Favorit

Agenda Kota Semarang Bulan November 2025

Image
Salah satu acara menarik yang sukses mencuri perhatian kami di Kota Semarang pada bulan November ini adalah Padel masuk mal . Sebuah konsep yang terbilang unik dan anti-mainstream . Siapa sangka, olahraga yang sedang naik daun ini bisa dimainkan di tengah pusat perbelanjaan? Kami pun dibuat penasaran, seperti apa rancangan lapangan dan event yang disajikan nanti? Musim Hujan, Banjir, dan Tantangan Event Outdoor di Semarang November telah tiba, meninggalkan Oktober yang penuh dinamika. Khususnya, isu banjir yang kembali jadi perbincangan hangat. Entah mengapa, kali ini suaranya terasa lebih kencang, seolah menjadi jawaban atas keluh kesah para pengguna media sosial yang kerap mengeluhkan teriknya matahari Semarang. Jika berkaca pada kalender cuaca, Ibu Kota Jawa Tengah memang telah resmi memasuki musim penghujan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara event , terutama yang masih mengandalkan ruang terbuka ( outdoor ). Tantangan ini juga berlaku bagi Anda,...

Tren Kopi Keliling Juga Merambah Kota Semarang


Menjelang akhir bulan Oktober, kawasan Jolotundo mendadak jadi ladang baru bisnis kopi keliling yang tengah menjamur. Hanya bermodal gerobak keliling yang didesain lebih menarik, mereka mangkal di jalan. Bukan hanya satu merek, namun beberapa dengan branding yang berbeda.

Kami kaget ketika media online semacam detik baru saja menerbitkan apa yang kami lihat. Padahal rencana kami ingin buat artikel yang sama. Rasanya seperti kalah curi start.

Bukan fenomena

Saat kami cari di Google, tren kopi keliling rupanya tidak hanya menjamur di Kota Semarang saja. Melainkan banyak wilayah di Indonesia, terutama daerah perkotaan.

Malam hari dekat Bank BI

Jika di Kota Semarang kami melihat tren ini pada bulan Oktober, maka saat kami lihat di Google, tren kopi keliling sudah ada setahun belakangan ini. Laman lingkaran.id bahkan sudah menuliskan tren ini di bulan Juli kemarin.

Benar-benar tidak menyangka bahwa ini jadi tren. Apalagi harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau dengan kisaran harga 8 ribu hingga 12 ribu rupiah.

Tidak kalah dengan coffee shop

Dari beberapa referensi yang kami baca, kopi yang dijual tidak jauh beda dengan yang ada di coffee shop. Baik itu dari rasa maupun desain kemasan. Bila dilihat dari  beberapa gambar, bentuk tempat kopinya saat dipesan mirip dengan kemasan yang ada di coffee shop.

Tren kopi keliling juga semacam menjawab tantangan di era sekarang yang memadukan teknologi dan mobilitas. Orang-orang tidak perlu harus ke coffee shop, mereka hanya perlu menikmati di jalan dengan harga terjangkau.

Depan SMAN 1 Semarang

Mangkal di mana-mana

Selain di Jolotundo, kami berpapasan dengan pelaku bisnis kopi keliling di jalan Pahlawan, terutama di dekat Bank BI. Lalu juga saat Car Free Day di Simpang Lima. Titik-titik ini memang jadi spot keramaian yang pas untuk mereka gapai.

Termasuk di depan SMAN 1 saat CFD awal bulan November kemarin. Selain kelebihan bisa bergerak bebas, gerobak keliling ini juga sudah dilengkapi pembayaran non tunai dengan QRIS. Wah, itu sangat membantu sekali.

...

Sangat menarik melihat tren ini akhir-akhir ini karena mereka muncul juga dengan gerobak yang didesain kekinian yang dibungkus dengan warna yang mencolok perhatian. Termasuk yang pakai listrik.

Bagaimana dengan nasib bapak-bapak yang juga berkeliling menjual kopi dengan bersepeda. Bahkan, cara membuatnya dengan cara manual, pakai alat Dan biji kopi asli?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

Agenda Kota Semarang Bulan November 2025

AMOLI, Laptop Buatan Mana?

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

🛵 Polytron FOX 200 vs. FOX 350: Motor Listrik Mana yang Cocok Buat Rider Semarang?