Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Melbourne Rewind
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Melbourne Rewind rilis di bioskop tanah air tanggal 17 November 2016. Durasi yang dibawa sekitar 96 menit dengan genre drama. Untuk kategori penonton sendiri, film yang disutradarai Danial Rifky ini adalah remaja atau 13+. Berikut review filmnya.
Pamela Bowie kembali menghibur penonton dengan karakternya yang kurang lebih sama dengan saat ia bermain di film Winter in Tokyo. Karakternya? Bisa ditebak, perempuan si hidung merah. Tampak kuat tapi membuat wajahnya selalu sedih yang identik dengan warna hidung yang saya sebut sebelumnya.
Cerita
Mungkin bila tak melihat para bintang yang bermain, judul film Melbourne Rewind tidak cukup menarik buat saya. Apalagi film ini berbarengan dengan film #66 yang juga rilis dengan genre action.
Melbourne Rewind mencoba menyuguhkan suasana kota Melbourne yang sangat indah dengan balutan cerita cinta yang lumayan rumit.
Penonton langsung diajak pada sebuah pertemuan 2 orang yang terlihat canggung di awal. Perlahan, cerita masa lalu mereka, 5 tahun lalu, menjadi garis besar dari film ini untuk menjawab pertanyaan saya tentang pertemuan tadi.
Bagaimana Paula (Laura) masa Sekolah dulu dan akhirnya pindah ke Australia bersama sahabatnya. Dan pertemuan mereka karena sebuah walkman yang masih digunakan untuk memperlihatkan masa 5 tahun silam.
Mereka akhirnya jadian, Morgan Oey (Max) dan Laura. Namun, mereka juga putus. Penonton diajak bolak-balik mengumpulkan informasi secara utuh yang tanpa sadar membuat saya juga sangat penasaran.
Apa yang terjadi selama 5 tahun ditinggal Max? Sosok dokter hewan yang diperankan oleh Jovial da Lopez sebagai Evan masuk yang membuat suasana kembali menyenangkan.
Satu sisi, Laura merasa nyaman dengan kecocokan saat bersama Evan. Namun sisi lainnya, Evan berpacaran dengan Cee. Timbul pertanyaan, jadi sebenarnya ini Laura bakalan jadian sama siapa setelah Max datang kembali ke kehidupan Laura?
Saya senang Laura diperankan oleh Pamela Bowie. Karakternya sangat cocok yang membuat penonton yang duduk di depan saya bersama pasangannya ikut larut dalam kemesraan.
Teka-teki siapa yang akan jadi pasangan Laura pada akhirnya terjawab. Sebuah motivasi dari Ibu Laura yang diperankan Olga Lydia cukup memberi jawaban tentang kisah akhir film ini, cinta itu butuh keberanian dan pengorbanan.
Pemain film Melbourne Rewind
Bila sebelumnya di duetkan dengan Dion di film Winter in Tokyo dan ada juga Morgan, kali ini Pamela harus diduetkan langsung dengan Morgan sebagai tokoh cerita utama.
Hadirnya Jovial da Lopez sebagai tokoh pria lain yang biasa dikenal sebagai Youtuber juga ini sangat menarik. Karakternya berbanding terbalik dengan Max yang lebih kalem.
Pamela memang tidak seseksi Aurelie Mauremans dari paras dan tubuh, tapi untuk genre film drama romantis, saya selalu menyukai wajahnya yang sangat menjiwai peran. Termasuk ciri khas dengan hidung merah bila adegan sedih.
Ada juga Olga Lyda yang lama tak melihatnya di film bioskop beberapa waktu belakangan. Perannya tak diragukan dan tetap masih punya aura kecantikan.
Gambar
Rapi Films sebagai produksi, tak perlu diragukan bagaimana perusahaan ini membuat sebuah film. Melbourne Rewind sudah sangat baik disajikan, apalagi dibalut dengan suasana kota Melbourne.
Bila melihat hampir semua lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar, sepertinya ini termasuk bagian promosi wisata. Dugaan saya lumayan sedikit benar bila melihat kerjasama mereka dengan bagian Pariwisata di sana.
Penonton bukan saja mendapat cerita menarik dan sedikit berbeda dari yang biasa. Beberapa bangunan megah dengan nuansa kota lama disulap terlihat hidup. Plus pemandangan dari atas dengan balon udara.
...
Akhirnya saya menemukan sebuah cerita cinta yang berbeda, meski saya baru tahu bahwa flm ini diadopsi dari sebuah novel. Entah, apakah sebelumnya juga ada. Tapi untuk ini, saya beri rating yang dapat Anda lihat dibagian akhir tulisan saya.
Sangat jarang, wanita mengejar pria untuk dijadikan sebuah cerita. Meski ada, bisa dihitung. Kira-kira, Pamela akan tetap mempertahankan karakternya sebagai pemain wanita romantis di film selanjutnya, atau .. *jawab sendiri.
Wah, udah tayang filmnya. Nunggu hari Senin biar murah, semoga belum turun layar :D Ngomong-ngomong, ini film ketiga adaptasi dari novelnya Winna Efendi setelah Refrain & Remember When. Keren ya?
