Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Serunya Naik Bus Wisata 'Yuk Muter-muter Semarang'
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Satu lagi kampanye pemerintah kota Semarang dalam bidang wisata untuk menarik kunjungan wisatawan dengan menghadirkan bus wisata yang resmi dilaunching awal Oktober 2017. Sudah mencobanya?
Sepekan setelah resmi beroperasi, animo masyarakat sangat luar biasa untuk mencoba naik bus yang berkapasistas 70 penumpang ini. Bahkan ada yang tidak kebagian jatah tempat duduk, meski sudah datang jauh-jauh.
Kami sendiri beruntung, bisa menaiki secara langsung dan ikut muter-muter Semarang dengan bus yang memiliki jadwal tiap senin harus libur. Sisanya, bus ini terus melayani calon penumpang yang tiap akhir pekan bertambah 1 jadwal dari 3 jadwal yang diberikan hari biasa. Selengkapnya tentang jadwal bus wisata ini bisa dilihat di sini.
Naik bareng duta wisata Semarang
Minggu siang (8/10), kami tidak perlu ribet mengurusi antrian pemesanan yang dilakukan pagi biasanya untuk bisa naik bus. Kami hanya perlu datang setelah sebelumnya diajak oleh salah satu anggota HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) kota Semarang.
Spesialnya, naik bus wisata kali ini yang dimulai dari Mandala Bhakti, kami naik bareng duta wisata seperti Denok Kenang, Duta Museum Jawa Tengah, Saka pariwisata kota Semarang, Pokdarwis Karangsawo Bongsari dan Bala Museum, serta Duta Kota Lama (KoLa).
Menjadi pemandu City Tour itu tidak mudah
Selama perjalanan, para duta wisata ini ditantang untuk menampilkan kemampuan mereka saat menjadi pemandu city tour. Pengetahuan mereka tentang Semarang memang tidak perlu diragukan, namun dengan langsung mencoba di dalam bus, apakah mereka bisa dikatakan mampu?
Melihat para duta wisata ini menjadi pemandu, banyak hal seru yang terjadi di dalam bus. Suara penumpang atas yang kebanyakan berasal dari Denok Kenang semacam memberi semangat kepada perwakilannya. Berikut video singkat tentang duta wisata yang menjadi pemandu city tour di dalam bus.
Ada 5 orang yang mewakili tiap duta wisata. Dengan jarak tertentu, mereka saling bergantian berbicara kepada para penumpang yang diilustrasikan sebagai wisatawan maupun masyarakat yang naik bus wisata.
PHI kota Semarang yang menjadi tuan rumah yang juga didukung dinas Pariwisata kota Semarang diakhir kompetisi para duta wisata memberikan penilaian dan koreksi serta reward kepada peserta. Tidak mudah memang menjadi pemandu city tour rupanya. Jam terbang merupakan kunci bagaimana pemandu wisata nantinya bisa terus berkembang.
Berhenti di Kota Lama dan Kampung Pelangi
Bila kamu membaca sekilas tentang bus wisata Semarang ini di sini, kamu pasti sudah tahu jika bus akan berhenti selama 15 menit di dua kawasan wisata.
Di Kota Lama, perberhentian pertama, kami turun dan menyaksikan Duta Kota Lama memberikan informasi terkait Kota lama kepada penumpang bus, seperti gambar berikut ini.
Perwakilan Duta KoLa selain mempromosikan tentang mereka, juga mengenalkan Kota Lama kepada peserta
Berhenti sejenak selama 15 menit dan mari menikmatinya
Kami tidak tahu, apakah kamu nanti bila naik bus wisata akan mendapatkan informasi seperti yang disampaikan pemandu wisata dari Kota Lama ini.
Sedangkan di Kampung Pelangi, kami hanya berhenti sejenak tanpa konsep seperti yang dilakukan di Kota Lama seperti sebelumnya.
Foto bareng
Perjalanan akhirnya kembali ke kawasan Mandala Bhakti. Semua peserta mengakhiri perjalanan dengan foto bersama.
...
Menurut kami terlepas dari perjalanan kami yang seru, bila kamu nanti naik bus wisata ini, tenang saja, nanti kamu juga akan dipandu oleh pemandu wisata. Saat ini, pemandu sepertinya masih berasal dari Dishub kota Semarang (informasi yang kami dapatkan). Atau koreksi kami bila salah.
Memang rencananya akan ada pemandu khusus, tapi saat kami naik bus, acara masih khusus yang dilakukan PHI kota Semarang bersama Dinas Pariwisata Semarang.
Untuk naik bus wisata Ayo Muter-muter Semarang, usahakan mendapatkan Co card yang tujuannya sebagai tanda kursi yang ditempati nanti. Untuk mendapatkannya, kamu harus mendatangi lokasi Mandala Bhakti. Dimana di sana ada petugas yang membuka pendaftaran naik bus. Detailnya klik di sini.
