Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Melbourne Rewind
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Melbourne Rewind rilis di bioskop tanah air tanggal 17 November 2016. Durasi yang dibawa sekitar 96 menit dengan genre drama. Untuk kategori penonton sendiri, film yang disutradarai Danial Rifky ini adalah remaja atau 13+. Berikut review filmnya.
Pamela Bowie kembali menghibur penonton dengan karakternya yang kurang lebih sama dengan saat ia bermain di film Winter in Tokyo. Karakternya? Bisa ditebak, perempuan si hidung merah. Tampak kuat tapi membuat wajahnya selalu sedih yang identik dengan warna hidung yang saya sebut sebelumnya.
Cerita
Mungkin bila tak melihat para bintang yang bermain, judul film Melbourne Rewind tidak cukup menarik buat saya. Apalagi film ini berbarengan dengan film #66 yang juga rilis dengan genre action.
Melbourne Rewind mencoba menyuguhkan suasana kota Melbourne yang sangat indah dengan balutan cerita cinta yang lumayan rumit.
Penonton langsung diajak pada sebuah pertemuan 2 orang yang terlihat canggung di awal. Perlahan, cerita masa lalu mereka, 5 tahun lalu, menjadi garis besar dari film ini untuk menjawab pertanyaan saya tentang pertemuan tadi.
Bagaimana Paula (Laura) masa Sekolah dulu dan akhirnya pindah ke Australia bersama sahabatnya. Dan pertemuan mereka karena sebuah walkman yang masih digunakan untuk memperlihatkan masa 5 tahun silam.
Mereka akhirnya jadian, Morgan Oey (Max) dan Laura. Namun, mereka juga putus. Penonton diajak bolak-balik mengumpulkan informasi secara utuh yang tanpa sadar membuat saya juga sangat penasaran.
Apa yang terjadi selama 5 tahun ditinggal Max? Sosok dokter hewan yang diperankan oleh Jovial da Lopez sebagai Evan masuk yang membuat suasana kembali menyenangkan.
Satu sisi, Laura merasa nyaman dengan kecocokan saat bersama Evan. Namun sisi lainnya, Evan berpacaran dengan Cee. Timbul pertanyaan, jadi sebenarnya ini Laura bakalan jadian sama siapa setelah Max datang kembali ke kehidupan Laura?
Saya senang Laura diperankan oleh Pamela Bowie. Karakternya sangat cocok yang membuat penonton yang duduk di depan saya bersama pasangannya ikut larut dalam kemesraan.
Teka-teki siapa yang akan jadi pasangan Laura pada akhirnya terjawab. Sebuah motivasi dari Ibu Laura yang diperankan Olga Lydia cukup memberi jawaban tentang kisah akhir film ini, cinta itu butuh keberanian dan pengorbanan.
Pemain film Melbourne Rewind
Bila sebelumnya di duetkan dengan Dion di film Winter in Tokyo dan ada juga Morgan, kali ini Pamela harus diduetkan langsung dengan Morgan sebagai tokoh cerita utama.
Hadirnya Jovial da Lopez sebagai tokoh pria lain yang biasa dikenal sebagai Youtuber juga ini sangat menarik. Karakternya berbanding terbalik dengan Max yang lebih kalem.
Pamela memang tidak seseksi Aurelie Mauremans dari paras dan tubuh, tapi untuk genre film drama romantis, saya selalu menyukai wajahnya yang sangat menjiwai peran. Termasuk ciri khas dengan hidung merah bila adegan sedih.
Ada juga Olga Lyda yang lama tak melihatnya di film bioskop beberapa waktu belakangan. Perannya tak diragukan dan tetap masih punya aura kecantikan.
Gambar
Rapi Films sebagai produksi, tak perlu diragukan bagaimana perusahaan ini membuat sebuah film. Melbourne Rewind sudah sangat baik disajikan, apalagi dibalut dengan suasana kota Melbourne.
Bila melihat hampir semua lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar, sepertinya ini termasuk bagian promosi wisata. Dugaan saya lumayan sedikit benar bila melihat kerjasama mereka dengan bagian Pariwisata di sana.
Penonton bukan saja mendapat cerita menarik dan sedikit berbeda dari yang biasa. Beberapa bangunan megah dengan nuansa kota lama disulap terlihat hidup. Plus pemandangan dari atas dengan balon udara.
...
Akhirnya saya menemukan sebuah cerita cinta yang berbeda, meski saya baru tahu bahwa flm ini diadopsi dari sebuah novel. Entah, apakah sebelumnya juga ada. Tapi untuk ini, saya beri rating yang dapat Anda lihat dibagian akhir tulisan saya.
Sangat jarang, wanita mengejar pria untuk dijadikan sebuah cerita. Meski ada, bisa dihitung. Kira-kira, Pamela akan tetap mempertahankan karakternya sebagai pemain wanita romantis di film selanjutnya, atau .. *jawab sendiri.
Wah, udah tayang filmnya. Nunggu hari Senin biar murah, semoga belum turun layar :D Ngomong-ngomong, ini film ketiga adaptasi dari novelnya Winna Efendi setelah Refrain & Remember When. Keren ya?
