Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Sundul Gan : The Story Of Kaskus
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Meski ditopang dengan kehadiran Dion Wiyoko, film ini tidak dapat menaklukkan bioskop Semarang dengan bertahan 1 pekan. Film ini sudah turun hari Selasa atau 5 hari dari tanggal rilis 2 Juni 2016.
Gan..gan..kata-kata ini akan sering didengar saat Anda menyaksikan film dengan durasi 89 menit. Film arahan sutradara Naya Anindita sebenarnya layak dipertahankan lebih lama. Kisahnya sangat inspiratif dan memotivasi terutama buat kaum muda yang saat ini sedang membangun startup.
Film tentang perjalanan Kaskus
Salah satu situs terbesar yang sangat populer di Indonesia ini punya sejarah yang menarik untuk diketahui. Bagaimana perjuangan dua orang pria yang dipertemukan dengan passion berbeda sebenarnya dan malah saling melengkapi.
Ken dan Andrew bercerita lewat film ini sejak masa-masa sebelum mereka bertemu hingga membesarkan Kaskus. Bumbunya? Tentu perpecahan antara persahabatan atau mempertahankan Kaskus yang sudah terlanjur besar, kisah asmara Ken yang akan menikah, Andrew yang berkonflik dengan keluarga dan masih banyak lagi.
Kota Seattle di AS ini menjadi background menarik buat film ini
Andrew digambarkan di film ini sebagai sosok yang mencintai passion dibidang Internet, idealis dan tidak berani keluar dari zona nyamannya. Sedangkan Ken, sosok sembrono yang mencintai game lebih dari 24 jam dan pemberani. Dialah yang meyakinkan Andrew untuk mengubah Kaskus yang sekedar apa adanya hingga menjadi sekarang.
Dalam film ini Andrew diperankan oleh Albert Halim. Aktor yang ternyata punya banyak jam terbang di layar lebar dan harus bersifat kalem di film ini. Ken sendiri diperankan oleh Dion Wiyoko yang punya sifat berkebalikan dari Andrew di film ini. Dion terlihat lebih berhasil menjalankan perannya ketimbang Albert menurut Kofindo.
Dilihat dari beberapa referensi, film ini sebenarnya ingin mengangkat tokohnya. Tapi setelah dirilis, film ini malah mengubah judul dan jadilah cerita Kaskus yang mereka besarkan.
Cerita yang memotivasi
Memang sangat disesalkan bahwa film ini harus turun lebih cepat di Semarang. Penonton tetaplah raja. Malah saya berharap film ini akan bernasib seperti film My Stupid Boss yang mendapat ciptratan dari film AADC.
Kaskus sendiri sudah dibuat Andrew sebelum bertemu Ken. Namun saat keduanya bertemu, Kaskus tumbuh dan terus berkembang seperti saat ini.
Dari segi cerita, penonton yang belum pernah mengetahui kisah berdirinya Kaskus tentu sangat termotivasi. Saya percaya itu. Film ini juga tidak melulu serius, beberapa kali saya tertawa meski penonton bersama saya hanya 2 orang disebelah saya.
Perjalanan Kaskus yang dimulai dari sebuah tugas kuliah, Andrew yang keluar dari zona nyaman dan pulang ke Indonesia, Kaskus yang punya kantor pertama kali hanya dari rumah, mendapatkan investor lalu ditipu dan masih banyak lagi.
Trailer Film Sundul Gan : The Story Of Kaskus
Untuk mendapatkan gambar yang bagus, tingkatkan kualitas videonya menjadi 720. Gambar-gambar di atas adalah screenshoot dari video trailer.
...
Saya menyukai jalannya cerita yang dibangun. Dan saya berharap kedepan, film ini dibuat ulang dengan kemasan yang lebih menarik dengan mempertimbangkan pasar penonton di Indonesia.
Ini saya katakan demikian mengingat Kaskus adalah roll model yang harus dicontoh oleh banyak startup yang sekarang memang sedang naik daun.
Butuh perjuangan memang untuk mendirikan model startup seperti ini. Modal usaha keras dan punya karya menarik serta idealis tidak akan mampu bila berjalan dengan 1 orang. Harus ada partner lagi yang punya karakter seperti Ken yang berbicara bisnis dan melihat kesempatan besar di luar sana.
