Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

Image
Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...

Mudik Dilarang, Tapi Tempat Wisata Tetap Buka

Berita tentang kegiatan wisata tetap boleh dibuka di tengah larangan mudik lebaran jadi perbincangan hangat beberapa waktu belakangan. Pro dan kontra mewarnai informasi ini. Kami ingin mengabadikannya di blog agar kelak di masa depan, berita seperti ini bisa kembali diingat.

Tahun 2021, pemerintah melarang masyarakat mudik. Sama seperti tahun lalu sebenarnya, hanya saja kali ini lebih ketat. Himbauan ini bukan sekedar informasi saja, melainkan dilakukan sebuah tindakan untuk mencegah mudik lebaran.

Seperti di Kota Semarang semisalnya. Beberapa titik yang menuju masuk Kota Semarang dilakukan penyekatan. Bukan saja dihentikan, tapi juga dilakukan tes Covid-19. Yang ngeyel dengan kendaraan plat nomor bukan Semarang malah disuruh putar balik.

Hanya boleh berwisata dalam satu kawasan

Mengutip kompas.com (29/4/2021), Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan tentang diizinkannya kegiatan wisata di tengah larangan mudik Lebaran.

"Kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan di kabupaten/kota asal domisili, atau dalam satu kawasan aglomerasinya masing-masing," kata Wiku dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (29/4/2021).

Jadi, adanya anjuran untuk tidak mudik, masyarakat dapat memanfaatkan tempat-tempat wisata yang ada di dalam kota saja. Semisal Kota Semarang, kamu hanya perlu main ke Lawang Sewu, Kawasan Kota Lama, Sam Poo Kong dan sebagainya. 

Kita tidak dianjurkan dan bahkan dilarang untuk mengunjungi tempat wisata yang berada di luar kota, semisalnya ke Solo atau Jogjakarta andai kamu adalah masyarakat Semarang.

Mencegah penyebaran dan menggerakkan ekonomi daerah

Larangan mudik lebaran yang berlaku dari tanggal 6-17 Mei diperuntukkan untuk semua masyarakat. Dengan dibukan tempat wisata, masyarakat diminta untuk menerapkan protokol kesehatan. Termasuk pengelola tempat wisata.

Sebagian mungkin mengeluh kenapa mudik dilarang, malah tempat wisata dibuka. Wajar untuk memprotes hal seperti ini bila tujuannya mencegah penyebaran.

Namun sisi lain, perekonomian haruslah tetap berjalan. Saat kami mengobrol dengan salah satu pelaku pariwisata di Kota Lama Semarang, tanpa larangan mudik lebaran pun yang saat ini, mereka juga sangat kesulitan.

Kegiatan wisata selama pandemi sangat terpukul. Apalagi sebagian besar pelaku pariwisata bergantung hidupnya dari kunjungan wisata. Mungkin persoalan ini yang didengar pemerintah sehingga keluar kebijakan tersebut.

...

Pandemi dan lebaran tahun ini masih jadi dilema. Semua ingin melakukan yang terbaik. Semoga lebaran di tahun akan datang sudah kembali normal. Mari bersabar dulu.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Agustus 2026

🚗 Wajah Baru Eks Gedung GO Majapahit: Pengalaman Pertama Servis Mobil Tanpa Drama di QuikFix & New Prodi Ban Semarang

🏮 Agenda Semarang: Festival Arak-arakan Cheng Ho 2026

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai

🏮 Waroeng Semawis Tutup Lagi: Antara Evaluasi Manajemen dan Gesernya Selera Nongkrong di Pecinan