Akhirnya kami mengaktifkan paket bundling XL Axiata 'Google Gemini Plus Plan' setelah membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah di bulan Juli kemarin. Awalnya kami memang tidak terlalu tertarik, namun rasa penasaran akhirnya menang juga untuk melihat apa saja yang sebenarnya ditawarkan dari persilangan teknologi dan layanan seluler ini. Jualan paket data internet sekarang bentuknya memang makin beragam. Kalau dulu bonusnya cuma seputar kuota telepon, SMS, atau akses aplikasi streaming musik dan film, belakangan ini arah promosinya mulai bergeser ke ranah Artificial Intelligence (AI). Langkah XL Axiata yang menghadirkan program bundling benefit layanan AI milik Google ini terbilang menarik. Yang bikin geleng-geleng kepala sebenarnya bukan cuma soal nama besar AI-nya, tapi syarat untuk mendapatkannya yang tergolong murah meriah. Cukup dengan membeli paket data XL minimal Rp25.000 lewat aplikasi myXL, pengguna sudah bisa mengklaim bonus langganan paket Google AI...
Kami sempat melihat postingan pengguna Threads yang mengabarkan tempat berburu jajanan baru di CFD Simpang Lima yang berada dekat Taman Indonesia Kaya. Karena penasaran, akhirnya kami cek langsung dan beneran ada. Wah, menarik. Aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima Semarang rasanya memang selalu punya daya tarik tersendiri setiap Minggu pagi. Kalau biasanya konsentrasi warga berburu kuliner dan jajanan menumpuk di sepanjang Jalan Pahlawan hingga area Jalan Imam Barjo, belakangan ada yang sedikit berbeda dan menarik perhatian. Sekitar bulan kemarin, muncul deretan stand pedagang baru yang meramaikan sisi lain area CFD. Tepatnya berada di dekat Taman Indonesia Kaya, menyusuri jalan di samping kantor Gubernuran Jawa Tengah. Sebelumnya, area ini terbilang relatif senggang dan lebih banyak dimanfaatkan warga untuk melintas atau sekadar jalan santai usai berolahraga. Namun, keberadaan tenda-tenda kerucut yang berjajar rapi di sepanjang trotoar dan bahu jalan ini seolah membe...
Setiap kali mengayuh pedal menuju area Simpang Lima di Minggu pagi, kami kerap berpapasan dengan rombongan anak muda yang menunggangi sepeda model BMX. Kami tentu tahu ke mana arah tujuan mereka. Namun entah mengapa, makin ke sini rasanya geliat anak-anak yang masuk dalam kategori Generasi Alpha ini makin tak terbendung. Mari kita intip bagaimana suasana dan dinamika terbarunya di sudut jalanan Kota Semarang ini. Dari Satu Jalur Hingga Memenuhi Depan Gubernuran Pada Minggu pertama bulan Agustus—tepatnya tanggal 2 Agustus 2026—aktivitas Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima berlangsung sangat ramai. Di antara ribuan warga yang berolahraga, gerombolan pengguna sepeda BMX yang didominasi oleh Gen Alpha tampak mengambil spot utama di area depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Jika kembali mengingat ulasan blog dotsemarang pada bulan Februari 2026 lalu, kami sempat memotret fenomena awal menjamurnya rombongan remaja bersepeda di area CFD. Namun saat kami menyambangi kembali lokasi ini ...
Terakhir kali kami menulis dan mengulas Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di blog ini adalah akhir tahun 2014 lalu. Lebih dari satu dekade berlalu, ingatan tentang koleksi sejarah di atas menara itu kembali memanggil. Akhirnya kami kembali lagi ke salah satu tujuan wisata berbasis religi di Kota Semarang ini. Sebenarnya kunjungan ini sudah kami lakukan sejak awal tahun, atau tepatnya 9 Januari 2026 kemarin. Namun, baru kali ini kami menemukan momentum yang pas untuk mengolah catatannya dan membagikannya di blog. Niat awal kami sebenarnya sederhana: ingin naik ke puncak Menara Al Husna di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Jalan Gajah Raya, sekadar melihat lanskap Kota Semarang dari ketinggian. Namun, mumpung sudah di sana, mampir ke museumnya tentu jadi paket lengkap yang tak boleh dilewatkan. Kejar-kejaran dengan Waktu Salat Jumat Kedatangan kami kali ini bertepatan dengan hari Jumat menjelang siang. Saat membeli tiket dan hendak masuk, petugas dengan ramah menginformasikan bahwa w...
Akhirnya bisa membawa kabar baik ini setelah tertahan beberapa waktu. Lini Chromebook dari ASUS rupanya terus berevolusi. Di tahun 2026 ini, Chromebook makin mantap diposisikan ke dalam ekosistem ASUS Business untuk segmen komersial yang lebih luas. Dua tahun konsisten menulis tentang Chrome OS di blog ternyata menemukan titik temu yang makin menarik. Kalau dulu sistem operasi ini sering dipandang sebelah mata—sebatas perangkat ngetik ringan atau khusus kebutuhan sekolah—sekarang petanya sudah jauh berubah. Jika ingatan kami ditarik kembali ke tahun 2021 lalu saat ASUS mengenalkan Chromebook, unit ini memang berada di bawah payung ASUS Business , namun fokus utamanya saat itu masih dominan ditargetkan untuk sektor edukasi ( ASUS Business Education ). Nah, di tahun 2026 ini kami melihat adanya pergeseran strategi yang makin matang. Awalnya kabar ini dikonfirmasi langsung oleh ASUS saat bertandang ke Kota Semarang pada bulan Juni kemarin dalam acara Media Gathering. Lalu, kami mendapa...
Wah, udah tayang filmnya. Nunggu hari Senin biar murah, semoga belum turun layar :D
ReplyDeleteNgomong-ngomong, ini film ketiga adaptasi dari novelnya Winna Efendi setelah Refrain & Remember When. Keren ya?
Iya.
DeleteBelum turun dong, peminatnya banyak kok.