Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Tren Kopi Keliling Juga Merambah Kota Semarang


Menjelang akhir bulan Oktober, kawasan Jolotundo mendadak jadi ladang baru bisnis kopi keliling yang tengah menjamur. Hanya bermodal gerobak keliling yang didesain lebih menarik, mereka mangkal di jalan. Bukan hanya satu merek, namun beberapa dengan branding yang berbeda.

Kami kaget ketika media online semacam detik baru saja menerbitkan apa yang kami lihat. Padahal rencana kami ingin buat artikel yang sama. Rasanya seperti kalah curi start.

Bukan fenomena

Saat kami cari di Google, tren kopi keliling rupanya tidak hanya menjamur di Kota Semarang saja. Melainkan banyak wilayah di Indonesia, terutama daerah perkotaan.

Malam hari dekat Bank BI

Jika di Kota Semarang kami melihat tren ini pada bulan Oktober, maka saat kami lihat di Google, tren kopi keliling sudah ada setahun belakangan ini. Laman lingkaran.id bahkan sudah menuliskan tren ini di bulan Juli kemarin.

Benar-benar tidak menyangka bahwa ini jadi tren. Apalagi harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau dengan kisaran harga 8 ribu hingga 12 ribu rupiah.

Tidak kalah dengan coffee shop

Dari beberapa referensi yang kami baca, kopi yang dijual tidak jauh beda dengan yang ada di coffee shop. Baik itu dari rasa maupun desain kemasan. Bila dilihat dari  beberapa gambar, bentuk tempat kopinya saat dipesan mirip dengan kemasan yang ada di coffee shop.

Tren kopi keliling juga semacam menjawab tantangan di era sekarang yang memadukan teknologi dan mobilitas. Orang-orang tidak perlu harus ke coffee shop, mereka hanya perlu menikmati di jalan dengan harga terjangkau.

Depan SMAN 1 Semarang

Mangkal di mana-mana

Selain di Jolotundo, kami berpapasan dengan pelaku bisnis kopi keliling di jalan Pahlawan, terutama di dekat Bank BI. Lalu juga saat Car Free Day di Simpang Lima. Titik-titik ini memang jadi spot keramaian yang pas untuk mereka gapai.

Termasuk di depan SMAN 1 saat CFD awal bulan November kemarin. Selain kelebihan bisa bergerak bebas, gerobak keliling ini juga sudah dilengkapi pembayaran non tunai dengan QRIS. Wah, itu sangat membantu sekali.

...

Sangat menarik melihat tren ini akhir-akhir ini karena mereka muncul juga dengan gerobak yang didesain kekinian yang dibungkus dengan warna yang mencolok perhatian. Termasuk yang pakai listrik.

Bagaimana dengan nasib bapak-bapak yang juga berkeliling menjual kopi dengan bersepeda. Bahkan, cara membuatnya dengan cara manual, pakai alat Dan biji kopi asli?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali