Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Tahun 2025, Pasar Gang Baru Ditetapkan Sebagai Destinasi Wisata Kota Semarang

Halaman artikel ini menutup perjalanan bulan Januari 2025. Sebuah kabar baik yang dapat menambah aktivitasmu apabila sedang berkunjung ke Kota Semarang. Terutama kawasan Pecinan dan Semarang lama, mari cari tahu infonya berikut ini.

Pasar Gang Baru yang beberapa kesempatan terus didorong oleh pemerhati dengan mengadakan kegiatan tur atau jalan-jalan yang juga pernah kami ikuti, akhirnya berbuah manis di tahun 2025.

Diresmikan saat pembukaan PIS 2025

Pasar yang berada di Pecinan Semarang, khususnya jalan Pasar Gang Baru kini memiliki identitas baru yang tak sekedar pasar tradisional. 

Oleh Pemkot Semarang, Pasar Gang Baru diresmikan jadi tujuan wisata baru bagi pelancong. Peresmiannya sendiri dilakukan saat pembukaan Pasar Imlek Semawis 2025 pada tanggal 25 Januari 2025.

Hadir dalam peresmian Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Wing Wiyarso dan Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim.

Kami sendiri malah tidak menghadiri pembukaan. Bahkan, selama penyelenggaran Pasar Imlek Semawis (PIS) berlangsung, kami tidak berkunjung. Ada banyak tantangan kali ini.

Sudah ada sejak tahun 1740

Bagi sebagian masyarakat Kota Semarang, terutama yang terbiasa berbelanja sekitar Pasar Gang Baru tentu tidak akan merasakan langsung status baru Pasar Gang Baru sebagai destinasi wisata.

Pasar yang keberadaannya tidak memiliki bangunan fisik ini adalah memang sangat unik. Para pedagang menempati lapak di sepanjang jalan panjang layaknya sebuah lorong.

Lapak-lapak mereka berada di halaman rumah yang tinggal di sana. Tentu, pemilik rumah juga membuka usahanya yang memang sangat ramai dikunjungi dari pukul 6 pagi hingga 12 siang.

Rencana ke depan

Pasar Gang Baru Semarang melengkapi wisata yang ada di Kawasan Semarang Lama yang sudah ada seperti 

Mengutip laman jateng.idntimes.com, Pemerintah sendiri sudah melakukan revitalisasi tahap pertama dengan perbaikan insfratruktur jalan dan pedestrian sebagian kawasan Pecinan Semarang. Dan akan dilanjutkan dengan penambahan ornamen-ornamen yang menunjukkan kekhasan Kawasan Pecinan.

Mari kita tunggu saja, apa yang akan diperlihatkan nanti sepanjang tahun 2025 ini. Kami akan berusaha memperbarui apabila dapat infonya atau sedang berkunjung ke Pasar Gang Baru.

...

Salah satu keunikan Pasar Gang Baru Pecinan Semarang adalah hadirnya Mbok Gendong yang sudah pernah kami tulis di blog. Artikelnya ada di bawah. 

Kamu juga bisa menengok lagi tulisan kami tentang tur di Pasar Gang Baru yang pernah kami ikuti pada tahun 2020. Jadi, sekarang tidak ada alasan untuk mengatakan boring ke Kota Semarang.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?