Tahun 2026 rupanya membawa persaingan operator seluler ke level yang cukup mencengangkan. Jika dulu kita merasa 10 GB masa aktif 3 hari sudah cukup besar, kini trennya bergeser ke angka yang lebih masif. Kami baru saja memantau aplikasi Bima+ milik Tri, dan jujur saja, daftar paket yang ditawarkan cukup membuat dahi berkerit. Bayangkan saja, ada pilihan 20 GB seharga 20 ribu untuk 3 hari , 30 GB seharga 30 ribu untuk 5 hari , hingga yang paling ekstrem: 75 GB seharga 50 ribu dengan masa aktif hanya 7 hari . Angka-angka ini memicu pertanyaan kritis bagi kami; apakah ini benar-benar inovasi yang memihak konsumen, atau sekadar strategi untuk menguras kuota dalam waktu singkat? Strategi "Hajatan" Data dalam Waktu Singkat Kami harus mengakui bahwa angka 75 GB dengan harga 50 ribu Rupiah adalah penawaran yang secara matematis sangat murah. Per gigabyte-nya tidak sampai seribu Rupiah. Namun, yang menjadi ganjalan adalah masa aktifnya yang hanya satu minggu. Bagi pengguna rumahan ata...
Ketika mendengar isu kenaikan harga RAM di awal tahun 2026, kami sempat dibuat terperangah dengan langkah berani ASUS. Di tengah tren harga perangkat yang merangkak naik, ASUS justru meluncurkan ROG Flow Z13-KJP dengan kapasitas RAM yang tidak masuk akal untuk ukuran tablet: 128GB . Kenapa ASUS seberani ini? Sebagai blog yang sudah banyak mengulas produk ASUS, kami merasa perlu mengulik benang merah dari perangkat edisi spesial ini. Produk ini bukan sekadar tablet atau laptop biasa, melainkan hasil kolaborasi tingkat tinggi dengan Kojima Productions —studio di balik mahakarya Death Stranding —yang membawa spesifikasi "buas" dalam balutan bodi ringkas. Bagi pembaca setia dotsemarang , nama seri ini mungkin tidak terdengar asing. Pasalnya, pada Maret 2025 lalu, kami juga sempat mengulas spesifikasi lengkap ROG Flow Z13 versi original yang kala itu sudah mencuri perhatian dengan konsep tablet gaming-nya. Namun, apa yang dihadirkan ASUS di tahun 2026 melalui edisi KJP ini benar...
Ada satu pengalaman menarik yang akan kami ingat selalu kelak. Masih ingat saat kami menghadiri launching menu buka puasa di Hotel Horison Nindya Semarang bulan Februari kemarin? Nah, hari itu kami sempat dipanggil petugas security saat sedang memarkirkan sepeda. Ada apa gerangan? Jumat sore (13/2), ini sebenarnya bukan kali pertama kami berkunjung ke Hotel Horison Nindya Semarang. Karena sudah merasa familiar, kami langsung mengarahkan stang sepeda menuju bagian belakang gedung, tempat biasa kendaraan roda dua bersandar. Wajah Baru Area Parkir Ada pemandangan yang berbeda dibanding kunjungan kami setahun lalu. Area parkir kendaraan roda dua kini terlihat lebih tertata dan rapi. Manajemen sepertinya mulai memberikan perhatian lebih pada estetika dan kenyamanan area belakang ini, termasuk adanya peneduh yang membuat kendaraan tidak langsung terpapar terik matahari. Interaksi Tak Terduga dengan Petugas Keamanan Setelah menemukan spot di antara deretan sepeda motor yang terparkir rapi,...
Niat kami setahun lalu akhirnya tertunaikan. Setelah menyadari bahwa destinasi wisata sejarah yang berlokasi di Jalan Abdulrahman Saleh ini rutin menyelenggarakan salat Id di halaman terbukanya, kami pun memantapkan diri untuk hadir. Seperti apa pengalaman spiritual di antara koleksi artefak purbakala ini? Sudah cukup lama kami tidak menginjakkan kaki di Museum RanggawarsitaKlik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya. Catatan terakhir kami tentang tempat ini ada di tahun 2025, itu pun menyoroti sisi religiusnya saat pelaksanaan salat Iduladha. Sejak saat itu, terselip keinginan untuk merasakan atmosfer Idulfitri di sini. Dan benar saja, kami mewujudkannya pada Lebaran 2026 ini. Salat Id di museum menjadi alternatif menarik yang kami tawarkan kepada pembaca. Jika sebelumnya kami sering membagikan pengalaman di titik mainstream seperti Simpang Lima, MAJT, Masjid Agung Kauman, hingga Lawang Sewu, kali ini museum memberikan warna yang berbeda. Menempuh Jarak 8 KM ...
Ada satu pemandangan menarik di balik layar meriahnya sambutan masyarakat saat acara penutupan Dugderan di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) tahun 2026 kemarin. Bus listrik yang digadang-gadang akan menjadi salah satu armada masa depan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang turut hadir memeriahkan suasana. Ini adalah kali pertama kami melihat penampakannya secara langsung di tengah kerumunan warga. Senin sore (16/2), kami sendiri tidak menyangka jika rombongan Pemkot Semarang yang dihadiri langsung oleh Ibu Wali Kota datang dengan membawa unit andalan terbaru untuk melengkapi jajaran Trans Semarang. Riuhnya masyarakat yang menunggu prosesi budaya tentu menjadi panggung yang pas untuk sekalian mempromosikan bus listrik yang dalam beberapa waktu belakangan mulai intens melakukan uji coba. Sejarah Singkat Uji Coba: Sejak November 2025 Kami sendiri sebenarnya bukan pengamat moda transportasi profesional, namun dalam berbagai kesempatan, kami selalu mengandalkan Bus Trans Semarang untuk men...
Wah, udah tayang filmnya. Nunggu hari Senin biar murah, semoga belum turun layar :D
ReplyDeleteNgomong-ngomong, ini film ketiga adaptasi dari novelnya Winna Efendi setelah Refrain & Remember When. Keren ya?
Iya.
DeleteBelum turun dong, peminatnya banyak kok.