Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Melbourne Rewind
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film Melbourne Rewind rilis di bioskop tanah air tanggal 17 November 2016. Durasi yang dibawa sekitar 96 menit dengan genre drama. Untuk kategori penonton sendiri, film yang disutradarai Danial Rifky ini adalah remaja atau 13+. Berikut review filmnya.
Pamela Bowie kembali menghibur penonton dengan karakternya yang kurang lebih sama dengan saat ia bermain di film Winter in Tokyo. Karakternya? Bisa ditebak, perempuan si hidung merah. Tampak kuat tapi membuat wajahnya selalu sedih yang identik dengan warna hidung yang saya sebut sebelumnya.
Cerita
Mungkin bila tak melihat para bintang yang bermain, judul film Melbourne Rewind tidak cukup menarik buat saya. Apalagi film ini berbarengan dengan film #66 yang juga rilis dengan genre action.
Melbourne Rewind mencoba menyuguhkan suasana kota Melbourne yang sangat indah dengan balutan cerita cinta yang lumayan rumit.
Penonton langsung diajak pada sebuah pertemuan 2 orang yang terlihat canggung di awal. Perlahan, cerita masa lalu mereka, 5 tahun lalu, menjadi garis besar dari film ini untuk menjawab pertanyaan saya tentang pertemuan tadi.
Bagaimana Paula (Laura) masa Sekolah dulu dan akhirnya pindah ke Australia bersama sahabatnya. Dan pertemuan mereka karena sebuah walkman yang masih digunakan untuk memperlihatkan masa 5 tahun silam.
Mereka akhirnya jadian, Morgan Oey (Max) dan Laura. Namun, mereka juga putus. Penonton diajak bolak-balik mengumpulkan informasi secara utuh yang tanpa sadar membuat saya juga sangat penasaran.
Apa yang terjadi selama 5 tahun ditinggal Max? Sosok dokter hewan yang diperankan oleh Jovial da Lopez sebagai Evan masuk yang membuat suasana kembali menyenangkan.
Satu sisi, Laura merasa nyaman dengan kecocokan saat bersama Evan. Namun sisi lainnya, Evan berpacaran dengan Cee. Timbul pertanyaan, jadi sebenarnya ini Laura bakalan jadian sama siapa setelah Max datang kembali ke kehidupan Laura?
Saya senang Laura diperankan oleh Pamela Bowie. Karakternya sangat cocok yang membuat penonton yang duduk di depan saya bersama pasangannya ikut larut dalam kemesraan.
Teka-teki siapa yang akan jadi pasangan Laura pada akhirnya terjawab. Sebuah motivasi dari Ibu Laura yang diperankan Olga Lydia cukup memberi jawaban tentang kisah akhir film ini, cinta itu butuh keberanian dan pengorbanan.
Pemain film Melbourne Rewind
Bila sebelumnya di duetkan dengan Dion di film Winter in Tokyo dan ada juga Morgan, kali ini Pamela harus diduetkan langsung dengan Morgan sebagai tokoh cerita utama.
Hadirnya Jovial da Lopez sebagai tokoh pria lain yang biasa dikenal sebagai Youtuber juga ini sangat menarik. Karakternya berbanding terbalik dengan Max yang lebih kalem.
Pamela memang tidak seseksi Aurelie Mauremans dari paras dan tubuh, tapi untuk genre film drama romantis, saya selalu menyukai wajahnya yang sangat menjiwai peran. Termasuk ciri khas dengan hidung merah bila adegan sedih.
Ada juga Olga Lyda yang lama tak melihatnya di film bioskop beberapa waktu belakangan. Perannya tak diragukan dan tetap masih punya aura kecantikan.
Gambar
Rapi Films sebagai produksi, tak perlu diragukan bagaimana perusahaan ini membuat sebuah film. Melbourne Rewind sudah sangat baik disajikan, apalagi dibalut dengan suasana kota Melbourne.
Bila melihat hampir semua lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar, sepertinya ini termasuk bagian promosi wisata. Dugaan saya lumayan sedikit benar bila melihat kerjasama mereka dengan bagian Pariwisata di sana.
Penonton bukan saja mendapat cerita menarik dan sedikit berbeda dari yang biasa. Beberapa bangunan megah dengan nuansa kota lama disulap terlihat hidup. Plus pemandangan dari atas dengan balon udara.
...
Akhirnya saya menemukan sebuah cerita cinta yang berbeda, meski saya baru tahu bahwa flm ini diadopsi dari sebuah novel. Entah, apakah sebelumnya juga ada. Tapi untuk ini, saya beri rating yang dapat Anda lihat dibagian akhir tulisan saya.
Sangat jarang, wanita mengejar pria untuk dijadikan sebuah cerita. Meski ada, bisa dihitung. Kira-kira, Pamela akan tetap mempertahankan karakternya sebagai pemain wanita romantis di film selanjutnya, atau .. *jawab sendiri.
Wah, udah tayang filmnya. Nunggu hari Senin biar murah, semoga belum turun layar :D Ngomong-ngomong, ini film ketiga adaptasi dari novelnya Winna Efendi setelah Refrain & Remember When. Keren ya?
