Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Tahun 2025, Pasar Gang Baru Ditetapkan Sebagai Destinasi Wisata Kota Semarang

Halaman artikel ini menutup perjalanan bulan Januari 2025. Sebuah kabar baik yang dapat menambah aktivitasmu apabila sedang berkunjung ke Kota Semarang. Terutama kawasan Pecinan dan Semarang lama, mari cari tahu infonya berikut ini.

Pasar Gang Baru yang beberapa kesempatan terus didorong oleh pemerhati dengan mengadakan kegiatan tur atau jalan-jalan yang juga pernah kami ikuti, akhirnya berbuah manis di tahun 2025.

Diresmikan saat pembukaan PIS 2025

Pasar yang berada di Pecinan Semarang, khususnya jalan Pasar Gang Baru kini memiliki identitas baru yang tak sekedar pasar tradisional. 

Oleh Pemkot Semarang, Pasar Gang Baru diresmikan jadi tujuan wisata baru bagi pelancong. Peresmiannya sendiri dilakukan saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2025 pada tanggal 25 Januari 2025.

Hadir dalam peresmian Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso dan Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim.

Kami sendiri malah tidak menghadiri pembukaan. Bahkan, selama penyelenggaran Pasar Imlek Semawis (PIS) berlangsung, kami tidak berkunjung. Ada banyak tantangan kali ini.

Sudah ada sejak tahun 1740

Bagi sebagian masyarakat Kota Semarang, terutama yang terbiasa berbelanja sekitar Pasar Gang Baru tentu tidak akan merasakan langsung status baru Pasar Gang Baru sebagai destinasi wisata.

Pasar yang keberadaannya tidak memiliki bangunan fisik ini adalah memang sangat unik. Para pedagang menempati lapak di sepanjang jalan panjang layaknya sebuah lorong.

Lapak-lapak mereka berada di halaman rumah yang tinggal di sana. Tentu, pemilik rumah juga membuka usahanya yang memang sangat ramai dikunjungi dari pukul 6 pagi hingga 12 siang.

Rencana ke depan

Pasar Gang Baru Semarang melengkapi wisata yang ada di Kawasan Semarang Lama yang sudah ada seperti 

Mengutip laman jateng.idntimes.com, Pemerintah sendiri sudah melakukan revitalisasi tahap pertama dengan perbaikan insfratruktur jalan dan pedestrian sebagian kawasan Pecinan Semarang. Dan akan dilanjutkan dengan penambahan ornamen-ornamen yang menunjukkan kekhasan Kawasan Pecinan.

Mari kita tunggu saja, apa yang akan diperlihatkan nanti sepanjang tahun 2025 ini. Kami akan berusaha memperbarui apabila dapat infonya atau sedang berkunjung ke Pasar Gang Baru.

...

Salah satu keunikan Pasar Gang Baru Pecinan Semarang adalah hadirnya Mbok Gendong yang sudah pernah kami tulis di blog. Artikelnya ada di bawah. 

Kamu juga bisa menengok lagi tulisan kami tentang tur di Pasar Gang Baru yang pernah kami ikuti pada tahun 2020. Jadi, sekarang tidak ada alasan untuk mengatakan boring ke Kota Semarang.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali