Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Asokas, Asosiasi Pelaku Usaha Kafe Semarang Resmi Terbentuk
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Asokas sendiri memiliki kepanjangan yaitu Asosiasi Kafe Semarang. Wadah yang berisi para pelaku usaha kafe di Semarang ini meresmikan terbentuknya pada hari Kamis (1/2) dan punya harapan untuk ikut serta berperan membantu perkembangan pariwisata Semarang.
Kami ingin mengabari sesuatu yang penting dulu terkait tempat yang digunakan untuk acara. Milken, tempat yang beberapa kali kami singgahi untuk sekedar meeting maupun menikmati sore, kini telah berganti menjadi Don Vito Corner.
Entah sejak kapan mereka tutup. Bila memasukkan kata kunci Milken Semarang di Google, maka pengumuman tutup permanen dapat dilihat di sebelah kanan halaman pencarian. Mengejutkan untuk kami yang lama tidak mampir tentunya.
Memajukan Industri kafe dan kuliner Semarang
Melihat pertumbuhan kafe atau tempat nongkrong di Semarang yang begitu tinggi beberapa tahun belakangan, tentu sangat menyenangkan. Banyak perekonomian tumbuh dan itu artinya kota Semarang sangat menggiurkan.
Hanya saja masalahnya selalu sama selama dotsemarang hadir di Semarang. Ada yang baru, tentu ada yang tutup. Sama seperti kasus Milken yang entah alasannya apa, semua tempat juga mengalaminya.
Asokas menjadi harapan baru menurut kami yang hadir dari kalangan bloger untuk acara ini yang kami dapatkan undangannya dari pesan Whatsapp.
Terlebih yang hadir juga selain jurnalis dan radio, ada banyak pelaku wisata seperti pegiat wisata semarang yang namanya sangat familiar di telinga kami, pak Benk.
Video deklarasi Asokas
Perwakilan dari Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies), PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia atau ASPPI DPD Jawa Tengah yang diwakili pak Robert dan tentu para perwakilan pelaku usaha kafe se-Semarang.
Selain pak Kharis dari Dinas Pariwisata Kota Semarang yang cukup akrab dengan kami, ada perwakilan lainnya yang mewakili kepala Dinas Pariwisata Semarang untuk meresmikan Asokas yang baru dibentuk ini diketuai oleh ibu Retnowati, pemilik Don Vito Corner.
Dengan banyaknya nama-nama yang hadir menjadi saksi di deklarasinya Asokas, tentu Asokas bukan sekedar wadah yang menampung para pelaku usaha kafe di Semarang.
Mereka akan saling membantu antar sesama anggota. Peresmiannya yang dimulai jam 4 sore tersebut memiliki harapan terkait dunia pariwisata kota Semarang.
Foto bersama
Kami harap begitu, dan menunggu program kerja serta aktivitas lainnya yang menarik. Kami berpikir sedikit tentang salah satu program mereka adalah membuat pemetaan daftar kafe di kota Semarang yang dikemas dalam buklet, mirip buku agenda wisata. Selamat kami ucapkan!
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Ada kalanya semesta punya cara sendiri untuk merencanakan sesuatu. Awalnya, kami sama sekali tidak punya rencana untuk meremajakan smartphone tahun ini. Ponsel andalan yang lama terpaksa harus "pensiun" karena menemui ajalnya, sementara biaya perbaikannya terasa tidak masuk akal jika harus dikeluarkan. Sempat dipinjami ponsel cadangan oleh teman, tapi rasanya kurang leluasa karena perangkatnya sudah terlalu uzur. Singkat cerita, keputusan berat diambil untuk meminang perangkat baru. Pilihannya jatuh pada sebuah smartphone 5G terjangkau yang kebetulan mendarat di tangan: Motorola Moto G45 5G . Tentu saja ada alasan tersembunyi di balik pembelian yang agak dipaksakan ini. Apalagi kalau bukan rasa penasaran tingkat tinggi untuk menjajal langsung seberapa ngebut jaringan 5G di Kota Semarang, setelah operator seluler seperti XL Axiata resmi memperluas jaringannya. Maka, agenda uji coba pun dirancang. Lokasinya dipilih yang paling ikonik sekaligus paling padat di jantung Kota Se...
Awal bulan November, kami membuka tulisan tentang Chromebook yang sudah dirilis ASUS secara global tahun 2023. Memang sih perangkatnya sudah lawas, apalagi ketersediaannya bakal sulit dicari. Meski begitu, alasan kami membawanya ke blog karena salah satu fiturnya mirip dengan ExpertBook Ultra . Membayangkan laptop ini dari sisi harga tentu bak langit dan bumi. Pagi ini (3/11), sebelum menulis blog, kami membuka kotak masuk email seperti biasanya. Terakhir kali kami mengulas perangkat Chromebook adalah pada awal Februari lalu, dan setelah itu tidak banyak perangkat sejenis yang kami bawa ke blog. Kebetulan semangat kami lagi bagus pagi ini, hasilnya kami memutuskan untuk berkenalan dengan ASUS Chromebook CR11 Flip (CR1104F). Ini adalah perangkat konvertibel 2-in-1 yang dirancang khusus oleh ASUS untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi sekolah. Setelah kami telusuri lebih dalam lewat penelusuran di internet, kami baru menyadari bahwa Chromebook tangguh ini ternyata memiliki nasib yang sam...
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment