Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Tren Kopi Keliling Juga Merambah Kota Semarang


Menjelang akhir bulan Oktober, kawasan Jolotundo mendadak jadi ladang baru bisnis kopi keliling yang tengah menjamur. Hanya bermodal gerobak keliling yang didesain lebih menarik, mereka mangkal di jalan. Bukan hanya satu merek, namun beberapa dengan branding yang berbeda.

Kami kaget ketika media online semacam detik baru saja menerbitkan apa yang kami lihat. Padahal rencana kami ingin buat artikel yang sama. Rasanya seperti kalah curi start.

Bukan fenomena

Saat kami cari di Google, tren kopi keliling rupanya tidak hanya menjamur di Kota Semarang saja. Melainkan banyak wilayah di Indonesia, terutama daerah perkotaan.

Malam hari dekat Bank BI

Jika di Kota Semarang kami melihat tren ini pada bulan Oktober, maka saat kami lihat di Google, tren kopi keliling sudah ada setahun belakangan ini. Laman lingkaran.id bahkan sudah menuliskan tren ini di bulan Juli kemarin.

Benar-benar tidak menyangka bahwa ini jadi tren. Apalagi harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau dengan kisaran harga 8 ribu hingga 12 ribu rupiah.

Tidak kalah dengan coffee shop

Dari beberapa referensi yang kami baca, kopi yang dijual tidak jauh beda dengan yang ada di coffee shop. Baik itu dari rasa maupun desain kemasan. Bila dilihat dari  beberapa gambar, bentuk tempat kopinya saat dipesan mirip dengan kemasan yang ada di coffee shop.

Tren kopi keliling juga semacam menjawab tantangan di era sekarang yang memadukan teknologi dan mobilitas. Orang-orang tidak perlu harus ke coffee shop, mereka hanya perlu menikmati di jalan dengan harga terjangkau.

Depan SMAN 1 Semarang

Mangkal di mana-mana

Selain di Jolotundo, kami berpapasan dengan pelaku bisnis kopi keliling di jalan Pahlawan, terutama di dekat Bank BI. Lalu juga saat Car Free Day di Simpang Lima. Titik-titik ini memang jadi spot keramaian yang pas untuk mereka gapai.

Termasuk di depan SMAN 1 saat CFD awal bulan November kemarin. Selain kelebihan bisa bergerak bebas, gerobak keliling ini juga sudah dilengkapi pembayaran non tunai dengan QRIS. Wah, itu sangat membantu sekali.

...

Sangat menarik melihat tren ini akhir-akhir ini karena mereka muncul juga dengan gerobak yang didesain kekinian yang dibungkus dengan warna yang mencolok perhatian. Termasuk yang pakai listrik.

Bagaimana dengan nasib bapak-bapak yang juga berkeliling menjual kopi dengan bersepeda. Bahkan, cara membuatnya dengan cara manual, pakai alat Dan biji kopi asli?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🏥 Sisi Lain Grand Opening Cardea Semarang: Menikmati Menu Hotel di Kawasan Jangli