Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Akhirnya Berkunjung Ke Waroeng Kopi Alam yang Berlokasi di Singsosari Timur Semarang

Bulan Februari 2019, kami masih ingat, yaiyalah karena ada postingannya di blog 😅, adalah kunjungan kami pertama di Waroeng Kopi Alam yang masih berlokasi di kawasan Pecinan. Sekarang, sejak bulan Desember 2020, tempat ini punya lokasi baru.

Sebenarnya kami sudah pernah diberitahu lewat pesan WhatsApp, jika tempat mereka menghuni tempat baru. Yah, saat itu kami abaikan karena itu hanya sebuah pemberitahuan. Bukan sebuah undangan mampir datang.

Lebih dekat

Minggu pagi (28/11), akhirnya kami berkunjung karena sebuah alasan. Kami bertemu dengan pengelolanya di sana sambil menikmati hidangan bubur Ayam Hainan. 

Ada menu kopi klepon

Tempat yang cocok bila ingin berdebat atau sambil mengobrol yang ditemani sarapan pagi di sini. Nanti kami cerita tentang bubur dan segelas kopi yang nikmat.

Bila dilihat dari lokasinya, jaraknya tentu lebih dekat dengan kawasan Simpang Lima. Khususnya daerah peleburan yang notabene dihuni outlet-oulet kuliner dan pedangan kaki lima yang berlimpah. Strategi bagus untuk tempat usaha.

Lokasi yang nyaman dan tempat yang lebih luas

Bagi kami yang pernah berkunjung ke lokasi lama, tentu sangat merasakan perbedaan dengan lokasi yang sekarang. Jalan ke lokasi memang lebih rindang ketimbang dulu yang lebih banyak bangunan dan pasar pagi hari.

Aksesnya mudah, seperti kami yang melewati Simpang Bangkong menuju jalan Atmodirono lalu belok kiri ke jalan Singosari Timur. Setelah Halmahera Music School.

Seperti masuk sebuah perkampungan, Waroeng Kopi Alam berada di kiri jalan saat kami tiba. Apakah ini sebuah rumah dengan pagar besar yang akses masuknya bisa disusupi 2 kendaraan roda empat.

Pertama tiba, pandangan mata sudah terpampang kursi meja yang ditata sedemikian rupa. Ternyata di luar digunakan juga dengan atap yang menutupi, setidaknya saat hujan.

Ruang dalam, kami kurang tahu karena tidak sempat masuk ke dalam. Siapa tidak ingin duduk di tempat favorit di luar ruangan dengan udara pagi yang masih segar.

Di tempat duduk kami, ada akses ke dapur lewat pintu samping. Lalu, jendela besar yang memperlihatkan para pegawai yang bekerja membuat hidangan sampai meracik minuman.


Ide bagus menambahkan toilet di luar, jadi tidak perlu ke dalam

Pagi hari di sini tampak ramai. Mungkin karena hari Minggu, kebanyakan pelanggan yang datang bersama keluarga. Ini bukan lagi sekedar kedai kopi seperti dulu. Apalagi jam bukanya dari jam 7 pagi.

Cek official Instagram-nya di @warkop.alam.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🔵 Surprize! Akun Trakteer dotsemarang Akhirnya Bercentang Biru

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang

🚀 ASUS ROG Flow Z13-KJP: Tablet "Sultan" 128GB RAM yang Siap Diajak Gowes Keliling Semarang

Event Cosplay di Kota Semarang