📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026
Car Free Day (CFD) Simpang Lima Semarang akhirnya resmi kembali menyapa warga pada Minggu, 29 Maret 2026. Setelah sempat libur selama bulan puasa, kawasan jantung kota ini kembali dibebaskan dari kendaraan bermotor. Namun, bagaimana suasana perdananya pasca-libur panjang tersebut?
Pemandangan pagar pembatas di Jalan Ahmad Yani menuju Simpang Lima yang sempat "menghilang" kini sudah terpasang kembali. Kehadiran petugas dari Dishub maupun Kepolisian yang berjaga di titik-titik krusial memberikan rasa aman sekaligus menandakan bahwa ritme rutin mingguan Kota Semarang telah pulih. Harmonisasi antara petugas dan pengguna jalan kembali terlihat sejak pagi buta.
Suasana yang Masih Terasa "Lapis"
Meski sudah diberlakukan kembali, harus diakui suasana CFD kali ini tidak semeriah biasanya. Saat sepeda kami mengitari kawasan Simpang Lima, masih banyak celah kosong yang cukup lebar di badan jalan. Ruang gerak terasa sangat luas, kontras dengan bayangan kami sebelumnya yang mengira area ini akan langsung diserbu lautan manusia di momen libur Lebaran.
Jika harus menghitung secara kasar, kami memperkirakan persentase keramaian kali ini masih berada di bawah angka 40 persen dibandingkan hari-hari normal.
Si Bapak Piano yang Setia Menghibur
Ada yang sedikit berbeda di panggung hiburan jalanan. Beberapa musisi yang biasanya tampil dengan panggung mini belum terlihat menunjukkan batang hidungnya. Namun, kekosongan itu seolah tertutupi oleh kehadiran "Si Bapak Piano". Dengan set piano solonya, beliau tetap setia menggelar konser kecil di sudut jalan. Sebuah dedikasi yang luar biasa, mengingat minggu lalu saat CFD ditiadakan pun, beliau tetap hadir di sana untuk bermain.
Geliat UMKM dan Pemburu Momen
Sektor ekonomi kreatif dan UMKM tampaknya menjadi yang paling antusias menyambut kembalinya CFD. Para pedagang kaki lima sudah menempati posisi-posisi terbaik mereka, siap melayani warga yang datang.
Di sisi lain, para pemburu foto atau fotografer jalanan juga sudah mulai menepi di tiap sudut jalan. Menariknya, pemandangan fotografer saat ini tidak hanya soal kamera dengan lensa panjang; penggunaan laptop di pinggir jalan untuk proses editing cepat atau transfer file sudah menjadi hal yang normal kami temui sepanjang jalur CFD.
Beberapa kegiatan promosi dari kalangan mahasiswa dan pelaku bisnis juga turut meramaikan suasana, meskipun mungkin hasilnya belum sepadan dengan ekspektasi keramaian di hari-hari biasanya.
Kembalinya CFD Simpang Lima menjadi sinyal positif pulihnya aktivitas publik di Semarang. Walau belum mencapai puncak keramaian, hawa segar tanpa polusi di pusat kota selalu menjadi alasan yang cukup untuk keluar rumah.
Bagaimana dengan di kota Anda? Apakah Anda juga sudah kembali menikmati pagi di kawasan bebas kendaraan, atau justru masih memilih tidur panjang di akhir pekan?
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment