Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Ada Kirab Budaya di Kampung Melayu Semarang

Salah satu faktor menaikkan kunjungan orang-orang berwisata ke suatu tempat adalah kegiatan semacam acara kirab budaya. Tinggal bagaimana mengemasnya dan konsisten diselenggarakan, semisal setahun sekali. Ini yang kami tangkap dari upaya Kampung Melayu Semarang awal tahun 2025.

Namun sayangnya, info yang kami ketahui di media sosial bahwa akan diadakan kirab dalam rangka ulang tahun Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Kampung Melayu pada hari Minggu pagi tanggal 19 Januari kemarin pengalaman yang kami dapatkan kurang maksimal.

Alasannya karena kami datang sepertinya terlambat. Saat tiba, suasananya  sudah biasa seperti saat car free day. Jalan pada ditutup, ada banyak kursi yang berada tepat depan panggung utama yang menutup hampir setengah akses jalan.

Namun yang semakin memperparah, foto-foto yang kami abadikan sepanjang jalan tidak dapat kami keluarkan di halaman ini karna hapenya rusak usai jatuh di jalan beberapa minggu kemudian. Dan kami belum pindahkan ke perangkat lainnya.  ðŸ˜­

Karena tidak ada satu pun dokumentasi, setelah cari-cari di Google, akhirnya kami berhenti di web inilahjateng.com. Kami pinjam ya kak, gambar-gambarnya.

Akulturasi budaya

Kami sendiri datang bermaksud mengabadikan momen kirab saja. Bukan sebagai undangan atau diajak untuk mampir memeriahkan. Jadi, tak banyak info yang kami gali saat acara berlangsung tersebut.

Di bawah ini kami baru menemukan akun Instagram Pokdarwis Kampung Melayu. Ada beberapa foto dokumentasi, silahkan geser untuk melihat gambar-gambarnya.

Lewat acara hari jadi Pokdarwis Kampung Melayu, tujuan acaranya sangat menarik saat kami baca di laman detik.com yang diposting di halaman detikjateng pada tanggal 19 Januari.

Tahun ke-2, perayaannya dibuat lebih besar dengan misi memperkenalkan Kampung Melayu sebagai kampung yang berisi akulturasi budaya di Kota Semarang.

Dan juga agar diketahui bahwa Kampung Melayu adalah bagian dari Semarang Lama yang mencakup Kota Lama, Pecinan, dan Kampung Melayu.

Tidak heran saat kami lihat foto-fotonya di inilahjateng, ada banyak kostum bertema akulturasi. Kampung Melayu sejak dulu memang menjadi pusat perekonomian yang ditinggali banyak etnis seperti Cina, Arab, Jawa, Banjar, Madura dan Bugis.

Selain dimeriahkan dengan kirab, acara milad Pokdarwis Kampung Melayu ke-2 ini juga diramaikan dengan pentas budaya. 

...

Semoga tahun depan kami tidak kehilangan banyak momen lagi semisal ingin datang lagi. Mengingat, Kawasan Kampung Melayu Semarang merupakan salah satu kampung bersejerah dengan beberapa peninggalannya yang masih ada hingga sekarang, seperti Masjid Menara dan Klenteng Kam Hok Bio.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali