Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Pengabdi Setan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Pengabdi Setan mendapat antusias bagus di Semarang, meski baru terlihat di hari kedua penayangan dari jadwal rilis resmi hari kamis, 28 September 2017. Momentum tepat dan tren film horor Indonesia yang terus menanjak naik, menurut kami menjadi faktor film ini banyak mendapat layar di bioskop Semarang. Sudah nonton?
Awal Oktober, artikel review film kami ini bisa jadi kampanye awal bulan bagi dotsemarang untuk mendapatkan pembaca baru seperti kamu yang tiba-tiba nyasar di sini. Postingan tentang Film Indonesia atau Kofindo, merupakan konten khusus yang kami miliki untuk berbicara seputar film yang rilis di Semarang.
Pengabdi Setan, apakah seram?
Yang belum tahu tentang film ini, mungkin sedikit berguna untuk menambah kesan tertarik bahwa film yang dibuat tahun 2017 ini adalah film daur ulang atau istilah kerennya remake. Judulnya pun sama, Pengabdi Setan. Tahun pembuatan film pertamanya dibuat tahun 1980-an. Mungkin kamu mau cari di Internet film lawasnya.
Membawa durasi 107 menit atau 1 jam 47 menit, film yang lebih banyak bersetting di dalam rumah ini bagi kami memang menakutkan. Jujur saja, suasana yang dibangun dari mulai rumah, lingkungan yang berada di dekat kuburan, sosok Ibu yang masih hidup pun terlihat menyeramkan, hingga lonceng dan lukisan, benar-benar film produksi Rafi Films ini cocok ditonton rame-rame.
Karena bila kami pikir, nonton sendiri yang ada hanya kebanyakan menutup mata dan tidak menikmati. Kadar ketakutan tiap orang memang berbeda, tapi pengalaman kami ini yang bisa kami informasikan.
Poster film Pengabdi Setan. Kalau kamu ingin mencari poster film Indonesia lainnya bisa buka fans page facebook Kofindo
Cerita yang memang bagus
Kami tidak menonton cerita film pertamanya, tapi cerita film yang dibangun sekarang memang dibuat mirip dan sedikit modifikasi. Dari awal hingga detik-detik menjelang film berakhir, film ini terus menanjak naik.
Perasaan yang terus menumpuk inilah yang membuat film ini punya sesuatu yang kami pikir saat selesai, akhirnya berakhir juga. Settingan jaman jadoel, jangan harap menemukan Smartphone di film ini, kami sangat suka dengan background yang dibuat.
Perasaan keluarga yang sebenarnya merasa sedih karena kehilangan sosok ibu dan istri, berubah drastis menjadi misteri yang menakutkan. Anak-anak dihadapkan dengan dilema dibalik cerita kematian ibu mereka dan harus berjuang saat Ayah mereka pergi menyelesaikan sesuatu.
Belum usai misteri kematian sang Ibu, kini giliran sang Nenek yang juga meninggal. Kami pikir sosok yang menakutkan menjadi lebih banyak. Namun dibalik itu, ada sosok baik yang bisa diketahui menjelang akhir film.
Tara Basro, Pemain paling memikat
Pilihan kami mungkin tidak kamu setujui, tapi Tara Basro bagi kami merupakan pemain paling menonjol di film yang ditulis Joko Anwar yang di awal film ikut main dan langsung berhadapan dengan Tara Basro yang berperan sebagai Rini, anak pertama.
Statusnya sebagai pemain utama memang sangat penting untuk mengangkat film ini, tapi hasilnya memang sangat baik menurut kami.
Pemain lainnya yang juga menarik adalah kedua adik Rini, si bungsu dan anak ketiga (Nasar Anuz). Si bungsu yang tidak bisa bicara, maaf tunawicara (bisu), paling sering mendapatkan bagian paling menyeramkan. Sosok polosnya terkadang membuat penonton tertawa karenanya.
Pemain film Pengabdi Setan juga diikuti beberapa aktor senior, seperti Egi Fedly dan Arswendy Being Swara. Dibagian akhir tiba-tiba saja muncul Fachri Albar dan Asmara Abigail, entah mengapa mereka dapat peran sangat pendek. Apakah ini kode buat film selanjutnya, Joko Anwar?
Bagian ini yang kami suka
Sosok Ayu Laksmi yang menjadi Ibu di film Pengabdi Setan memang tak banyak bicara. Meski begitu dari awal keluar yang dimulai dari tempat tidur, dirinya yang terkenal dengan lady rocker di awal 90-an, merupakan sosok yang bisa dikatakan harus dihindari alias ditakuti.
Sebelum masuk pintu kamarnya, sebuah lukisan yang terpajang wajahnya yang menggambarkan seorang artis yang terkenal di eranya (film ini) itu juga menakutkan. Entah mengapa anak-anaknya harus melewati lukisan tersebut.
Meski semua punya bagian yang bagus dan menarik, ada satu bagian yang kami sukai di film ini, yaitu saat seorang masuk ke rumah teman nenek keluarga Rini, Egi Fedly. Sosoknya menyeramkan dengan mata putih ala hantu, kami pikir hantu juga. Ternyata tukang pijat yang tidak pakai kacamata karena merasa malu dengan kacamata yang salah dibelinya. Bagian ini sangat mencairkan suasana.