Film ini sudah sangat baik dari sisi gambar maupun cerita. Hanya soal kemasan yang perlu dipermak lagi dan pemain yang harus memiliki karakter lebih kuat lagi bila dibuat lagi. Oh ya, jangan lupakan pasar. Film bertema motivasi harus punya sisi yang disukai karena penonton kita butuh hiburan yang segar.
Hidup bukan sekedar mimpi-mimpi, tapi tentang bagaimana bersyukur. Apa yang bisa kamu berikan, bukan tentang apa yang kamu dapatkan.
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Entah kenapa kali ini kami memberi perhatian lebih pada pembaruan Kebijakan Layanan ( Terms of Service ) dan Privasi dari X (Twitter) yang dirilis September 2026 kemarin. Biasanya, urusan pembaruan seperti ini sering kali diabaikan begitu saja dan kita langsung reflek menekan tombol setuju. Namun saat coba kami pelajari lebih dalam, ada banyak hal menarik yang sangat relevan untuk dicermati, terutama bagi pengelola blog, akun komunitas, maupun pengguna aktif media sosial sehari-hari. Pembaruan aturan platform digital selalu membawa dampak pada cara kita berinteraksi di linimasa. Mari kita bedah secara santai tapi realistis apa saja poin pentingnya dan bagaimana dampaknya untuk aktivitas digital kita. 1. Pelatihan AI dan Penggunaan Data Konten Publik Salah satu poin paling krusial dalam pembaruan kebijakan privasi kali ini adalah kejelasan aturan mengenai penggunaan konten publik untuk pelatihan model kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ). Apa artinya? Cuitan, foto, hingga...
Ini pertama kalinya kami melihat toko komputer yang bangunannya jadi satu dengan hotel. Apakah ini bentuk inovasi kolaborasi atau sekadar kebetulan karena satu kepemilikan? Entahlah, yang jelas ada banyak cerita seru dan menggelitik saat kunjungan kami ke sana pada awal bulan Agustus lalu. Perburuan kami mencari jajaran laptop ASUS ExpertBook di Kota Semarang kembali berlanjut. Kali ini, langkah kaki menuntun kami ke Orbit Computer yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Nomor 82. Patokannya cukup mudah bagi anak muda Semarang, lokasinya tak jauh dari eks gedung Metro Kertanegara—yang dulu jadi tempat nongkrong dan main futsal, namun kini telah bertransformasi menjadi arena padel. Sebelum memutuskan datang, kami sudah lebih dulu memastikan ketersediaan unit melalui pesan WhatsApp. Rasanya kunjungan bakal aman karena informasi di chat memberi sedikit titik terang. Namun, siapa sangka realita berkata lain? Bayangan di kepala mendadak runtuh, menyajikan pengalaman yang jauh lebih kocak ketimba...
Kami tak menyangka melihat kembali merek minuman serbuk kesehatan produksi PT Erela (perusahaan farmasi yang berbasis di Semarang) saat sedang bersepeda di sekitaran Simpang Lima. Yang menarik, cara menjualnya kini memanfaatkan gerobak dengan konsep street marketing yang segar. Pertama kali kami berkenalan dengan merek ini pada pertengahan tahun 2025 lalu. Saat itu kami terlibat dalam aktivitas pemasaran yang dibalut lewat keseruan mini soccer—sebuah pengalaman berkesan yang menjadi alasan kuat kami menuliskannya di blog. Nah, pada akhir bulan Agustus kemarin, merek ini terlihat kembali menyapa warga di dekat Taman Indonesia Kaya. Sebuah gerobak dengan sepeda listrik berpayung besar, lengkap dengan kotak pendingin dan kursi lipat di sisinya, akhirnya sukses menghentikan pedal sepeda kami. Dalam pikiran kami, pemandangan ini tentu sangat menarik untuk diangkat kembali ke blog. Ya, tentu kami juga tak melewatkan kesempatan untuk langsung membeli salah satu variannya demi merasakan lang...
Comments
Post a Comment