Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Pengabdi Setan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Pengabdi Setan mendapat antusias bagus di Semarang, meski baru terlihat di hari kedua penayangan dari jadwal rilis resmi hari kamis, 28 September 2017. Momentum tepat dan tren film horor Indonesia yang terus menanjak naik, menurut kami menjadi faktor film ini banyak mendapat layar di bioskop Semarang. Sudah nonton?
Awal Oktober, artikel review film kami ini bisa jadi kampanye awal bulan bagi dotsemarang untuk mendapatkan pembaca baru seperti kamu yang tiba-tiba nyasar di sini. Postingan tentang Film Indonesia atau Kofindo, merupakan konten khusus yang kami miliki untuk berbicara seputar film yang rilis di Semarang.
Pengabdi Setan, apakah seram?
Yang belum tahu tentang film ini, mungkin sedikit berguna untuk menambah kesan tertarik bahwa film yang dibuat tahun 2017 ini adalah film daur ulang atau istilah kerennya remake. Judulnya pun sama, Pengabdi Setan. Tahun pembuatan film pertamanya dibuat tahun 1980-an. Mungkin kamu mau cari di Internet film lawasnya.
Membawa durasi 107 menit atau 1 jam 47 menit, film yang lebih banyak bersetting di dalam rumah ini bagi kami memang menakutkan. Jujur saja, suasana yang dibangun dari mulai rumah, lingkungan yang berada di dekat kuburan, sosok Ibu yang masih hidup pun terlihat menyeramkan, hingga lonceng dan lukisan, benar-benar film produksi Rafi Films ini cocok ditonton rame-rame.
Karena bila kami pikir, nonton sendiri yang ada hanya kebanyakan menutup mata dan tidak menikmati. Kadar ketakutan tiap orang memang berbeda, tapi pengalaman kami ini yang bisa kami informasikan.
Poster film Pengabdi Setan. Kalau kamu ingin mencari poster film Indonesia lainnya bisa buka fans page facebook Kofindo
Cerita yang memang bagus
Kami tidak menonton cerita film pertamanya, tapi cerita film yang dibangun sekarang memang dibuat mirip dan sedikit modifikasi. Dari awal hingga detik-detik menjelang film berakhir, film ini terus menanjak naik.
Perasaan yang terus menumpuk inilah yang membuat film ini punya sesuatu yang kami pikir saat selesai, akhirnya berakhir juga. Settingan jaman jadoel, jangan harap menemukan Smartphone di film ini, kami sangat suka dengan background yang dibuat.
Perasaan keluarga yang sebenarnya merasa sedih karena kehilangan sosok ibu dan istri, berubah drastis menjadi misteri yang menakutkan. Anak-anak dihadapkan dengan dilema dibalik cerita kematian ibu mereka dan harus berjuang saat Ayah mereka pergi menyelesaikan sesuatu.
Belum usai misteri kematian sang Ibu, kini giliran sang Nenek yang juga meninggal. Kami pikir sosok yang menakutkan menjadi lebih banyak. Namun dibalik itu, ada sosok baik yang bisa diketahui menjelang akhir film.
Tara Basro, Pemain paling memikat
Pilihan kami mungkin tidak kamu setujui, tapi Tara Basro bagi kami merupakan pemain paling menonjol di film yang ditulis Joko Anwar yang di awal film ikut main dan langsung berhadapan dengan Tara Basro yang berperan sebagai Rini, anak pertama.
Statusnya sebagai pemain utama memang sangat penting untuk mengangkat film ini, tapi hasilnya memang sangat baik menurut kami.
Pemain lainnya yang juga menarik adalah kedua adik Rini, si bungsu dan anak ketiga (Nasar Anuz). Si bungsu yang tidak bisa bicara, maaf tunawicara (bisu), paling sering mendapatkan bagian paling menyeramkan. Sosok polosnya terkadang membuat penonton tertawa karenanya.
Pemain film Pengabdi Setan juga diikuti beberapa aktor senior, seperti Egi Fedly dan Arswendy Being Swara. Dibagian akhir tiba-tiba saja muncul Fachri Albar dan Asmara Abigail, entah mengapa mereka dapat peran sangat pendek. Apakah ini kode buat film selanjutnya, Joko Anwar?
Bagian ini yang kami suka
Sosok Ayu Laksmi yang menjadi Ibu di film Pengabdi Setan memang tak banyak bicara. Meski begitu dari awal keluar yang dimulai dari tempat tidur, dirinya yang terkenal dengan lady rocker di awal 90-an, merupakan sosok yang bisa dikatakan harus dihindari alias ditakuti.
Sebelum masuk pintu kamarnya, sebuah lukisan yang terpajang wajahnya yang menggambarkan seorang artis yang terkenal di eranya (film ini) itu juga menakutkan. Entah mengapa anak-anaknya harus melewati lukisan tersebut.
