Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Pengabdi Setan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Pengabdi Setan mendapat antusias bagus di Semarang, meski baru terlihat di hari kedua penayangan dari jadwal rilis resmi hari kamis, 28 September 2017. Momentum tepat dan tren film horor Indonesia yang terus menanjak naik, menurut kami menjadi faktor film ini banyak mendapat layar di bioskop Semarang. Sudah nonton?
Awal Oktober, artikel review film kami ini bisa jadi kampanye awal bulan bagi dotsemarang untuk mendapatkan pembaca baru seperti kamu yang tiba-tiba nyasar di sini. Postingan tentang Film Indonesia atau Kofindo, merupakan konten khusus yang kami miliki untuk berbicara seputar film yang rilis di Semarang.
Pengabdi Setan, apakah seram?
Yang belum tahu tentang film ini, mungkin sedikit berguna untuk menambah kesan tertarik bahwa film yang dibuat tahun 2017 ini adalah film daur ulang atau istilah kerennya remake. Judulnya pun sama, Pengabdi Setan. Tahun pembuatan film pertamanya dibuat tahun 1980-an. Mungkin kamu mau cari di Internet film lawasnya.
Membawa durasi 107 menit atau 1 jam 47 menit, film yang lebih banyak bersetting di dalam rumah ini bagi kami memang menakutkan. Jujur saja, suasana yang dibangun dari mulai rumah, lingkungan yang berada di dekat kuburan, sosok Ibu yang masih hidup pun terlihat menyeramkan, hingga lonceng dan lukisan, benar-benar film produksi Rafi Films ini cocok ditonton rame-rame.
Karena bila kami pikir, nonton sendiri yang ada hanya kebanyakan menutup mata dan tidak menikmati. Kadar ketakutan tiap orang memang berbeda, tapi pengalaman kami ini yang bisa kami informasikan.
Poster film Pengabdi Setan. Kalau kamu ingin mencari poster film Indonesia lainnya bisa buka fans page facebook Kofindo
Cerita yang memang bagus
Kami tidak menonton cerita film pertamanya, tapi cerita film yang dibangun sekarang memang dibuat mirip dan sedikit modifikasi. Dari awal hingga detik-detik menjelang film berakhir, film ini terus menanjak naik.
Perasaan yang terus menumpuk inilah yang membuat film ini punya sesuatu yang kami pikir saat selesai, akhirnya berakhir juga. Settingan jaman jadoel, jangan harap menemukan Smartphone di film ini, kami sangat suka dengan background yang dibuat.
Perasaan keluarga yang sebenarnya merasa sedih karena kehilangan sosok ibu dan istri, berubah drastis menjadi misteri yang menakutkan. Anak-anak dihadapkan dengan dilema dibalik cerita kematian ibu mereka dan harus berjuang saat Ayah mereka pergi menyelesaikan sesuatu.
Belum usai misteri kematian sang Ibu, kini giliran sang Nenek yang juga meninggal. Kami pikir sosok yang menakutkan menjadi lebih banyak. Namun dibalik itu, ada sosok baik yang bisa diketahui menjelang akhir film.
Tara Basro, Pemain paling memikat
Pilihan kami mungkin tidak kamu setujui, tapi Tara Basro bagi kami merupakan pemain paling menonjol di film yang ditulis Joko Anwar yang di awal film ikut main dan langsung berhadapan dengan Tara Basro yang berperan sebagai Rini, anak pertama.
Statusnya sebagai pemain utama memang sangat penting untuk mengangkat film ini, tapi hasilnya memang sangat baik menurut kami.
Pemain lainnya yang juga menarik adalah kedua adik Rini, si bungsu dan anak ketiga (Nasar Anuz). Si bungsu yang tidak bisa bicara, maaf tunawicara (bisu), paling sering mendapatkan bagian paling menyeramkan. Sosok polosnya terkadang membuat penonton tertawa karenanya.
