan anak-anak lain menjadi bumbu tersendiri.
Diantara cerita-cerita yang terus memuncak, ada satu tokoh kunci yang sempat luput dari pandangan saya bahwa ia merupakan benang merahnya.
Pada akhirnya, ruangan yang terkunci dan berada di lantai 2 bisa dibuka juga. Saya pikir akan menemukan berbagai potongan tubuh atau sesuatu yang menyeramkan. Ternyata tidak.
Sang sutradara, Billy Christian, akhirnya menutup film ini dengan adegan pertemuan Alex dan seseorang yang dicarinya selama ini. Ibu panti dan karyawannya harus berjibaku dengan sesama dan selesai.
Sebagai pemeran utama Mentari De Marelle sebenarnya sudah bermain dengan sangat baik, tapi tetap saja saya masih menyukai Shandy Aulia untuk genre horor. Entah, apakah ini semacam tantangan untuk Mentari bila melihat beberapa filmnya sebelumnya, genre ini masih baru baginya.
Sedangkan bagi Roweina Umboh, aktis senior ini memiliki pengalaman lebih banyak yang membantunya memerankan tokoh sebagai ibu panti lebih baik.
Para pemain lainnya yang mendukung film ini adalah Dayu Wijanto sebagai tangan kanan atau karyawan ibu panti dan Agung Saga, pria yang bekerja sebagai tukang kebun dan punya kekurangan dalam segi fisik. Untuk nama anak-anak, saya belum mendapatkan detailnya.
...
Saya suka dengan ketegangan yang diberikan dari awal hingga akhir. Ceritanya juga menarik dan sangat jarang menemukan cerita seperti ini (buat saya). Oh ya, saya juga baru tahu kalau sang sutradara Billy Christian aktif di blog, update terbarunya ada project film Jelangkung 13 tahun kemudian. Wah, menarik. Salah satu film favorit juga soalnya.
Catatan untuk film ini meski sudah membuat penonton di Semarang lumayan banyak yang menonton di jam pertama film ini dirilis adalah kurangnya harapan saya tentang bagian akhir cerita. Padahal saya berharap ada potongan tubuh manusia, bukan kulit saja, atau membayangkan film House of Wax, dimana manusia diawetkan.
Padahal kategori umurnya sudah 17 tahun keatas, apakah karna takut ada bayangan larangan badan sensor atau memang cukup aman dengan yang ada.
Saya berharap film ini dapat bertahan lebih sepekan. Selain menawarkan ketegangan dari awal hingga akhir, ceritanya juga menarik dari yang pernah saya tonton.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Dunia per-Threads-an kembali menghadirkan pemandangan menarik yang sebenarnya bukan hal baru-baru amat dalam kampanye pemasaran digital. Platform media sosial berbasis teks besutan Meta ini mendadak jadi saluran alternatif yang paling menyita perhatian, termasuk bagi penyelenggara pameran otomotif sekelas GIIAS Semarang. Dulu, mengumpulkan content creator atau influencer untuk meliput acara pameran otomotif skala nasional di Semarang butuh energi ekstra. Tim public relations atau penyelenggara acara harus repot mendata nama, memantau tingkat engagement , mengirim surel penawaran satu per satu, hingga bernegosiasi rate card . Namun, itu cerita lama. Memasuki era media sosial serba instan, segalanya berubah drastis. Tengok saja bagaimana penyelenggara GIIAS Semarang memanfaatkannya untuk menjaring pasukan kreator lokal tanpa perlu bersusah payah. Dari Scouting Manual ke Open Call Instan di Threads Beberapa minggu sebelum perhelatan dimulai, akun resmi GIIAS Semarang hadir meramaikan l...
Niat bersepeda di Kota Semarang itu memang butuh komitmen ekstra. Selain kontur jalanannya yang menantang kalau sudah urusan Semarang atas, faktor cuaca yang terik sering jadi alasan orang ragu menjadikannya moda transportasi harian. Tapi karena sepeda sudah jadi alat transportasi utama kami selama belasan tahun, ke mana pun acaranya di area bawah, sepeda lipat tetap jadi andalan. Termasuk saat kami menghadiri sebuah acara diskusi di Novotel Semarang yang berada di Jalan Pemuda pada bulan Agustus lalu. Awalnya kami membayangkan area parkirnya bakal mirip seperti beberapa hotel lain yang menaruh tempat parkir di area belakang gedung. Namun sesampainya di lokasi, ternyata jalurnya berbeda. Kami pun sempat mendatangi petugas security yang berjaga untuk menanyakan di mana parkir khusus buat sepeda. Petugas menyampaikan bahwa memang belum ada area khusus sepeda. Sebagai solusinya, kami diarahkan ke area parkir bersama kendaraan roda dua yang lokasinya ada di lantai bawah ( basement ). Syu...
Ada rasa penasaran yang tertinggal saat kami berkunjung ke Hotel Tentrem Yogyakarta tahun 2025 lalu. Waktu itu, memenuhi undangan acara ASUS Indonesia , kami dibuat terkesima oleh keberadaan Galeri Sido Muncul Hotel Tentrem Jogja yang penataannya begitu elegan dan sarat nuansa lokal. Memasuki tahun 2026, rasa penasaran itu kembali membuncah setelah mengetahui bahwa SidoMuncul Gallery & Shop ternyata juga hadir di Hotel Tentrem Semarang. Sebagai blogger lokal yang hobi memantau dinamika sudut kota, tentu saja rasa ingin tahu kami langsung terpantik. Ketika Niat Baik Malah "Digantung" Pihak Pemasaran Karena menyadari posisi kami bukan sebagai tamu hotel yang menginap, kami memilih bersikap profesional dengan meminta izin terlebih dahulu. Melalui pesan Direct Message (DM) Instagram Hotel Tentrem Semarang, kami menanyakan apakah pengunjung umum diperbolehkan mampir untuk sekadar melihat galeri. Respon awalnya sangat menjanjikan. Kami langsung dihubungkan dengan pihak pemasa...
Perburuan lini laptop bisnis dari ASUS di Kota Semarang sepertinya memang butuh sedikit kesabaran ekstra. Setelah sebelumnya sempat melipir ke Orbit Computer dan KLA Computer, langkah kami pada akhir Agustus 2026 lalu berlanjut ke salah satu ritel komputer yang cukup masif berekspansi di kota ini: Agres ID cabang utama yang berlokasi di Jalan Majapahit. Bagi warga Semarang, terutama yang bermukim di kawasan timur, posisi toko ini sangat strategis dan mudah ditemukan. Dari kejauhan, papan reklame LED raksasa bertuliskan AGRES.ID terpampang mencolok di tepi jalan protokol yang tak pernah sepi kendaraan . Di bagian depan, deretan merek laptop populer mulai dari Lenovo, HP, Acer, ASUS, hingga MSI tersusun rapi pada pylon sign sebagai tanda kelengkapan brand yang mereka tawarkan. Suasana Toko dan Area Display yang Nyaman Melangkah masuk ke bagian dalam, suasana yang disuguhkan terasa modern, bersih, dan terang . Konsep tata letak ruangannya dibuat terbuka dengan meja-meja display inte...
Comments
Post a Comment