Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Serunya Naik Bus Wisata 'Yuk Muter-muter Semarang'
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Satu lagi kampanye pemerintah kota Semarang dalam bidang wisata untuk menarik kunjungan wisatawan dengan menghadirkan bus wisata yang resmi dilaunching awal Oktober 2017. Sudah mencobanya?
Sepekan setelah resmi beroperasi, animo masyarakat sangat luar biasa untuk mencoba naik bus yang berkapasistas 70 penumpang ini. Bahkan ada yang tidak kebagian jatah tempat duduk, meski sudah datang jauh-jauh.
Kami sendiri beruntung, bisa menaiki secara langsung dan ikut muter-muter Semarang dengan bus yang memiliki jadwal tiap senin harus libur. Sisanya, bus ini terus melayani calon penumpang yang tiap akhir pekan bertambah 1 jadwal dari 3 jadwal yang diberikan hari biasa. Selengkapnya tentang jadwal bus wisata ini bisa dilihat di sini.
Naik bareng duta wisata Semarang
Minggu siang (8/10), kami tidak perlu ribet mengurusi antrian pemesanan yang dilakukan pagi biasanya untuk bisa naik bus. Kami hanya perlu datang setelah sebelumnya diajak oleh salah satu anggota HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) kota Semarang.
Spesialnya, naik bus wisata kali ini yang dimulai dari Mandala Bhakti, kami naik bareng duta wisata seperti Denok Kenang, Duta Museum Jawa Tengah, Saka pariwisata kota Semarang, Pokdarwis Karangsawo Bongsari dan Bala Museum, serta Duta Kota Lama (KoLa).
Menjadi pemandu City Tour itu tidak mudah
Selama perjalanan, para duta wisata ini ditantang untuk menampilkan kemampuan mereka saat menjadi pemandu city tour. Pengetahuan mereka tentang Semarang memang tidak perlu diragukan, namun dengan langsung mencoba di dalam bus, apakah mereka bisa dikatakan mampu?
Melihat para duta wisata ini menjadi pemandu, banyak hal seru yang terjadi di dalam bus. Suara penumpang atas yang kebanyakan berasal dari Denok Kenang semacam memberi semangat kepada perwakilannya. Berikut video singkat tentang duta wisata yang menjadi pemandu city tour di dalam bus.
Ada 5 orang yang mewakili tiap duta wisata. Dengan jarak tertentu, mereka saling bergantian berbicara kepada para penumpang yang diilustrasikan sebagai wisatawan maupun masyarakat yang naik bus wisata.
PHI kota Semarang yang menjadi tuan rumah yang juga didukung dinas Pariwisata kota Semarang diakhir kompetisi para duta wisata memberikan penilaian dan koreksi serta reward kepada peserta. Tidak mudah memang menjadi pemandu city tour rupanya. Jam terbang merupakan kunci bagaimana pemandu wisata nantinya bisa terus berkembang.
Berhenti di Kota Lama dan Kampung Pelangi
Bila kamu membaca sekilas tentang bus wisata Semarang ini di sini, kamu pasti sudah tahu jika bus akan berhenti selama 15 menit di dua kawasan wisata.
Di Kota Lama, perberhentian pertama, kami turun dan menyaksikan Duta Kota Lama memberikan informasi terkait Kota lama kepada penumpang bus, seperti gambar berikut ini.
Perwakilan Duta KoLa selain mempromosikan tentang mereka, juga mengenalkan Kota Lama kepada peserta
Berhenti sejenak selama 15 menit dan mari menikmatinya
Kami tidak tahu, apakah kamu nanti bila naik bus wisata akan mendapatkan informasi seperti yang disampaikan pemandu wisata dari Kota Lama ini.
Sedangkan di Kampung Pelangi, kami hanya berhenti sejenak tanpa konsep seperti yang dilakukan di Kota Lama seperti sebelumnya.
Foto bareng
Perjalanan akhirnya kembali ke kawasan Mandala Bhakti. Semua peserta mengakhiri perjalanan dengan foto bersama.
...
Menurut kami terlepas dari perjalanan kami yang seru, bila kamu nanti naik bus wisata ini, tenang saja, nanti kamu juga akan dipandu oleh pemandu wisata. Saat ini, pemandu sepertinya masih berasal dari Dishub kota Semarang (informasi yang kami dapatkan). Atau koreksi kami bila salah.
Memang rencananya akan ada pemandu khusus, tapi saat kami naik bus, acara masih khusus yang dilakukan PHI kota Semarang bersama Dinas Pariwisata Semarang.
Untuk naik bus wisata Ayo Muter-muter Semarang, usahakan mendapatkan Co card yang tujuannya sebagai tanda kursi yang ditempati nanti. Untuk mendapatkannya, kamu harus mendatangi lokasi Mandala Bhakti. Dimana di sana ada petugas yang membuka pendaftaran naik bus. Detailnya klik di sini.
Selamat menikmati kota Semarang dengan cara yang lebih asyik.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Comments
Post a Comment