Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Menulis di Chromebook

Maksudnya mengetik, eh tapi sama saja untuk kami yang terbiasa beraktivitas dalam dunia blogging. Meski terdengar sederhana dan mudah, jujur ini adalah pengalaman pertama. Agak bingung awalnya karena alat yang biasa digunakan tidak ada. Ditambah keyboard yang berbeda, apakah mudah?

Kami menulis di perangkat baru yaitu, ASUS ChromeBook Flip 15″ (CM5500FD). Sebelumnya kami biasa menulis di MacBook Air yang sudah setahun kami pakai. 

Dari jenis perangkat saja sudah beda, Mac dan Chromebook. Ditambah, desain Chromebook yang kami gunakan memiliki fitur numeric di sisi kanannya. Lihat gambar di atas. Apakah itu membatasi ruang jari jemari kami? 

Tidak, karena keyboard di ASUS ChromeBook Flip 15″ (CM5500FD) memiliki bidang yang luas seperti ukurannya yang besar. Beda dengan Mac yang ukuran layarnya saja hanya 13 inci. Jadi, tidak berpengaruh sebenarnya.

Aplikasi

Kebiasaan kami saat menulis blog adalah tidak langsung di halaman blognya. Melainkan menggunakan alat seperti note yang memiliki tampilan sederhana. 

Saat berpindah perangkat, kami bingung di mana aplikasi note yang ada di Chromebook yang memakai Chrome OS ini. Pilihannya sebenarnya banyak bila dicari, seperti docs.google.com salah satunya. 

Tapi tipe seperti kami adalah setelah menulis, kami langsung meng-copy tulisan dan dipidahkan langsung ke halaman blog. Di Microsoft Word, tampilan teksnya setelah dipindah (paste), akan berbeda dengan yang ada di tampilan blog.

Teksnya ada yang besar, font-nya juga harus disesuaikan lagi dan butuh pengaturan lagi untuk mengubahnya ke bentuk tulisan normal yang ada di blog. Kami tidak ingin jadi rumit. Pilihannya memang yang terbaik adalah note.

Setelah pencarian, akhirnya kami memutuskan memakai aplikasi sederhana yang diunduh dari Chrome Web Store bernama Text. Ukurannya hanya 1.842 KB dengan versi 0.8.4. Sampai di sini saja mengenal aplikasinya, karena kami ingin fokus menulis halaman ini dulu.

Tombol papan ketik yang lembut

Perbedaannya memang mencolok antara keyboard Mac yang kami pakai dengan ASUS Chromebook Flip CM5. Terutama saat ditekan yang terasa lebih lembut, memberikan sensasi mengetik yang cepat dan nyaman.

Jarak antara tombol dengan lampu latar sekitar 1,4 mm. Mungkin ini alasannya yang membuat kami mengetik lebih nyaman di sini.

Saat kami membuat tulisan ini, kami ditemani alunan musik untuk menambah fokus. Musiknya dari aplikasi Spotify yang albumnya bisa dicari dengan nama instrumental study. Kebenaran juga, kami tidak sedang menulis di waktu terbaik kami. Sehingga membutuhkan musik untuk stimulannya.

Kelebihan lain dari papan ketik ASUS Chromebook Flip CM5 adalah tekstur Obsidian Velvet pada area sandaran telapak tangan yang menawarkan nuansa sehalus sutra.

Yang menarik perhatian tentu desain tombol WASD dengan blok warna orange yang mencolok. Jika dipakai pengguna gaming, tombol tersebut memberikan permainan yang cepat dan intuitif.

Untuk touchpad, perangkat ini menggunakan touchpad kaca besar berukuran 5,68 inci yang dirancang dengan cerdas untuk kenyamanan, akurasi dan kontrol maksimum. Ya, meski kami sendiri memilih mouse karena kebiasaan

Namun bila diperhatikan lagi, hadirnya papan ketik numeric membuat kami tidak memakai semua area papan ketik atau keyboard. Seperti memakai hanya 85% saja dari keseluruhan area.

Beberapa aktivitas seperti copy paste agak ribet di awal, termasuk mengetuk tombol backspace hingga tombol ctrl dan alt. Maklum masih baru, butuh penyesuaian lagi.

...

Jika hanya untuk menulis saja, keyboard ASUS Chromebook Flip CM5 memang lebih baik dan menawarkan sensasi yang unik dari perangkat yang kami pakai biasanya. Tulisan terasa lebih cepat dan nyaman.

Namun apabila harus banyak menambahkan gambar, kami masih sedikit kesulitan karena aplikasi yang dipakai tidak ada di Chromebook, yaitu PhotoScape. Maklum aplikasinya tidak tersedia di ChromeOS.

Mau tidak mau kami harus cari alternatif lain. Karena fokus kami masih pada tulisan, pembahasan ini tidak perlu ditulis panjang lebar. 

Akhirnya selesai sudah penulisan kami di Chromebook. Jujur, selama menulis kami cukup banyak mengalami kendala karena ketidaksesuaian. Mau gimana lagi ini pertama kalinya. 

Semoga sebelum perangkat ini kami kembalikan, tulisan ini dapat berguna untuk yang mencari referensi bagaimana cara menulis di Chromebook.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta

🏋️‍♂️ Ketika Laptop Tipis ASUS ExpertBook Ultra Ditindih Barbel 100 Kg, Masih Aman?