📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026
Momen 17 Agustus 2026 kemarin menjadi kesempatan bagi kami untuk kembali menginjakkan kaki di lapangan sepak bola Kick Off POJ Semarang. Setelah ulasan pertama kami publikasikan pada April 2025 lalu, pengalaman kali ini menghadirkan sudut pandang yang berbeda dari biasanya: menjajal lapangan full size ini pada malam hari.
Sebenarnya, kami sudah berniat berangkat naik sepeda dari kawasan Gajah Raya menuju POJ. Rute yang lumayan jauh itu ingin kami manfaatkan untuk berburu dokumentasi perjalanan malam, termasuk mengabadikan suasana di depan Mal 23 Semarang. Namun, rencana gowes tersebut batal karena ada rekan senior yang mengajak berangkat bareng naik mobil. Karena tidak enak menolak ajakannya, kami memutuskan mengalah. Sisi positifnya, fisik kami jadi lebih hemat energi sebelum bertanding di lapangan besar.
Sesampainya di lokasi, lampu penerangan lapangan langsung mencuri perhatian. Cahaya lampu sorotnya sangat terang dan merata di setiap sudut. Menurut penilaian kami, kualitas pencahayaannya bahkan terasa lebih baik dan terang ketimbang penerangan di Stadion Citarum Semarang.
Konsep area yang terbuka tanpa bentangan bangunan fisik tinggi di sekelilingnya—selain tribun penonton di area akses masuk—membuat aura malam di Kick Off POJ terasa sangat lapang dan lega. Momen 17-an juga masih terasa berkat sisa gerbang arch bertuliskan "CHAMPIONS" di pinggir lapangan dari mini kompetisi sebelumnya. Dari area tribun, kami juga bisa melihat pendar cahaya Mal 23 Semarang di kejauhan yang mempercantik pemandangan malam.
Secara teknis, tidak ada perbedaan berarti untuk jarak pandang maupun kontrol bola jika dibandingkan main saat siang atau sore. Semuanya tetap nyaman. Pertandingan malam itu juga terasa semakin seru karena dimainkan lengkap dengan perangkat wasit, membuat atmosfernya berasa ala pertandingan profesional.
Sebagai pemain yang biasanya berposisi sebagai penjaga gawang, ada pengalaman unik yang kami rasakan malam itu.
Sebelum tim sendiri main, kami diajak bergabung lebih dulu oleh tim lain yang kekurangan pemain. Karena posisi kiper di tim tersebut sudah terisi, kami mengalah dan ikut main sebagai pemain tengah. Keputusan ini ternyata harus dibayar mahal. Ukuran lapangan sepak bola standar yang jauh lebih luas dibanding mini soccer membuat stamina kami terkuras habis di laga "pemanasan" tersebut.
Dampaknya langsung terasa saat tim utama kami giliran bertanding. Dengan kondisi fisik yang sudah kedodoran, kami harus mengawal gawang dalam keadaan lelah. Apesnya, kami gagal tampil maksimal dan harus memungut bola dua kali dari gawang sendiri. Tim kami pun harus menerima kekalahan di pertandingan pertama.
Beruntung, ada jeda istirahat sebelum pertandingan kedua dimulai. Setelah sempat mengumpulkan kembali sisa-sisa tenaga, kami kembali berdiri di bawah mistar gawang dengan fokus penuh.
Hasilnya manis. Di pertandingan kedua, kami berhasil melakukan beberapa kali penyelamatan krusial untuk menggagalkan peluang emas tim lawan. Rasa bersalah akibat kekalahan di laga pertama berhasil kami bayar tuntas, dan tim kami akhirnya menutup malam itu dengan kemenangan.
...
Meski kami tidak tahu pasti berapa harga sewa lapangannya saat malam—yang tampaknya cukup mahal mengingat penggunaan daya lampu penerangan yang maksimal—main malam di Kick Off POJ Semarang memberikan sensasi yang sangat mengasyikkan.
Aura lapangannya menyenangkan, fasilitas penerangannya jempolan, dan pengalaman bertanding di bawah lampu sorot selalu punya daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang hobi si kulit bundar di Kota Semarang.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment