Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Video] Peringatan Peristiwa Pertempuran 5 Hari di Semarang Tahun 2017
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Salah satu agenda bulan Oktober di Semarang yang berhubungan dengan sejarah adalah Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang. Peringatan ini selalu digelar tiap tanggal 14 Oktober. Halaman ini berisi video dari Youtube.
Tahun lalu, tanggal 14 Oktober 2016 jatuh pada hari Jumat. Sedangkan tahun ini, tanggal 14 Oktober 2017 jatuh pada hari Sabtu. Selisih sehari saja. Seperti tahun lalu juga, tahun ini kami juga tidak dapat berpartisipasi langsung untuk melihat lebih dekat suasana yang digelar di kawasan Tugu Muda.
Kalau sudah event ini dilaksanakan, ruas jalan menuju Tugu Muda pasti ditutup. Selain ada panggung yang berada tepat di depan Museum Mandala Bhakti, kawasan ini memang harus bebas kendaraan. Dalam peringatan sejarah ini, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjadi Inspektur Upacara.
Mewakili halaman ini untuk memberikan gambaran suasana selama acara, kami mengambil beberapa video dari Youtube. Sesekali memasukkan video ketimbang foto perlu dilakukan agar konten lebih menarik.
Video ini berdurasi 28 menit lebih, agak panjang rasanya kalau ingin nonton dengan waktu yang singkat. Tapi video ini versi lengkap dari jalannya acara (teatrikal). Meski kurang baik dari sisi pengambilan gambar, pemilik channel yakni Suhartanto yang merupakan wartawan Tribun, kami tetap menyukai karena punya sudut pandang dari bangku tamu yang ada di dalam tenda.
Video kedua ini adalah versi yang lebih bagus. Pemilik videonya adalah Tribun Jateng yang sudah punya 11 ribu subscriber. Intinya sama, tapi kemasannya di sini lebih sempurna.
A post shared by Pemkot Semarang (@semarangpemkot) on
Video Instagram ini merupakan video dari akun Semarangpemkot. Dikemas dengan pengambilan kamera drone, kita bisa melihat suasana acara yang berbeda dan lebih menarik.
...
Peristiwa bersejarah Pertempuran 5 Hari di Semarang itu terjadi pada 14 Oktober hingga 19 Oktober 1945 karena Jepang enggan menyerahkan senjatanya pasca Proklamasi Kemerdekaan. Peristiwa paling terkenal dan dijadikan drama teatrikal setiap tahunnya yaitu gugurnya dr. Kariadi.
Tahun ini, para pemain teatrikal diperankan oleh mahasiswa Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Semarang, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, pelajar SMK 17 Agustus Semarang, dan SMK Negeri 7 Semarang.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Bicara soal Artificial Intelligence (AI) di laptop zaman sekarang, rasanya hampir semua merek memamerkan fitur serupa. Namun, ada satu pemaparan materi dari tim ASUS saat gelaran acara No.1 Quality & Service di Hotel Tentrem pertengahan September lalu yang cukup menarik perhatian kami: hadirnya aplikasi ASUS Virtual Assistant (OMNI). Sebagai pengguna laptop harian, kami awalnya cukup penasaran. Apa bedanya OMNI ini dengan berbagai asisten AI berbasis cloud yang sudah bertaburan di internet? Ternyata, jawabannya ada pada satu kata kunci: Offline . AI yang Berjalan Tanpa Internet, Kok Bisa? Secara sederhana, OMNI adalah AI Desktop Companion yang tertanam langsung di dalam laptop ASUS . Fitur utamanya mulai dari merangkum dokumen ( Librarian ), menjawab pertanyaan dari berkas kerja, hingga mengubah rekaman suara menjadi transkrip dan poin-poin penting. Menariknya, seluruh proses ini bisa berjalan tanpa koneksi internet sama sekali . Kemampuan on-device AI ini mengandalkan pemro...
Akhirnya kami merilis tulisan ini di blog meski agendanya sendiri sudah lewat beberapa waktu. Kami memang sempat hadir langsung menikmati kemeriahannya di lapangan. Namun, tentu saja seperti biasa, kehadiran kami ini murni atas inisiatif pribadi untuk memantau dinamika kota, bukan karena undangan resmi apalagi bagian dari kerja sama dengan penyelenggara MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Ketika Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional XXXI, gaungnya memang tidak hanya berhenti pada arena utama atau lomba tilawah di dalam gedung. Ada denyut kemeriahan yang sengaja dihidupkan ke ruang-ruang publik, salah satunya lewat kehadiran Karnaval Nostalgia Dugderan yang digelar pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Menariknya, kehadiran karnaval ini sempat memantik tanya di kalangan pengamat jalanan. Pasalnya, belum lama berselang, warga Semarang sudah disuguhi kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ. Praktis, dalam hitungan satu bulan yang sama, ada dua arak-arakan budaya besar yang...
Comments
Post a Comment