Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Seperti Apa Rasanya Staycation di Rooms Inc Hotel Semarang

Hotel yang bangunannya jadi satu dengan DP Mall ini sudah kami kenal sejak tahun 2017. Namun baru tahun 2021 berkesempatan dapat menginap. Sebuah kejutan tentunya, sekaligus melepaskan rasa penasaran selama ini yang terpendam.

Hari ini, Senin tanggal 15 Februari, setelah Hari Kasih Sayang, kami pergi ke hotel Rooms Inc. Kali ini bukan sebuah kegiatan dari perusahaan atau undangan untuk liputan. Murni pergi sendiri.

Tentu, kedatangan ke sini bukan tanpa sebab. Kami harus ucapkan rasa terima kasih kami kepada rekan kami sesama bloger yang mengikhlaskan voucher menginapnya kepada kami. Tanpa itu, mungkin tidak ada tulisan ini.

Kamar tanpa kunci

Setelah parkir sepeda di tempat parkir kendaraan roda dua di DP Mall, kami bergegas menuju hotel. Masuk lewat belakang pintu mal, lalu keluar dari pintu depan mal. Petugas jaga pintu masuk hotel sudah berada di sana dan mengecek suhu tubuh kami.

Setelah naik menggunakan lift, voucher yang kami bawa langsung diserahkan ke meja resepsionis. Menyerahkan identitas berupa KTP rasanya adalah protokol standar setiap hotel.

Namun disuruh install aplikasi, ini baru yang pertama kali kami rasakan. Untuk masuk ke kamar dan akses menuju kamar, hotel ini menerapkan kunci otomatis yang terhubung dengan Bluetooth yang ada di dalam aplikasi.

Nama aplikasinya adalah JustIN Mobile. Ukurannya lumayan besar juga, yaitu 14 Mb. Namun punya tampilan sederhana. Tidak banyak pengaturan dilakukan di sana.

Setelah menginstall, resepsionis mulai mencocokkan dengan pengaturan aplikasi. Kami diarahkan untuk membuka ini dan itu, lalu selesai.

Kamar standar

Benar-benar tanpa kunci, kami langsung pergi menuju pintu utama masuk kamar. Mengingat tempat ini sangat familiar, rasanya tidak ada yang istimewa dibalik desain ruangan yang mengusung konsep industrialis ini.

Masuk pintu sebelum naik lift, aplikasi harus digunakan. Setelah keluar dari lift dan menuju pintu kamar, juga harus menggunakan aplikasi. Hanya perlu menempelkan smartphone dengan pintu, mirip saat tap kunci hotel pada umumnya.

Selamat datang di kamar standar yang kami dapatkan hari ini. Karena benar-benar standar, ruangannya juga tidak begitu besar seperti beberapa kamar yang pernah kami inapin.

Tempat tidur dan dinding yang tertempel televisi pun lumayan hampir nempel. Tidak ada gula maupun kopi di meja, termasuk botol minuman yang biasanya berdekatan.

Ternyata konsepnya sama seperti Radja Hotel yang mengusung eco greeen living. Untuk minum, kami disediakan wadah yang mirip botol. Lalu airnya diambil di luar kamar di mana tersedia dua dispenser air yang berada di lorong jalan.

Bilik internet

Siapa tidak senang bisa menginap di hotel dengan cuma-cuma, alias gratis. Namun rencana staycation yang penuh warna yang kami rencanakan ternyata tidak sesuai.

Rooms Inc hotel sebenarnya menarik dari sisi kaum milenial. Ditambah akses yang jadi satu dengan mal, pengalaman menginap tentu lebih mengasyikkan.

Bila mal adalah hal biasa, bagaimana jika kita pergi ke luar dan mencoba Lawang Sewu yang bangunannya bisa terlihat dari jendela kamar. Atau pergi ke Tugu Muda sambil menikmati malam hari.

Sayangnya harapan itu kandas seketika. Entah apa yang kurang. Kami hanya keluar untuk membeli makan dan kopi sachet untuk menemani aktivitas seperti biasanya. Di depan laptop membuat konten.

Kamar seharga 340 ribu rupiah yang tertera di aplikasi Tiket.com ini seperti tidak berguna untuk pengalaman kami. Hanya digunakan untuk memuaskan hasrat berselancar di dunia maya, kenikmatan yang diberikan oleh kamar ini dianggap seolah bilik internet saja.

Padahal jika kamar ini diubah dalam bentuk uang tunai, harga per-malamnya dapat membayar langganan internet satu bulan. Rasanya kami gagal menjadi bloger sekarang (di sana maksudnya).

Sarapan pagi

Pengalaman kami yang gagal mendapatkan banyak hal selama staycation setidaknya tidak sepenuhnya. Masih ada pengalaman buat sarapan pagi. Sayangnya karena pergi sendiri, voucher menginap yang dapat digunakan 2 orang buat sarapan jadinya mubajir juga.

Untuk sarapan pagi, kami harus menuju tempat makan yang biasanya kami kunjungi dengan nama Verve Bistro. Konsepnya masih sama seperti sebelum pandemi. Kami langsung mengambil menu makanan layaknya sedang jamuan prasmanan.

Yang berbeda adalah untuk mengambil makanan, kami diberi sarung tangan plastik. Semua karyawan sudah menggunakan masker, termasuk kami juga. Selamat makan, ini menu yang kami ambil hari ini.

...

Selesai juga menginap di Rooms Inc Hotel. Meski masih ada beberapa jam lagi untuk check out, kami lebih cepat untuk pulang. Masih ada agenda lain yang dilakukan siang harinya.

Tak banyak yang bisa kami ceritakan dari sini, setidaknya ada beberapa yang mungkin dapat jadi rekomendasi buat kamu yang ingin mencobanyak esok hari (menginap). Untuk kamar mandi, kami akan membuatnya dalam bentuk video. Atau bisa lihat juga di sini.

Dari sisi lokasi, Rooms Inc dianggap sangat strategis. Letaknya yang jadi satu dengan mal, seharusnya memenuhi hasratmu bersenang-senang. Plus, berdekatan dengan salah satu destinasi favorit di Kota Semarang yang terkenal dengan seribu pintunya.

Terima kasih sekali lagi buat voucher menginapnya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🌙 Mengapa di Chromebook Tidak Ada Tombol 'Sleep'?