Kabar gembira buat kamu yang hobi jogging atau latihan lari pagi di tengah Kota Semarang! Setelah sempat ditutup sementara sejak awal Agustus lalu untuk perbaikan fasilitas, lintasan atletik sintetis di GOR Tri Lomba Juang (TLJ) kini sudah resmi dibuka kembali untuk umum . Pada Minggu pagi (20/9/2026), kami sempat mampir langsung ke lokasi. Suasana di dalam area stadion sudah kembali hidup dan dipadati warga yang antusias berolahraga lari maupun sekadar jalan santai. Pengerjaan perbaikan karpet sintetis lintasan lari yang sebelumnya mengelupas dan rusak di beberapa titik terlihat sudah selesai dikerjakan. Permukaan lintasan kini terasa lebih nyaman dan aman digunakan kembali. Bagi kamu yang kemarin sempat berpindah lokasi olahraga ke alternatif lain seperti Lapangan Pancasila Simpang Lima, sekarang sudah bisa kembali menikmati fasilitas lintasan atletik favorit warga Semarang ini. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan dan mematuhi tata tertib area lapangan, seperti tidak memakai ...
Beberapa tahun belakangan, spanduk atau penanda perayaan Mooncake Festival (Festival Kue Bulan) di kawasan Pecinan Semarang mungkin sudah bukan hal yang asing lagi. Namun, ada yang terasa jauh berbeda pada gelaran tahun 2026 yang berlangsung 23–27 September ini . Suasananya jauh lebih meriah, promosinya masif di media sosial, dan riuk-pikuk pengunjungnya benar-benar menghidupkan lorong-lorong Pecinan. Bulan September di Kota Semarang kali ini terasa begitu padat dan semarak. Baru saja selesai menjadi tuan rumah MTQ Nasional dan menutup gelaran Festival Kota Lama, menjelang akhir bulan kota ini kembali ditutup dengan perhelatan yang tak kalah akbar. Dari nuansa Islami, vibes ala kolonial, hingga kini tradisi Tionghoa. Sebuah potret akulturasi budaya yang sangat luar biasa di ibu kota Jawa Tengah. Visual Branding yang Lebih Terasa Jika Festival Kota Lama terasa sangat ramai di area panggung utama namun cenderung senyap dari sisi visual branding di lorong-lorongnya, Mooncake Festival 2...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Pernah dengar atau berpikir kalau pindah menggunakan Chromebook bakal bikin hidup bebas dari segala keribetan laptop? Pertanyaan itu juga yang ada di pikiran kami sejak rutin mengandalkan ASUS Chromebook Flip C523 untuk aktivitas blogging harian setahun belakangan ini. Namun belakangan, sebuah masalah mendadak muncul. Sesuatu yang terbilang sederhana, tapi sukses bikin kami elus dada. Kami pribadi sangat senang menggunakan laptop berbasis Chrome OS ini, apalagi diproduksi oleh ASUS—merek yang sudah sangat akrab dengan ekosistem blogger di tanah air. Laptop yang kami pakai ini sebenarnya pernah kami ulas di blog sekitar bulan Oktober 2024 lalu. Selama masa pemakaian, kami merasa benar-benar tenang dari bayang-bayang masalah khas laptop berbasis Windows, mulai dari ancaman virus, update gantung di jam kerja, hingga bayangan menakutkan Blue Screen of Death (BSOD). Namun ya, namanya juga perangkat elektronik yang dipakai tempur tiap hari, mau se-fleksibel dan se-efisien apa pun sistem ...
Kamis sore, 17 September 2026, menjadi salah satu hari yang cukup menguji stamina. Bagaimana tidak, agenda undangan media gathering ASUS di Hotel Tentrem beririsan langsung dengan jadwal rutin main bola malam harinya. Berbekal sepeda lipat, perjalanan dimulai dari kawasan Gajah Raya menuju jantung Kota Semarang, berlanjut merapat ke Hotel Tentrem, dan ditutup dengan gowes kilat menuju Lapangan Barito. Hasilnya? Kaki sempat terasa pegal-pegal, dan energi ludes seketika—sampai-sampai jatah makan malam dari acara hotel terasa kurang karena keburu lapar lagi di lapangan hijau! Namun, lelahnya perjalanan sore itu terbayar tuntas saat mendapati bagaimana ASUS kembali menepati janjinya untuk menyapa para kreator, blogger, dan media di Semarang untuk kedua kalinya tahun ini, setelah perjumpaan lini komersial mereka di bulan Juni lalu. Kali ini, acara terasa jauh lebih semarak dan mewah karena kami para blogger digabungkan langsung dengan berbagai lini konten kreator lokal lainnya da...
Wah, udah tayang filmnya. Nunggu hari Senin biar murah, semoga belum turun layar :D
ReplyDeleteNgomong-ngomong, ini film ketiga adaptasi dari novelnya Winna Efendi setelah Refrain & Remember When. Keren ya?
Iya.
DeleteBelum turun dong, peminatnya banyak kok.