Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

📱 Realitas Pahit Merawat Hape Super Jadul: Ketika iPhone 5S Akhirnya Harus Pensiun

Sudah hampir setahun berlalu semenjak kami meminang iPhone 5S. Niat awal ingin konsisten mengikuti tren video pendek untuk konten media sosial, malah berujung pada dilema klasik yang kerap kami rasakan belakangan ini. Perangkat lawas rilisan tahun 2013 yang awalnya terbilang mumpuni untuk diajak bekerja ini, tampaknya harus segera masuk kotak dan dipensiunkan.

Kami tidak menyangka akan kembali dihadapkan pada realitas pahit ini. Setelah sebelumnya ASUS Zenfone 5 yang lebih dulu dipensiunkan karena kendala teknis, kini kami harus mengambil keputusan berat yang sama untuk si mungil iPhone 5S.

Alasannya cukup krusial: baterai mulai meledung alias kembung. Alhasil, panel layar depan terangkat dan menyisakan celah terbuka yang cukup membuat kami khawatir selama di lapangan.

Menunjukkan Batas Kemampuan

Ketika sebagian orang mengoleksi perangkat ini sekadar sebagai barang nostalgia atau klangenan jadul, kami justru menjadikannya sebagai device tempur harian. Hape ini selalu terselip di saku ke mana pun kami pergi, terutama saat gowes menghadiri berbagai agenda liputan untuk mengisi konten blog dotsemarang.

Perlu digarisbawahi, iPhone 5S ini sama sekali tidak kami gunakan untuk fungsi komunikasi, media sosial, atau kebutuhan seluler lainnya. Di tangan kami, fungsinya sudah dipreteli dan dikerucutkan: hape ini bekerja 100% murni hanya sebagai kamera perekam video portabel.

Kami sebenarnya paham kalau iPhone 5S ini sangat cepat panas jika terus-terusan dipaksa fokus merekam video tanpa henti. Namun, entah kenapa rasa abai itu baru berubah menjadi kesadaran penuh setelah melihat layar hape yang benar-benar sudah terangkat dari tempatnya.

Dari segi riwayat, iPhone 5S ini sebenarnya kami beli dengan harga yang sangat murah sebagai pengganti darurat. Waktu itu, iPhone 6S yang biasa kami gunakan untuk bekerja mendadak rusak total karena jatuh di jalan.

Urusan memproduksi video pendek, performa seri 5S ini sejujurnya tidak perlu diragukan. Meskipun ukurannya sangat mungil dalam genggaman dan modal kamera utamanya hanya beresolusi 8MP, kestabilan gambar dan reproduksi warnanya masih sangat bisa diandalkan untuk standar publikasi hari ini.

Namun, eksploitasi fungsi yang berlebihan pada gadget tua pasti ada batasnya. Sekarang kondisinya sudah masuk fase siaga satu. Tekanan dari dalam sel baterai begitu kuat hingga mengangkat panel LCD.

Tak berhenti di situ, efek domino dari pembengkakan ini mulai merusak komponen lain. Layar iPhone 5S kami sekarang mulai memunculkan gejala garis-garis vertikal. Kemungkinan besar akibat kabel flex yang tertekuk ekstrem atau panel LCD-nya sendiri yang mulai aus akibat sering mengalami overheating saat dipakai merekam video di lokasi liputan.

Dilema Biaya Servis di Semarang

Kemarin, kami sempat membawa perangkat ini ke salah satu konter servis di Semarang untuk sekadar cek ombak dan bertanya. Di sinilah tantangan terbesar memelihara gadget yang sudah berumur belasan tahun: kelangkaan komponen orisinal atau minimal yang berkualitas bagus. Mencari baterai baru untuk iPhone 5S sekarang rasanya seperti mencari jarum di tumpukan jerami.

Kalaupun barangnya tersedia, kalkulasi biayanya sukses membuat kami langsung elus dada. Hape ini dulu kami pinang dengan harga tidak sampai Rp300.000. Sementara itu, biaya perbaikan untuk mengganti baterainya saja sudah menyentuh angka hampir Rp200.000.

Angka tersebut tentu belum termasuk biaya penggantian panel layar yang sekarang sudah telanjur bergaris-garis. Secara logika ekonomi, kondisi ini sudah masuk kategori economic total loss—di mana biaya perbaikan sudah tidak rasional lagi jika dibandingkan dengan nilai pasar barangnya.

Saatnya Mengucapkan Selamat Tinggal?

Meskipun masih ada rasa sayang dan sedikit "kecanduan" dengan kepraktisan serta hasil videonya, kali ini akal sehat harus menang. Membawa hape dengan kondisi baterai kembung dan terus memaksa mesinnya bekerja panas di lapangan adalah tindakan yang sangat berisiko. Baterai Lithium-ion yang bocor atau korsleting bisa berakibat fatal, entah saat dikantongi di saku celana atau ketika digenggam erat di depan wajah.

Akhirnya, dengan berat hati namun tetap rasional, perjalanan iPhone 5S sebagai pendukung produksi konten dotsemarang harus berakhir di sini. Hape ini akan segera kami istirahatkan total.

Bagaimanapun, dia sudah menunaikan tugasnya dengan sangat baik, melampaui ekspektasi sebuah teknologi yang diciptakan lebih dari satu dekade lalu. Menolak punah di era digital memang seru, tetapi tahu kapan harus berhenti dan beralih adalah langkah yang jauh lebih bijak demi keselamatan kerja.

Bagaimana dengan Anda? Apakah masih ada yang bertahan menggunakan gadget super jadul untuk mendukung aktivitas produktivitas harian sekarang?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Mengunjungi Oemah Herborist Beauty Factory Outlet Semarang

🌐 Sama-Sama dari Google, Apa Bedanya Mode AI di Pencarian dan Aplikasi Gemini?

🏟️ Menjajal Rumput Sintetis Standar FIFA di Stadion Citarum Semarang: Sebuah Catatan Komparatif

🚌 Menatap Masa Depan Trans Semarang Melalui Diskusi Publik Angkot #12