Trailer film Pengabdi Setan
Kami bertanya dalam pikiran kami tentang mengapa judulnya Pengabdi Setan? Ternyata judul ini ada hubungannya dengan sekte yang mungkin pada tahun itu, cara mendapatkan sesuatu masih banyak yang melakukan.
[Jumat] Hari ini PENGABDI SETAN banyak tayang di bioskop #Semarang, Citra dan Transmart tayangin 2 studio sekaligus
Wow, film Pengabdi Setan dapat 3 studio dalam 1 bioskop. Selain DP Mall XXI, film ini juga mendapat 3 studio di bioskop Transmart Semarang.
Daftar Jumlah Penonton Pengabdi Setan
Ini adalah update postingan terbaru dari artikel review film yang tujuannya memantau jumlah penonton film Pengabdi Setan dari official resmi filmnya dari Twitter. Kami akan terus update hingga film ini turun dari studio bioskop kota Semarang.
Sudah 1 juta dalam 8 hari penayangan film Pengabdi Setan :
Di Semarang, film Pengabdi Setan langsung memenuhi bioskop, kecuali bioskop lokal, yaitu Eplaza. Bahkan bioskop milik Cinema 21, memberikan dua studio di beberapa bioskop. Antusias yang bagus untuk film horor kali ini.
Joko Anwar mewujudkan mimpinya membawa film yang disukainya ini kembali ke layar lebar. Bantuan teknologi membuat film ini bisa dikembangkan dengan berbagai kelebihan yang tak ada di film perdananya (1980).
Beberapa orang di timelinte Twitter Kofindo memprediksi bahwa film Pengabdi Setan bisa menembus 1 juta penonton dengan durasi waktu yang tidak lama lagi. Sepertinya sangat mudah film horor Indonesia sekarang mendapatkan 1 juta penonton? Semoga saja.
Kalau kamu belum menonton, dan pernah menonton film pertamanya, mungkin bisa membandingkan mana yang paling menarik menurutmu. Kalau kami yang cuma nonton film ini, yah cuma tahu ini saja (ulasan). Jangan mencari kekurangan film ini di halaman ini, karena kami tak pandai bicara hal seperti itu di sini.
Aku sampai saat ini diajak suami nonton nih film tapi belum berani... liat trailernya ajah sudah ngeri... tapi mendadak penasaran karena baca reviewnya dari temen-temen...
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Entah kenapa kali ini kami memberi perhatian lebih pada pembaruan Kebijakan Layanan ( Terms of Service ) dan Privasi dari X (Twitter) yang dirilis September 2026 kemarin. Biasanya, urusan pembaruan seperti ini sering kali diabaikan begitu saja dan kita langsung reflek menekan tombol setuju. Namun saat coba kami pelajari lebih dalam, ada banyak hal menarik yang sangat relevan untuk dicermati, terutama bagi pengelola blog, akun komunitas, maupun pengguna aktif media sosial sehari-hari. Pembaruan aturan platform digital selalu membawa dampak pada cara kita berinteraksi di linimasa. Mari kita bedah secara santai tapi realistis apa saja poin pentingnya dan bagaimana dampaknya untuk aktivitas digital kita. 1. Pelatihan AI dan Penggunaan Data Konten Publik Salah satu poin paling krusial dalam pembaruan kebijakan privasi kali ini adalah kejelasan aturan mengenai penggunaan konten publik untuk pelatihan model kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ). Apa artinya? Cuitan, foto, hingga...
Kami tak menyangka melihat kembali merek minuman serbuk kesehatan produksi PT Erela (perusahaan farmasi yang berbasis di Semarang) saat sedang bersepeda di sekitaran Simpang Lima. Yang menarik, cara menjualnya kini memanfaatkan gerobak dengan konsep street marketing yang segar. Pertama kali kami berkenalan dengan merek ini pada pertengahan tahun 2025 lalu. Saat itu kami terlibat dalam aktivitas pemasaran yang dibalut lewat keseruan mini soccer—sebuah pengalaman berkesan yang menjadi alasan kuat kami menuliskannya di blog. Nah, pada akhir bulan Agustus kemarin, merek ini terlihat kembali menyapa warga di dekat Taman Indonesia Kaya. Sebuah gerobak dengan sepeda listrik berpayung besar, lengkap dengan kotak pendingin dan kursi lipat di sisinya, akhirnya sukses menghentikan pedal sepeda kami. Dalam pikiran kami, pemandangan ini tentu sangat menarik untuk diangkat kembali ke blog. Ya, tentu kami juga tak melewatkan kesempatan untuk langsung membeli salah satu variannya demi merasakan lang...
Aku sampai saat ini diajak suami nonton nih film tapi belum berani... liat trailernya ajah sudah ngeri... tapi mendadak penasaran karena baca reviewnya dari temen-temen...
ReplyDeleteAyo nonton, kak
Delete