Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Akhirnya Berkunjung Ke Waroeng Kopi Alam yang Berlokasi di Singsosari Timur Semarang

Bulan Februari 2019, kami masih ingat, yaiyalah karena ada postingannya di blog 😅, adalah kunjungan kami pertama di Waroeng Kopi Alam yang masih berlokasi di kawasan Pecinan. Sekarang, sejak bulan Desember 2020, tempat ini punya lokasi baru.

Sebenarnya kami sudah pernah diberitahu lewat pesan WhatsApp, jika tempat mereka menghuni tempat baru. Yah, saat itu kami abaikan karena itu hanya sebuah pemberitahuan. Bukan sebuah undangan mampir datang.

Lebih dekat

Minggu pagi (28/11), akhirnya kami berkunjung karena sebuah alasan. Kami bertemu dengan pengelolanya di sana sambil menikmati hidangan bubur Ayam Hainan. 

Ada menu kopi klepon

Tempat yang cocok bila ingin berdebat atau sambil mengobrol yang ditemani sarapan pagi di sini. Nanti kami cerita tentang bubur dan segelas kopi yang nikmat.

Bila dilihat dari lokasinya, jaraknya tentu lebih dekat dengan kawasan Simpang Lima. Khususnya daerah peleburan yang notabene dihuni outlet-oulet kuliner dan pedangan kaki lima yang berlimpah. Strategi bagus untuk tempat usaha.

Lokasi yang nyaman dan tempat yang lebih luas

Bagi kami yang pernah berkunjung ke lokasi lama, tentu sangat merasakan perbedaan dengan lokasi yang sekarang. Jalan ke lokasi memang lebih rindang ketimbang dulu yang lebih banyak bangunan dan pasar pagi hari.

Aksesnya mudah, seperti kami yang melewati Simpang Bangkong menuju jalan Atmodirono lalu belok kiri ke jalan Singosari Timur. Setelah Halmahera Music School.

Seperti masuk sebuah perkampungan, Waroeng Kopi Alam berada di kiri jalan saat kami tiba. Apakah ini sebuah rumah dengan pagar besar yang akses masuknya bisa disusupi 2 kendaraan roda empat.

Pertama tiba, pandangan mata sudah terpampang kursi meja yang ditata sedemikian rupa. Ternyata di luar digunakan juga dengan atap yang menutupi, setidaknya saat hujan.

Ruang dalam, kami kurang tahu karena tidak sempat masuk ke dalam. Siapa tidak ingin duduk di tempat favorit di luar ruangan dengan udara pagi yang masih segar.

Di tempat duduk kami, ada akses ke dapur lewat pintu samping. Lalu, jendela besar yang memperlihatkan para pegawai yang bekerja membuat hidangan sampai meracik minuman.


Ide bagus menambahkan toilet di luar, jadi tidak perlu ke dalam

Pagi hari di sini tampak ramai. Mungkin karena hari Minggu, kebanyakan pelanggan yang datang bersama keluarga. Ini bukan lagi sekedar kedai kopi seperti dulu. Apalagi jam bukanya dari jam 7 pagi.

Cek official Instagram-nya di @warkop.alam.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?