Selamat menikmati kota Semarang dengan cara yang lebih asyik.
Semarang tidak pernah kehabisan cerita tentang keberagaman. Di balik riuh rendah aktivitas kota bawah, kontur perbukitan Kota Atlas menyimpan sebuah pesona spiritual yang megah. Tempat ini bukan saja menjadi Pura terbesar di Kota Semarang, melainkan juga yang terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Berlokasi strategis di kawasan Jalan Sumbing, Pura Agung Giri Natha tidak hanya berdiri tegak sebagai pusat peribadatan suci, tetapi juga menjadi referensi kuat sebagai destinasi wisata religi dan budaya yang ramah untuk dikunjungi masyarakat umum. Setelah sekian tahun berlalu, akhirnya kami kembali lagi melangkahkan kaki ke sini. Momentum kembalinya kami ke pura ini terasa pas karena bertepatan dengan adanya acara menarik dari rekan-rekan mahasiswa Universitas Semarang (USM). Melalui program studi kreatif mereka yang bertajuk 'Perjalanan Napak Tilas' , agenda tersebut sukses digelar pada hari Sabtu, 6 Juni 2026. Kunjungan kali ini sekaligus menjadi pengingat berharga akan memori masa lalu...
Cerita kali ini sedikit menggelitik sekaligus menjadi tamparan renyah bagi kami. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun, setiap kali pulang dari Uptown Mall BSB City menuju pusat Kota Semarang, kami selalu melakukan kesalahan konyol dalam memilih tempat menunggu bus. Kemana saja kami selama ini? Momen "Aha!" yang Mengubah Sudut Pandang Bagi pengelola blog yang sudah belasan tahun mengulas dinamika dan transportasi di Kota Semarang, menemukan hal baru di sudut kota yang sering dikunjungi itu rasanya magis. Namun, bagaimana jika momen penemuan itu sebenarnya adalah sebuah pengakuan dosa karena baru menyadari rute yang benar setelah bertahun-tahun keliru? Jujur, kami baru saja mengalaminya. Semua ini terungkap pada kunjungan kami ke Uptown Mall di kawasan BSB City pada tanggal 23 Mei kemarin. Kunjungan tersebut sebenarnya membawa misi lain, yaitu menonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop—sebuah ulasan film yang juga sudah kami bagikan di postingan sebelumnya. Namun, ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Sore itu, lini masa kami tak sengaja terpapar unggahan dari akun Instagram @kawisata tentang peluncuran Lawang Sewu Short Film Festival (LOFF) 2026. Jujur saja, ini sebuah kejutan yang menyenangkan. Mengetahui gelaran malam peluncurannya dilaksanakan langsung di pelataran Lawang Sewu dengan gegap gempita, atmosfernya terasa begitu magis dan masif. Festival film pendek ini kembali menyapa setelah edisi pertamanya di tahun 2025 lalu sukses kami dokumentasikan di blog. Jika tahun lalu malam puncaknya berlokasi di Gedung Baru Ki Narto Sabdo, Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), tahun ini LOFF mengambil langkah berani dengan menempati ikon sejarah paling populer di Kota Atlas. Malam pembukaan yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026 kemarin pun tidak main-main. Agenda yang sebenarnya sudah masuk dalam radar kalender acara kami ini kembali dihadiri langsung oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, serta turut dimeriahkan oleh kehadiran aktris nasional sekelas Nirina Zubir. Sebagai p...
Hari ini (12/6), kami mendadak terkejut melihat aktivitas Bitly yang tidak seperti biasanya. Karena penasaran, kami langsung memeriksa kotak masuk. Ternyata benar, ada pemberitahuan kabar terbaru yang datang ke email dotsemarang. Sepertinya kali ini kami harus pergi meninggalkan platform pemendek URL tersebut setelah bertahun-tahun setia menggunakannya. Ada yang mengalami hal serupa? Ini adalah nasib nyata yang harus diterima oleh para pengguna yang mengandalkan layanan gratisan. Tiba-tiba saja, platform mengubah kebijakannya secara sepihak. Sebuah langkah agresif yang tentu sangat berdampak bagi pengguna yang enggan atau belum siap beralih ke fitur berbayar. Bagi kami, sebagai blogger independen atau pembuat konten yang aktif membagikan tulisan di media sosial, Bitly sudah seperti menu sarapan harian. Platform dengan logo ikan ikonik ini selalu menjadi andalan utama untuk merapikan tautan panjang dari blog agar terlihat manis, ringkas, dan estetik saat disodorkan kepada pembaca. Namun...
Comments
Post a Comment