Meski semua punya bagian yang bagus dan menarik, ada satu bagian yang kami sukai di film ini, yaitu saat seorang masuk ke rumah teman nenek keluarga Rini, Egi Fedly. Sosoknya menyeramkan dengan mata putih ala hantu, kami pikir hantu juga. Ternyata tukang pijat yang tidak pakai kacamata karena merasa malu dengan kacamata yang salah dibelinya. Bagian ini sangat mencairkan suasana.
Trailer film Pengabdi Setan
Kami bertanya dalam pikiran kami tentang mengapa judulnya Pengabdi Setan? Ternyata judul ini ada hubungannya dengan sekte yang mungkin pada tahun itu, cara mendapatkan sesuatu masih banyak yang melakukan.
[Jumat] Hari ini PENGABDI SETAN banyak tayang di bioskop #Semarang, Citra dan Transmart tayangin 2 studio sekaligus
Wow, film Pengabdi Setan dapat 3 studio dalam 1 bioskop. Selain DP Mall XXI, film ini juga mendapat 3 studio di bioskop Transmart Semarang.
Daftar Jumlah Penonton Pengabdi Setan
Ini adalah update postingan terbaru dari artikel review film yang tujuannya memantau jumlah penonton film Pengabdi Setan dari official resmi filmnya dari Twitter. Kami akan terus update hingga film ini turun dari studio bioskop kota Semarang.
Sudah 1 juta dalam 8 hari penayangan film Pengabdi Setan :
Di Semarang, film Pengabdi Setan langsung memenuhi bioskop, kecuali bioskop lokal, yaitu Eplaza. Bahkan bioskop milik Cinema 21, memberikan dua studio di beberapa bioskop. Antusias yang bagus untuk film horor kali ini.
Joko Anwar mewujudkan mimpinya membawa film yang disukainya ini kembali ke layar lebar. Bantuan teknologi membuat film ini bisa dikembangkan dengan berbagai kelebihan yang tak ada di film perdananya (1980).
Beberapa orang di timelinte Twitter Kofindo memprediksi bahwa film Pengabdi Setan bisa menembus 1 juta penonton dengan durasi waktu yang tidak lama lagi. Sepertinya sangat mudah film horor Indonesia sekarang mendapatkan 1 juta penonton? Semoga saja.
Kalau kamu belum menonton, dan pernah menonton film pertamanya, mungkin bisa membandingkan mana yang paling menarik menurutmu. Kalau kami yang cuma nonton film ini, yah cuma tahu ini saja (ulasan). Jangan mencari kekurangan film ini di halaman ini, karena kami tak pandai bicara hal seperti itu di sini.
Aku sampai saat ini diajak suami nonton nih film tapi belum berani... liat trailernya ajah sudah ngeri... tapi mendadak penasaran karena baca reviewnya dari temen-temen...
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Bicara soal Artificial Intelligence (AI) di laptop zaman sekarang, rasanya hampir semua merek memamerkan fitur serupa. Namun, ada satu pemaparan materi dari tim ASUS saat gelaran acara No.1 Quality & Service di Hotel Tentrem pertengahan September lalu yang cukup menarik perhatian kami: hadirnya aplikasi ASUS Virtual Assistant (OMNI). Sebagai pengguna laptop harian, kami awalnya cukup penasaran. Apa bedanya OMNI ini dengan berbagai asisten AI berbasis cloud yang sudah bertaburan di internet? Ternyata, jawabannya ada pada satu kata kunci: Offline . AI yang Berjalan Tanpa Internet, Kok Bisa? Secara sederhana, OMNI adalah AI Desktop Companion yang tertanam langsung di dalam laptop ASUS . Fitur utamanya mulai dari merangkum dokumen ( Librarian ), menjawab pertanyaan dari berkas kerja, hingga mengubah rekaman suara menjadi transkrip dan poin-poin penting. Menariknya, seluruh proses ini bisa berjalan tanpa koneksi internet sama sekali . Kemampuan on-device AI ini mengandalkan pemro...
Akhirnya kami merilis tulisan ini di blog meski agendanya sendiri sudah lewat beberapa waktu. Kami memang sempat hadir langsung menikmati kemeriahannya di lapangan. Namun, tentu saja seperti biasa, kehadiran kami ini murni atas inisiatif pribadi untuk memantau dinamika kota, bukan karena undangan resmi apalagi bagian dari kerja sama dengan penyelenggara MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Ketika Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional XXXI, gaungnya memang tidak hanya berhenti pada arena utama atau lomba tilawah di dalam gedung. Ada denyut kemeriahan yang sengaja dihidupkan ke ruang-ruang publik, salah satunya lewat kehadiran Karnaval Nostalgia Dugderan yang digelar pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Menariknya, kehadiran karnaval ini sempat memantik tanya di kalangan pengamat jalanan. Pasalnya, belum lama berselang, warga Semarang sudah disuguhi kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ. Praktis, dalam hitungan satu bulan yang sama, ada dua arak-arakan budaya besar yang...
Aku sampai saat ini diajak suami nonton nih film tapi belum berani... liat trailernya ajah sudah ngeri... tapi mendadak penasaran karena baca reviewnya dari temen-temen...
ReplyDeleteAyo nonton, kak
Delete