Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Serunya Naik Bus Wisata 'Yuk Muter-muter Semarang'
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Satu lagi kampanye pemerintah kota Semarang dalam bidang wisata untuk menarik kunjungan wisatawan dengan menghadirkan bus wisata yang resmi dilaunching awal Oktober 2017. Sudah mencobanya?
Sepekan setelah resmi beroperasi, animo masyarakat sangat luar biasa untuk mencoba naik bus yang berkapasistas 70 penumpang ini. Bahkan ada yang tidak kebagian jatah tempat duduk, meski sudah datang jauh-jauh.
Kami sendiri beruntung, bisa menaiki secara langsung dan ikut muter-muter Semarang dengan bus yang memiliki jadwal tiap senin harus libur. Sisanya, bus ini terus melayani calon penumpang yang tiap akhir pekan bertambah 1 jadwal dari 3 jadwal yang diberikan hari biasa. Selengkapnya tentang jadwal bus wisata ini bisa dilihat di sini.
Naik bareng duta wisata Semarang
Minggu siang (8/10), kami tidak perlu ribet mengurusi antrian pemesanan yang dilakukan pagi biasanya untuk bisa naik bus. Kami hanya perlu datang setelah sebelumnya diajak oleh salah satu anggota HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) kota Semarang.
Spesialnya, naik bus wisata kali ini yang dimulai dari Mandala Bhakti, kami naik bareng duta wisata seperti Denok Kenang, Duta Museum Jawa Tengah, Saka pariwisata kota Semarang, Pokdarwis Karangsawo Bongsari dan Bala Museum, serta Duta Kota Lama (KoLa).
Menjadi pemandu City Tour itu tidak mudah
Selama perjalanan, para duta wisata ini ditantang untuk menampilkan kemampuan mereka saat menjadi pemandu city tour. Pengetahuan mereka tentang Semarang memang tidak perlu diragukan, namun dengan langsung mencoba di dalam bus, apakah mereka bisa dikatakan mampu?
Melihat para duta wisata ini menjadi pemandu, banyak hal seru yang terjadi di dalam bus. Suara penumpang atas yang kebanyakan berasal dari Denok Kenang semacam memberi semangat kepada perwakilannya. Berikut video singkat tentang duta wisata yang menjadi pemandu city tour di dalam bus.
Ada 5 orang yang mewakili tiap duta wisata. Dengan jarak tertentu, mereka saling bergantian berbicara kepada para penumpang yang diilustrasikan sebagai wisatawan maupun masyarakat yang naik bus wisata.
PHI kota Semarang yang menjadi tuan rumah yang juga didukung dinas Pariwisata kota Semarang diakhir kompetisi para duta wisata memberikan penilaian dan koreksi serta reward kepada peserta. Tidak mudah memang menjadi pemandu city tour rupanya. Jam terbang merupakan kunci bagaimana pemandu wisata nantinya bisa terus berkembang.
Berhenti di Kota Lama dan Kampung Pelangi
Bila kamu membaca sekilas tentang bus wisata Semarang ini di sini, kamu pasti sudah tahu jika bus akan berhenti selama 15 menit di dua kawasan wisata.
Di Kota Lama, perberhentian pertama, kami turun dan menyaksikan Duta Kota Lama memberikan informasi terkait Kota lama kepada penumpang bus, seperti gambar berikut ini.
Perwakilan Duta KoLa selain mempromosikan tentang mereka, juga mengenalkan Kota Lama kepada peserta
Berhenti sejenak selama 15 menit dan mari menikmatinya
Kami tidak tahu, apakah kamu nanti bila naik bus wisata akan mendapatkan informasi seperti yang disampaikan pemandu wisata dari Kota Lama ini.
Sedangkan di Kampung Pelangi, kami hanya berhenti sejenak tanpa konsep seperti yang dilakukan di Kota Lama seperti sebelumnya.
Foto bareng
Perjalanan akhirnya kembali ke kawasan Mandala Bhakti. Semua peserta mengakhiri perjalanan dengan foto bersama.
...
Menurut kami terlepas dari perjalanan kami yang seru, bila kamu nanti naik bus wisata ini, tenang saja, nanti kamu juga akan dipandu oleh pemandu wisata. Saat ini, pemandu sepertinya masih berasal dari Dishub kota Semarang (informasi yang kami dapatkan). Atau koreksi kami bila salah.
Memang rencananya akan ada pemandu khusus, tapi saat kami naik bus, acara masih khusus yang dilakukan PHI kota Semarang bersama Dinas Pariwisata Semarang.
Untuk naik bus wisata Ayo Muter-muter Semarang, usahakan mendapatkan Co card yang tujuannya sebagai tanda kursi yang ditempati nanti. Untuk mendapatkannya, kamu harus mendatangi lokasi Mandala Bhakti. Dimana di sana ada petugas yang membuka pendaftaran naik bus. Detailnya klik di sini.
Selamat menikmati kota Semarang dengan cara yang lebih asyik.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...
Melintas di atas Jembatan Kartini pada awal Januari 2026, pandangan kami tertuju pada kerumunan warga di bantaran sungai. Di sela langit yang mulai sering mendung, pemandangan orang-orang yang masih asyik bermain layang-layang menarik perhatian kami. Fenomena ini sebenarnya biasa, namun terasa langka mengingat Semarang sudah masuk musim penghujan. Gambar di atas yang kami ambil 5 Januari kemarin tersebut sekaligus memicu ingatan kami pada sebuah agenda besar yang sempat heboh namun kini seolah hilang ditelan angin. Janji yang Belum Tertepati Pernah mendengar rencana Kota Semarang menjadi tuan rumah Festival Layang-Layang Internasional ? Kami sempat memasukkan acara ini dalam daftar event wajib pantau di bulan Agustus 2025 . Seharusnya, festival ini menjadi bagian dari kemeriahan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah. Namun, mendekati hari H, gembar-gembornya mendadak senyap. Informasi terakhir yang kami dapatkan, acara digeser ke tanggal 12-13 Oktober 2025 dengan lokasi di Awann C...
Comments
Post a Comment