Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Berkenalan Dengan Eco Dyeing dari Sumowono Bamboo Garden

Saat memasuki ruangan resto, mata kami teralihkan dengan barang-barang yang dipajang di sebelah kanan setelah pintu masuk. Ada banyak kain dengan motif batik, tapi motifnya berbeda dari kebanyakan. Termasuk warna yang digunakan? 

Eco Dyeing, bukan saja sedikit sulit menyebutnya tapi juga masih asing di telinga kami. Pak Ricky yang menjelaskan saat kunjungan kami ke tempatnya yang dikelola, bahkan menunjukkan hasilnya lewat pakaian yang dikenakan.

Ini limited edition dan hanya satu di dunia kata beliau menerangkan dihadapan peserta famtrip.

Eco dyeing aesthetics textile

Jadi, eco dyeing ini semacam teknik pewarnaan yang ditaruh pada kain. Mirip batik dengan teknik cap. Hanya saja bahan yang digunakan alami, berasal dari alam dan tersedia di Sumowono Bamboo Garden.

Mulai dari daun, tapi tidak semua daun bisa digunakan tentunya. Ada juga serat kayu semacam akasia. Dari bahan-bahan tersebut didapat warna unik yang kemudian diletakkan pada kain.

Mengutip website kompas, kami nggak sempat ikutan wawancara bareng para wartawan karena keterbatasan waktu, kain tadi lalu digulung dan dipanaskan hingga warna daun berpindah ke kain. 

Kemudian dibuka dan dikeringkan. Warna yang keluar adalah warna alami dan asli dan itu tidak diberi tambahan warna lainnya.

Selain mendapatkan warna, ada juga motif yang juga ikut menempel ke kain. Seperti bentuk daun dan tulang daunnya. 

Menurut Pak Ricky, karena motif unik tersebut banyak pelanggan yang memesan datang dari luar negeri, seperti Prancis.

Harga kain

Karena bahan-bahan berasal dari alam, tempat wisata yang dikelolanya seolah ruang penyimpanan yang bakal tak habis-habis.

Kami disuruh melihat kembali hasil dari produk eco dyeing yang berada di dekat beliau. Mulai dari kain, pakaian jadi hingga aksesoris unik lainnya. Oh ya, termasuk bahan-bahan yang digunakan.


Harga untuk sebuah teknik dengan bahan alam ini berkisar 200-400 ribu rupiah. Pak Ricky kembali menginspirasi kami dengan mengatakan

'Jika ingin mencari souvenir unik, datang saja ke sini (Sumowono Bamboo Garden)'.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?