Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Review Pasar Imlek Semawis 2018


Acara yang ditunggu-tunggu tiap tahun menjelang perayaan Imlek dan menjadi daya pikat sendiri bagi kami, dunia pariwisata kota Semarang dan masyarakat sekitar. Tahun 2018, Pasar Imlek Semawis dilaksanakan dari tanggal 12-14 Februari 2018.

Tahun ini kami tidak menyangka lebih beruntung dari tahun sebelumnya. Ada kemewahan sendiri buat kami saat menjadi salah satu bloger yang dilibatkan dalam pembukaan Pasar Imlek Semawis (PIS) yang tahun ini mengangkat tema 'PAZ Now - Pasamuan Anak Zaman Now'.

Selama ini kami bisa melihat pembukaan dari luar panggung di mana malam pembukaan berlangsung biasanya hanya undangan khusus yang dapat duduk di dalam. Kali ini kami yang masuk dalam kalangan media, bisa duduk merasakan dari dekat bagaimana rasanya menikmati sajian tok panjang.

Cuaca yang tidak bersahabat


Bagi warga 'Tionghoa', mungkin hujan merupakan berkah dan anugerah. Namun buat kami yang ingin menyaksikan dan ikut meramaikan gelaran PIS, hujan selalu jadi alasan untuk tidak datang dan menguburkan antusias yang sudah dipendam.

Hujan masih akrab dengan PIS selama gelaran berlangsung. Hujan lebih sering terjadi di hari kedua dan ketiga. Meski begitu, hari pertama dimana malam pembukaan berlangsung, cuaca sangat mendukung dengan tidak turun hujan.

Penggunaan stan separuh jalan

Selain menarik dari segi tema yang diusung yang lebih kekinian, panitia yang ulasannya sudah kami posting sebelumnya di sini, stan-stan yang berdiri tahun ini hanya memanfaatkan lebar separuh jalan.

Jadi selama acara berlangsung, tidak semua jalan digunakan. Dari pagi hingga menjelang sore, jalanan akses acara dibuka buat umum. Khususnya warga sekitar agar segala aktivitasnya tetap berjalan.

Namun mulai malam, penutupan jalan dilakukan. Maka saat melewati acara ini malam hari seperti bukan acara saja. Ada perasaan nyaman saat jalan kaki melintas tiap stan.

Foto Pasar Imlek Semawis 2018

Kami sudah membuat postingan di halaman blog secara khusus yang berisi foto-foto pasar Imlek Semawis 2018.

Konsep foto kami buat dalam bentuk album, bukan Photoblog yang biasa kami buat. Foto-fotonya dikumpulin dari pengguna lain yang membangikannya lewat media sosial.

Silahkan lihat di sini untuk semua foto yang kami pikir kamu pasti tertarik.

Konten acara

Dalam sebuah gelaran acara yang membuat kami tertarik adalah konten yang dihadirkan. Konten yang kami maksud adalah kegiatan atau aktivitas yang menunjang gelaran acara utama.

Di bawah ini kami membawa beberapa aktivitas yang tidak sempat kami lihat selama PIS digelar. Jujur sebagai personal bloger, kami tidak sepenuhnya mengikuti acara yang berlangsung.


Parade Kebaya Encim 2018

Kami lupa jika saat konferensi pers kami diberitahukan bakal ada acara yang berhubungan dengan kopi di salah satu tempat selama gelaran PIS. Di bawah ini kami membawa foto-foto acara tersebut dari Facebook Pasar Imlek Semawis.


Dalang Muda Tionghoa


Pada saat malam pembukaan, Senin malam (12/2), ada dalang muda yang diperkenalkan kepada undangan dan masyarakat yang ikut menyaksikan.

Namanya Fose Jose Amadeus Krisna yang diperkenalkan dan satu panggung bersama pak Hendi, Wali Kota Semarang.

Mahasiswa kampus Salatiga ini mengenalkan hasil kreasinya, yaitu Wayang Kronik yang juga wayang Multikultural. Rencananya kami ingin membuat halaman khusus buat dia, jadi kami tak ingin membahas dia begitu panjang di sini.

Seperti apa hidangan Tok Panjang

Ada hidangan istimewa yang berikan kepada undangan saat malam pembukaan. Kami benar-benar beruntung dapat menikmati dan satu meja dengan rekan-rekan media. Ulasannya ada di halaman tersendiri di sini.

Melibatkan startup dan komunitas


Madhang adalah satu diantara startup yang kami temui selama acara berlangsung. Pengembang aplikasi yang kebanyakan dari mahasiswa Udinus ini sangat menarik. Ini juga akan kami buat satu postingan, jadi ditunggu saja.

Dari komunitas lingkungan, hadir Ecobricks Semarang yang turut ambil bagian. Sayang kami kelupaan berbicara banyak dengan mereka saat acara.

...

Sebenarnya masih banyak lagi konten yang belum bisa dibawa ke halaman ini. Namun kami cukupkan dulu, bila ada info terbaru, akan segera kami masukkan.

Mungkin ini adalah gelaran Pasar Imlek Semawis yang kami sukai. Entah bagaimana dengan kamu yang kemarin datang dan menyaksikannya juga secara langsung.

Tahun depan, kami harap bisa kembali terlibat dan mengabarkan kepadamu tentang keseruannya berkunjung ke acara ini. Dan ini bisa jadi agendamu untuk berwisata ke kota kami, Semarang.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

💳 Pertama Kali Cek Saldo E-Money di ATM Mandiri Uptown Mall: Ternyata Banyak yang Belum Tahu!

🚴‍♂️ Cerita Unik Angka 2: Pengalaman Bersepeda Menerobos Banjir di Jalan Kartini Semarang

🏃‍♂️ Catatan Hari Kedua The Spark of Healthy Life 2026: Mengulas Cedera Olahraga Bersama Para Ahli

📱 Hari Media Sosial 2026: Antara FOMO Mal 23 & Gramedia Jalma, Serta Gagapnya Manajemen Krisis Digital

🎡 Agenda Jateng Fair 2026: Kembali Hadir 10 Hari dengan Tiket Masuk Gratis, Apa yang Baru?