Pemain film Pengabdi Setan juga diikuti beberapa aktor senior, seperti Egi Fedly dan Arswendy Being Swara. Dibagian akhir tiba-tiba saja muncul Fachri Albar dan Asmara Abigail, entah mengapa mereka dapat peran sangat pendek. Apakah ini kode buat film selanjutnya, Joko Anwar?
Bagian ini yang kami suka
Sosok Ayu Laksmi yang menjadi Ibu di film Pengabdi Setan memang tak banyak bicara. Meski begitu dari awal keluar yang dimulai dari tempat tidur, dirinya yang terkenal dengan lady rocker di awal 90-an, merupakan sosok yang bisa dikatakan harus dihindari alias ditakuti.
Sebelum masuk pintu kamarnya, sebuah lukisan yang terpajang wajahnya yang menggambarkan seorang artis yang terkenal di eranya (film ini) itu juga menakutkan. Entah mengapa anak-anaknya harus melewati lukisan tersebut.
Meski semua punya bagian yang bagus dan menarik, ada satu bagian yang kami sukai di film ini, yaitu saat seorang masuk ke rumah teman nenek keluarga Rini, Egi Fedly. Sosoknya menyeramkan dengan mata putih ala hantu, kami pikir hantu juga. Ternyata tukang pijat yang tidak pakai kacamata karena merasa malu dengan kacamata yang salah dibelinya. Bagian ini sangat mencairkan suasana.
Trailer film Pengabdi Setan
Kami bertanya dalam pikiran kami tentang mengapa judulnya Pengabdi Setan? Ternyata judul ini ada hubungannya dengan sekte yang mungkin pada tahun itu, cara mendapatkan sesuatu masih banyak yang melakukan.
[Jumat] Hari ini PENGABDI SETAN banyak tayang di bioskop #Semarang, Citra dan Transmart tayangin 2 studio sekaligus
Wow, film Pengabdi Setan dapat 3 studio dalam 1 bioskop. Selain DP Mall XXI, film ini juga mendapat 3 studio di bioskop Transmart Semarang.
Daftar Jumlah Penonton Pengabdi Setan
Ini adalah update postingan terbaru dari artikel review film yang tujuannya memantau jumlah penonton film Pengabdi Setan dari official resmi filmnya dari Twitter. Kami akan terus update hingga film ini turun dari studio bioskop kota Semarang.
Sudah 1 juta dalam 8 hari penayangan film Pengabdi Setan :
Di Semarang, film Pengabdi Setan langsung memenuhi bioskop, kecuali bioskop lokal, yaitu Eplaza. Bahkan bioskop milik Cinema 21, memberikan dua studio di beberapa bioskop. Antusias yang bagus untuk film horor kali ini.
Joko Anwar mewujudkan mimpinya membawa film yang disukainya ini kembali ke layar lebar. Bantuan teknologi membuat film ini bisa dikembangkan dengan berbagai kelebihan yang tak ada di film perdananya (1980).
Beberapa orang di timelinte Twitter Kofindo memprediksi bahwa film Pengabdi Setan bisa menembus 1 juta penonton dengan durasi waktu yang tidak lama lagi. Sepertinya sangat mudah film horor Indonesia sekarang mendapatkan 1 juta penonton? Semoga saja.
Kalau kamu belum menonton, dan pernah menonton film pertamanya, mungkin bisa membandingkan mana yang paling menarik menurutmu. Kalau kami yang cuma nonton film ini, yah cuma tahu ini saja (ulasan). Jangan mencari kekurangan film ini di halaman ini, karena kami tak pandai bicara hal seperti itu di sini.
Aku sampai saat ini diajak suami nonton nih film tapi belum berani... liat trailernya ajah sudah ngeri... tapi mendadak penasaran karena baca reviewnya dari temen-temen...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Aku sampai saat ini diajak suami nonton nih film tapi belum berani... liat trailernya ajah sudah ngeri... tapi mendadak penasaran karena baca reviewnya dari temen-temen...
ReplyDeleteAyo nonton, kak
Delete