Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Menjajal Pembayaran Baru Trans Semarang Tahun 2025 Dengan Kartu Uang Elektronik

Lewat akun Instagram resminya, Trans Semarang mengumumkan per tanggal 1 Januari 2025, naik Trans Semarang sudah bisa bayar menggunakan kartu uang elektronik seperti Flazz (BCA), e-money (Mandiri), Brizzi (BRI) dan TapCash (BNI). 

Sekali dayung dua pulau terlampaui, mungkin itulah ungkapan yang bisa kami katakan saat sedang pergi menuju bioskop Sam's Studio Cinema Ungaran menggunakan Trans Semarang.

Setelah melihat pengumuman Trans Semarang sudah bisa gunakan kartu uang elektronik awal bulan, akhirnya kami mengeluarkan kartu e-money kami yang sekarang-sekarang ini hanya bisa jadi pajangan di dompet.

Kebenaran, kartunya masih ada saldo. Sehingga kami tidak perlu bayar pakai QRIS jika sedang naik bus Trans Semarang saat bepergian.

Sempat khawatir

Awal perjalanan, kami dibuat khawatir karena kartu e-money yang dipakai tidak terdeteksi petugas Trans Semarang. Kami yakin, pengumuman awal bulan oleh pihak Trans seharusnya sudah bisa dimanfaatkan penggunaannya oleh penumpang.

Oh ternyata, kata petugasnya sepertinya alat yang digunakan saat itu memang sedang bermasalah. Meski sedikit kecewa dan memutuskan membayar lewat QRIS pada akhirnya, kami memakluminnya saja.

Bisa dipakai Trans Jateng

Perjalanan kami dilanjutkan dengan pergantian bus. Karena tujuannya adalah Kabupaten Semarang, kami dianjurkan naik bus Trans Jateng. 

Di sini kami tidak ada keraguan karena armada Trans Semarang dan Trans Jateng seharusnya masih satu manajemen. Sempat terjadi hal yang sedikit membuat kami malu, karena lupa jika naik Trans Semarang dan Trans Jateng kudu bayar lagi, akhirnya e-money yang tidak bisa dipakai akhirnya digunakan lagi.

Yes, bisa! Memang sepertinya yang terjadi pada bus pertama karena murni alatnya saja yang sedang tidak baik-baik saja. Ternyata transaksi pembayaran lewat e-money di Trans Jateng baik-baik saja.

Petugas sempat bertanya juga perihal kartu kami yang memiliki desain unik, bukan seperti yang normal atau biasanya. Kami bilang itu juga e-money. Dan bukti pembayaran tercetak.

Diskon khusus?

Seharusnya masih apabila naik Trans Semarang, kecuali naik Trans Jateng. Jika melihat bukti transaksi gambar di atas, itu adalah bukti dari Trans Jateng. Pembayarannya masih 4 ribu untuk kategori umum.

Berbeda dengan Trans Semarang, saat kami cari bukti pembayarannya ternyata dikenakan tarif 3.500 saat bertransaksi dengan e-money milik kami. Sedangkan tarif umumnya sendiri sama dengan Trans Jateng, yaitu 4 ribu rupiah.

Hingga postingan ini diterbitkan, diskon tersebut berlaku hanya di Trans Semarang. Namun apabila ini tidak kamu dapatkan, kami kurang mengerti. Langsung tanyakan saja sama petugas yang ada di bus kalau begitu.

Membantu sekali

Kami yang biasa menggunakan transportasi Trans Semarang bernafas lega mengingat beberapa bulan sebelumnya sempat was-was apabila melakukan pembayaran menggunakan QRIS.

Masalahnya ada di smartphone yang kami pakai. Hape ASUS Zenfone 5 keluaran tahun 2018 yang masih kami pakai sering ngelag atau ada jeda apabila digunakan. Dan jedanya terbilang lama, entah karena hapenya keberatan memori atau memang sudah waktunya harus ganti.

Sempat kejadian saat bertransaksi, pembayarannya yang sudah dispindai atau scan, eh malah mendadak keluar sendiri. Kami jadi malu dengan petugas dan akhirnya harus menunggu beberapa menit hapenya dapat digunakan lagi. Untung petugasnya sabar karena nungguin hape kami baik kembali.

Dengan menggunakan kartu uang elektronik sebagai metode pembayaran baru naik bus Trans Semarang, ini sangat membantu sekali penumpang tipe seperti kami yang hapenya rada-rada lemot.

Apalagi mengingat ada banyak penumpang lain yang juga naik dan melakukan pembayaran yang sama. Masa petugas harus nungguin kami karena hapenya lemot. Ini malah kami sendiri yang nggak enak dilihatin penumpang lain.

📝 Halaman ini bukan artikel berbayar atau kerja sama.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📍 Cardea Semarang Resmi Buka di Jangli, Hadirkan Konsep Physio-Pilates Pertama

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

👩‍💻 Hari Perempuan Sedunia 2026: Kabar Galau Gandjel Rel dan Estafet Semangat di SDK Semarang

🕌 Menjemput Maghrib di Jantung Kota: Tradisi Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Semarang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026